FF Call me Oppa! (Oneshoot)

Call me oppa!

Tittle : Call me Oppa!

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경)

Cast  :                Kim Heechul (SJ) as Kim Heechul

Kim Hyuna (4Minute) as  Cho Hyuna

Support Cast :  Lee Chaerin aka CL (2Ne1)

Kim jongin aka Kai (EXO)

Lee Donghae aka donghae (SJ)

Genre : (masih tetep -_-) romance, comedy (gaje)

Rating : PG

A/N : Annyeonghaseyo! Kim Okta back! Maap ya banyak ff yg gantung -_- *dicekek reader* untuk permintaan maaf author karena lama banget gak publish serta ff nya pada gantung di tali jemuran *abaikan* author ganti dengan FF baru ini ._. sebenernya masih gaje, tapi yaudah yg rela baca aja (?) dan juga diharap coment nya ya ‘.’)/ gak coment? Ntar gak ketemu bias loh *angguk2 bareng choco* oke, happy reading^^

*Hyuna POV*

“aigoo~ kenapa kau berjalan sangat lambat?”namja itu berdiri di sampingku lalu megambil alih tas ku yg penuh dengan buku-buku pelajaran. “bukan aku yg lambat, tapi kau yg terlalu cepat berjalan babo” umpatku, aish dia selalu saja mengejekku. “huh itu kan hanya alasan mu, ppali sepertinya 3 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup” dia menggandeng tangan ku dan berlari ke arah sekolah yg berjarak 2 km. tepat saat kami melewati gerbang bel berbunyi. Kami berhenti sejenak, “yak! Kau gila berlari secepat itu dan menggandeng tanganku sembarangan?!” tanyaku pada namja babo disebelahku. “harusnya kau berterimakasih padaku, pertama aku sudah berbaik hati membawakan tas mu yg sangat berat ini, kedua mengajak mu berlari dan hasilnya kita tidak terlambat” semua yg dia katakan benar. Dia melempar tas ku ke arah ku. “ambil ini dan cepat pergi ke kelasmu” ucapnya lalu berjalan santai kea rah kelas 12. Sementara aku berjalan ke kelas 11. Aku bisa bernafas lega ketika mengetahui guru Lee belum masuk ke kelasku. Kutaruh tas berat ku di tempat duduk ku. “Hyu~ apa kau sudah mengerjakan rangkuman Fisika?” Tanya Sohyun yg duduk di belakangku. Aku menepuk pelan kening ku. Babo! Kenapa aku bisa lupa membawa rangkuman fisika yg sudah susah payah ku rangkum semalaman? “hwaaa buku ku ketinggalan~ ottohke??” curhatku pada Sohyun. Sohyun menepuk pelan bahu ku. “hmm mungkin kau nanti bisa jelaskan pada guru Lee buku mu ketinggalan, semoga saja dia menerima alasan mu, eung… meskipun itu kemungkinan yg sangat kecil” kata terakhir dia ucapkan dengan pelan. Yap, Guru Lee, guru Fisika di sekolah ku yg paling tegas, dia jarang sekali menerima alasan seperti ini. Aku menghela nafas panjang dan masih merutuki kebodohan ku. ‘Oh God, aku harap guru Lee tidak masuk hari ini’ aku terus memohon dalam hati. “annyeonghasimnika, maaf aku terlambat” pada akhirnya guru yg daritadi kuharap tidak muncul memasuki kelasku. Aaaa apa yg harus kulakukan?!! Ah! I got an idea! Senyum evil merekah dari bibirku. Aku maju kearah meja guru Lee. “ada apa Cho Hyuna?” Tanya Guru Lee. “jwesonghamnida guru, sepertinya aku merasakan pusing, bolehkah aku izin ke UKS?” tanyaku dengan wajah memelas. Guru Lee tampak berfikir sejenak. “aah~ benar, kau harus ke UKS. Baiklah” jawab Guru Lee. “khamsahamnida guru” aku keluar dari kelas. Fuuuh selamat lah aku dari guru Lee, aku cekikikan sambil berjalan kearah UKS. Hmm~ lumayan, UKS kan nyaman, aku bisa tidur sampai guru Lee selesai. Aku memasuki UKS dan tidur di tempat tidur yg ada disana.

Heechul POV

Waktunya istirahat. Aku berjalan kearah kelas 11, aku melempar pandangan ku di penjuru kelas, “eo? Kemana bocah itu?” ujarku. “dimana Cho Hyuna?” tanyaku pada seseorang yg baru keluar dari ruangan itu. “dia sedang di UKS sunbae” jawab siswa itu. Mwo? UKS? Apa dia sakit? Aku langsung berjalan ke UKS.  Aku membuka pintu kaca itu, lalu terlihatlah yeoja yg sedang tertidur pulas. Aku mendekati kasur itu lalu duduk di samping nya. “hey hiu, waeyo? Kau sakit? Kenapa tidak bilang? Seharusnya kalau kau sakit tidak usah berangkat, kau istirahat di  rumah, kau ini babo atau apa?” omelku pada hyuna. Yeoja yg tertidur itu kini membuka matanya lalu mengubah posisinya menjadi duduk, dia menguap sebentar. “kim heechul, kau berisik sekali. Memangnya aku terlihat seperti orang sakit? Aku sedang tidur babo” kata  yeoja itu santai. “mwo? Dasar kau ini, kenapa membuat orang khawatir?” aku menyentil keningnya. Dia mengusap pelan keningnya. “yak! Itu sakit”. “itu hukuman untukmu” dia malah mehrong padaku. “aigoo~ bocah ini!” aku sedang bersiap untuk menjitak nya. Namun ada yg datang. “Sunbae? Kau disana? Aku mencarimu daritadi”

Author POV

“sunbae? Kau disana? Aku mencarimu daritadi” ujar Chaerin yg baru masuk ke dalam UKS. Dia berjalan mendekati Heechul. “mencari ku? Untuk apa?” Tanya heechul dengan muka polosnya. “kau lupa? Kau kan berjanji untuk mentraktirku ramyeon kemarin” jawab chaerin. “ah kau benar, tapi.. bisakah ditunda besok?” jawab heechul dengan nada tak enak. Chaerin tampak kecewa “padahal aku sudah lelah mencarimu daritadi”. Heechul tidak tega melihat raut wajah chaerin. “eung.. baiklah, Hyu aku pergi dulu” lalu dia pergi ke kantin bersama chaerin.

Hyuna POV

aku meniup poni yg menutupi keningku. ‘selalu saja yeoja itu mengganggu’ batinku. Entahlah, aku tidak suka melihat heechul dengan yeoja lain. ‘Mwo? Kau gila hyu?!’. Aku keluar dari UKS dan berjalan kearah kantin. Membeli jus jeruk dan duduk sendiri di sebuah kursi. Aku mendengarkan lagu dari mp3 playerku. Sambil memikirkan koreo dari lagu ini, dengan serius aku mendengar lagu ini. Tiba-tiba seseorang duduk di sampingku. “serius sekali, apa yg sedang kau lakukan sunbae?” Tanya Kai hoobae ku. “ah! Kau mengagetkan ku Kai, kkk~ aku sedang mendengarkan music, dan sedang memikirkan koreo nya” jawabku. “jinjja? Boleh aku ikut mendengar musiknya?” Tanya nya. “tentu” aku memberikan salah satu headset kepada kai. Dia terlihat serius mendengarkan lagu. Beberapa menit kemudian dia melepas headset nya. “aa~ jika saat menit ke 2 ditambahkan gerakan wave itu akan sangat keren” usulnya. Hmm usulnya bagus juga. “nde! Itu ide yg bagus kai. Owaa~ kau suka dance juga?” tanyaku antusias. “tentu, aku sering latihan dance dengan teman2 ku.” Jawab kai lagi. “eh? Bel sudah berbunyi, aku masuk dulu ya, kau juga harus kembali ke kelas mu” kataku pada kai, lalu bersiap meninggalkan kantin. “sunbae!” terdengar suara kai memanggilku. “ne?”.”kapan2 bolehkah aku latihan dance dengan mu?” Tanya nya. “oke, nanti kita latihan bersama” lalu kembali berjalan ke kelasku.

*Heechul POV*

“apa yg kalian lakukan tadi saat di kantin?” tanyaku pada hyuna saat sedang menunggu bus di sebuah halte dekat sekolahku. Ya, kami memang pulang dan pergi ke sekolah bersama. Appartemen kami berada di gedung yg sama, jadi kami dekat, alasan yg logis kan? “ani, hanya mengobrol tentang koreo ku yg baru”. Jawabnya singkat. Aku mengangguk pelan. “jangan terlalu dekat dengan namja hyu~” ujarku padanya. Dia menolehkan kepalanya ke arahku. “wae? Lagipula kai anak yg baik, dan ku akui dia cukup tampan” ucapnya sambil cekikikan. “hmm~ sepertinya dia juga jago dance, owaa benar2 keren. Oiya tadi dia juga ingin latihan dance bersamaku. Gyaaa dia pasti terlihat lebih tampan saat dance” dia terus membicarakan kai. Aku hanya membekap (?) mulutnya dengan tanganku yg besar. “kau berisik sekali hyu~ pokoknya kau harus menuruti kata-kataku, arra? Kalau kau melanggar aku akan menghukummu” aku memberikan death glare ku. Dia membuang muka dan memanyunkan bibirnya. ‘kenapa saat ngambek dia terlihat imut?’’aigo kurasa otakku mulai tidak waras’ pikirku. “bus nya sudah tiba, kajja” aku masuk ke bis dan hyuna pun menyusul.

***

Author POV

Dentunan lagu 4Minute – HUH terdengar di sebuah ruang latihan milik hyuna. “otthe?” Tanya Hyuna sambil meneguk air mineral kepada Kai. “hmm~ tadi benar2 keren sunbae. Pada bagian akhir kau harus lebih energik agar koreo nya terasa lebih hidup” jawab kai kepada sunbae nya, lalu menyerahkan handuk kecil. “kkk~ gomawo sudah memberikan saran” jawab hyuna sambil mengelap keringat yg bercucuran di sekitar wajahnya. “hmm~ aku ingin melihat dance mu kai” ujar hyuna duduk disamping kai. “jinjja kau mau lihat? Baiklah” jawab kai lalu berdiri, Kai menarikan koreo dari lagu Exo – MAMA.  “aku tidak menyangka dance mu juga keren kai” ucap hyuna sambil memberikan tepuk tangan. Kai menggaruk kepalanya yg tidak gatal “sunbae jangan terlalu memujiku” jawabnya sambil tersenyum. “hmm apa kau lapar?” Tanya hyuna lagi pada kai. “ne, kajja ke toko sushi langganan ku, aku akan mentraktir sunbae” jawab kai semangat. “owaa kau hoobae yg sangat baik kk~ kalau begitu kajja”

**

*Hyuna POV*

Hoaaam aku mengantuk, aku melihat kea rah jam tangan ku. Hmm jam 9.30, belum terlalu larut malam. “Hyu!” aku menoleh kea rah sumber suara. Terlihatlah namja tinggi yg sedang membawa bungkusan. “kau darimana?” Tanya heechul padaku. “aku habis latihan dance sama kai” jawabku santai. “kau lupa apa yg aku katakan?” Tanya heechul lagi. Langkah kami berhenti. “memang apa yg kau katakan? Miyan aku lupa” jawabku innocent. “aigo rasanya aku benar2 ingin menghukummu. Tapi karena aku sedang baik, aku tidak akan menghukummu hari ini” jawabnya sambil memasang tampang sabarnya. Aku hanya tersenyum tidak bersalah dan member peace sign. Kami melanjutkan langkah kami ke

arah appartemen yg jaraknya sudah dekat. “apa yg kau bawa chul?” tanyaku pada heechul. “ini sup kimchi, apa kau sudah makan malam?” kini dia yg bertanya padaku. “hehe sudah, tadi aku di traktir Sushi sama Kai.”

Heechull POV

Kai again? Sepertinya aku bosan dengan nama kai. “apa tadi kalian kencan?” tanyaku lagi pada hyuna. “aish, apa kau sedang mencoba mengintrogasi ku? Daritadi kau bertanya terus” protes hyuna. “kau kan tinggal jawab ya atau tidak” elakku. “hmm~ mungkin?” jawabnya lalu tertawa evil. Aigoo dia senang sekali menggoda ku. “hey kau sudah lupa janji kita eo? Dilarang pacaran sebelum lulus dari SMA!” aku menyentil pelan keningnya. “yak! Aku kan tidak pacaran” bela nya. “pokoknya kau hanya harus mengingat janji itu, sampai salah satu dari kita ada yg melanggar, persahabatan kita putus.” Omelku panjang lebar. “arraseoyo, tunggu dulu, aigoo chul? Kau ngambek? Gyahahaha wajahmu lucu sekali” dia malah tertawa lebih keras, yeoja ini benar2 ingin ku aniaya (?). “kkk~ namja jarang sekali ngambek, tapi saat ngambek terlihat lucu menurutku, hmm bagaimana wajah kai saat ngambek ya?”. “berhenti membicarakan kai di depanku Cho hyuna” ucapku ketus. Dia mendekatkan wajahnya padaku DEG! Aigoo apa yg dia lakukan? “apakah kau sedang cemburu kim Heechul?” dia mehrong lalu langsung berlari meninggalkan ku. “Yaaakk!! Dasar kau! Kemari kau!” aku mengejar yeoja evil yg daritadi menggodaku.

***

Aku membuka pesan yg barusan masuk di ponselku.

From : Hyuna

Cul, kau ada di appartemen mu? Aku mau kesana, aku bosan di appartemen ku

Tiba-tiba terlintas ide jahil di otakku, aku tersenyum evil lalu membalas pesan itu.

Hyuna POV

Aku memasuki appartemen heechul dan duduk dengan santai di sofa nya. Yah aku sudah sering main kesini, begitu pula heechul.  “bagaimana kalo kita nonton dvd? Film ini sangat bagus” aku melihat kearah heechul. “apa genre nya?” dia menunjukan dvd nya “hmm horror”. “apa film itu benar2 seram? Kalau iya aku tidak mau menontonnya.” Ujarku. “aniya, tidak seram kok” dia memplay dvd itu. Lalu dia duduk di sampingku.

Author pov

Pada awal film memang tidak terlalu seram. Hingga ada adegan saat wanita itu membunuh pacarnya dengan kejam, pembunuhannya sangat tragis. “gyaaaaa” Hyuna berteriak ketakutan dengan reflex memeluk heechul dengan sangat erat. “hyuu~ adegan ini tidak terlalu seram kok” ujar heechul tertawa karna melihat wajah ketakutan hyuna. “itu menyeramkan”. “menyeramkan atau kau memang sengaja memelukku eo?” goda heechul. Hyuna melepas pelukannya dan langsung melempar bantal kecil yg ada di bawah kaki nya kea rah heechul. “tentu saja tidak” hyuna kembali menonton film itu. “hyu aku ingin ke toilet dulu ya” heechul lalu pergi, namun bukan kearah toilet. Dengan evil laugh yg ia tahan, ia mematikan listrik di appartemennya dan seketika semuanya gelap “Gyaaaaaaaaa KIM HEECHUL KAU DIMANA??” terdengar teriakkan hyuna yg sangat keras. Heechul dengan senyuman jahilnya berjalan pelan kea rah hyuna.  Lalu dari belakng ia menepuk pundak hyuna “hati-hati hyu, setan yg tadi ada dvd bisa saja ada di dekatmu sekarang” heechul menakut nakutin Hyuna. “HYAAAA KIM HEECHUL AKU TAKUT” heechul lalu menyalakan lagi saklar lampu nya.

Heechul POV

“gyahaha aku benar2 puas mengerjaimu hyuna” aku tertawa lepas sambil berjalan kearah sofa. Kulihat hyuna sedang memeluk kedua kakinya, omo! Dia… menangis? Aku langsung duduk disbelahnya. “Hyu-ah miyanhe~ aku tidak bermaksud membuat u menangis, aku hanya ingin mengerjaimu.”. “kau lupa satu hal chull, aku takut kegelapan” ucapnya di sela2 tangisnya. Aku memberikan pelukan hangat untuknya. Dia terus menangis di pelukanku. “ulljimayo” aku mengelus rambut panjangnya.

***

Hyuna POV

Hari ini aku berangkat lebih pagi, aku sedang tidak mood berangkat bersama heechul. Aku masih kesal dengannya. “Hyunaa!!” terdengar suara heechul, aku berakting untuk tidak mendengarnya, aku mempercepat langkah ku menuju kelas. Namun sialnya dia lebih cepat dariku, dia menahan tangan ku. “kau masih marah padaku?” Tanya heechul. “menurutmu?” jawabku datar. “Miyanhe hyuna~” dia lagi-lagi meminta maaf. Aku menghela nafas panjang, sebenarnya aku tidak tega melihat wajah memelas nya. Baiklah aku akan memaafkan nya, toh itu masalah kecil. “baiklah aku..” “Sunbae!” mwo? Dia lagi? Aish. “sunbae, kau dan aku dicari Guru Song” kata chaerin pada heechul. Ish, bilang saja kalau ingin berduaan, umpatku dalam hati. Akupun meninggalkan mereka berdua dan berjalan ke kelasku.

-3 days later-

“sunbae~ kau kenapa? Akhir-akhir ini  terlihat murung” Tanya kai padaku,  kk~ perhatian sekali. “aniya, gwaenchana” jawabku berbohong. “gotchimal, sunbae ayo cerita padaku” kai mulai memaksa. “baiklah baiklah, tapi kau harus menjaga apa yg akan kuceritakan padamu arra?” padaku akhirnya. “aku berjanji” dia berkata sambil nyengir. Dan akupun menceritakan masalah yg terjadi antara aku dan si namja babo heechul. “aigoo~ kenapa kau bisa begitu marah sunbae? Itu hanya masalah kecil” jawab kai setelah mendengar ceritaku. “tapi aku kesal Kai, dia tau aku membenci kegelapan, tapi dia tetap melakukannya” jawabku tidak mau kalah. Dia malah tertawa kecil “hmm~ sunbae, apa heechul sunbae itu pacarmu?” mendengar pertanyaan konyol itu aku langsung tertawa “Yaak bagaimana kau bisa perpikir seperti itu?” tanyaku penasaran. “well, kalian sangat dekat, pulang pergi sekolah bersama, istirahat sering bersama. Pokoknya kalian terlihat seperti sepasang kekasih” jawab kai polos. “lebih baik aku menceburkan diri kedalam sumur daripada menjadi kekasih si namja babo itu” jawabku asal. “selalu bersama seperti itu, apa kau tidak pernah jatuh cinta padanya?” Tanya kai lagi. Aku mengacak pelan rambutnya “berhenti berbicara omong kosong kai-ah”. “ah aku ingat sesuatu, apa kau masih menyimpan catatan geografi kelas 10 sunbae?” Tanya kai. “hmm~ sepertinya ada, wae?” aku balik bertanya. “aku butuh catatan itu sunbae, bisa aku meminjamnya untuk beberapa hari?”. “tentu, pulang sekolah nanti kau bisa mengambilnya di appartemen ku” jawabku lalu kembali ke kelas, karena bel sudah berbunyi.

Heechul POV

Huh aku bosan selama tiga hari ini hyuna tidak mau berangkat atau pulang bersamaku, yaah~ memang ku akui akulah sumber masalahnya, tapi ayolah, masa gara-gara hal sekecil ini dia marah berhari-hari? Aku menendang kecil kerikil yg ada di depan ku “aniya, tidak terlalu jauh kok kkk~” hm? Itu suara hyuna, aku mengedarkan pandanganku mencari sumber suara, ternyata dia di belakang ku, dia bersama kai? Kenapa kai bersama hyuna? Mereka berdua langsung menaiki bus yg barusan berhenti di halte. Aku hanya bisa memandang kedua orang itu dari kejauhan.dan hanya bisa menghela nafas. “Heenim! Waeyo?” uh donghae membuatku kaget. “aku sedang bosan, bisa kah aku main ke rumah mu?” aku benar2 sedang malas pulang sekarang, “tentu, kajja hee”hae memperbolehkan aku untuk ikut ke rumahnya

-08 pm KST-

“gerimis, kau yakin pulang naik bus chul?” Tanya donghae saat mengantar ku di halte bus. “nde, gwaenchana, hanya hujan kecil, ah bus nya datang. Aku pulang ya, gamsa hae” lalu aku menaiki bus itu. Hujannya semakin besar. Aku menyenderkan tubuh lelahku di bangku yg aku duduki. ‘apa yg hyuna lakukan sekarang?’’apa kai masih di appartemen nya?’ aku mengeluarkan ponsel ku dan mulai mengetik beberapa kalimat berulang2 namun aku menghapusnya lalu kemudian aku mengetiknya lagi “aish, apa yg ku lakukan?” umpatku. Begitu turun dari bus hujan semakin besar, aigoo sepertinya hujan akan lama, kalau menunggu sampai reda aku bisa mati beku disini. Akhirnya aku memutuskan untuk berlari walaupun hujan begitu deras. 10 menit kemudian aku sampai di appartemenku, aku membuka pintu dengan badan basah kuyup dan bibir bergetar. Benar-benar dingin.

Hyuna POV

“kau tidak bisa dengan mudah mendapat sahabat sebaik heechul sunbae, jadi ini sudah saatnya kau memaafkannya sunbae” ujar kai. Err~ aku benci mengakui nya, tapi kata-kata kai memang benar, bahkan mungkin sekarang akulah yg harus minta maaf karena ke egoisan ku. Aku terdiam memikirkan kata-kata kai. “ah, ini sudah jam 9, aku pulang dulu sunbae, terimakasih atas teh nya, annyeong” kai lalu hilang dibalik pintu appartemen. Aku memeriksa ponsel ku, lalu mengetik pesan untuk heechul

To : heechul

Chull, kau ada di appartemen mu? Ada yg mau kubicarakan. Aku kesana ya

Segera kutekan tombol ‘send’ lalu aku berjalan santai menuju lantai 13 tepatnya ke appartemen heechul. Aku menekan bel, namun heechul tak kunjung muncul dari balik pintu, aish benar-benar, apa dia mau balas dendam padaku? Segera aku menekan password nya, yap aku tau password appartemennya kkk~. “yak aku kan sudah mengirimi mu pesan… chul gwaenchanayo?” tanyaku kaget saat melihat heechul yg tergeletak di lantai sambil memeluk selimut. Bibirnya tampak bergetar. Aku segera membantunya bangun dan menidurkannya di  sofa panjangnya. “waeyo? Kau sakit? Kenapa tidak bilang padaku? Aigoo badanmu panas” aku panic sekarang. Aku langsung mencari kompres, segera ku kompres keningnya, tak lupa aku membuat teh hangat untuk menghangatkan suhu badannya. “hmm 43 derajat? Kau pasti habis hujan-hujanan?” selidikku. Kulihat wajah tidur heechul. “babo namja, sudah tau kau tidak bisa terkena hujan, masih saja memaksakan diri” stengah jam kemudian aku kembali memeriksa suhu badannya, fuuh aku bisa bernafas lega sekarang. Suhu tubuhnya sudah normal. Aku menguap “11 pm? Apa aku menginap disini saja? Baiklah, anggap ini sebagai permintaan maaf ku oke?” aku berkata pada heechul yg sedang tertidur. Aku menutupi wajahku dengan hoodie, Lalu aku tidur di sofa yg berada di depan heechul .

-Morning-

Heechul POV

Perlahan aku membuka mataku. Kuraba keningku, eo? Kompres? Kuregangkan otot otot ku yg terasa agak kaku, eh? Siapa itu? Aku mendekati seseorang yg tertidur pulas di sofa tepat di depanku. Dia menutupi wajahnya dengan hoodie nya. Aku jongkok di depannya. Perlahan kubuka hoodie yg menutupi wajahnya. “hyuna?” dia masih terlelap dalam tidurnya. Aku terdiam sebentar. Walau aku sering bersama nya tapi pertama kali aku memperhatikan wajahnya. Hmm ternyata cantik juga.  Dia  mulai membuka matanya. “Heechul? Gwaenchanayo? Bagaimana keadaanmu? Apa masih pusing?” segera aku menyumpal mulutnya yg daritadi menanyakan keadaan ku tapi lebih mirip sedang menginterogasi ku. “gwaenchana, aku sudah sembuh kok, gomawo hyu” jawabku sambil tersenyum. Dia kembali menyenderkan badannya di sofa ku yg empuk “fuuh syukurlah, kau tau aku sangat khawatir tadi malam”. “kau mengkhawatirkan ku? Aww sejak kapan kau mengkhawatirkan ku?” aku mulai menggodanya. “aigoo maksudku, eung… ya kau tau, karena aku sahabatmu, sudah seharusnya aku mengkhawatirkan mu” ucapnya sambil gelagapan kkk aku berhasil menggodanya. Dia lalu berdiri lalu berjalan ke pintu “kalau begitu aku pulang dulu chullie~” aku menahan tangannya. Si pemilik tangan pun menolehkan kepalanya “gomawo hyu” ucap ku lagi sambil tersenyum. “ah nde” lalu dia benar-benar pergi.

*Hyuna POV*

Aish perasaan apa tadi? Kenapa tadi jantungku berdetak kencang? Kenapa aku gugup? Apa yg salah denganmu kim hyuna? aku memukul kecil kepala ku. Aku lalu mengambil minum lalu meneguk nya sampai habis. Aku mengecek ponsel ku, ah ada satu pesan dari kai

From : Kai

Morning Sunbae ^^ apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sibuk?

Aku dengan cepat membalas pesan dari kai

To : Kai

Morning saengi~^^ aku baru saja bangun kkk~ aniya aku tidak sibuk. Wae?

Beberapa menit kemudian Kai membalas sms ku

From : Kai

Bisakah kau temani aku membeli hadiah untuk noona ku? Yah~ habisnya aku tidak tau barang apa yg disukai yeoja

Dengan segera aku membalas sms nya lagi

To : Kai

Baiklah, nanti kita bertemu di mall jam 12siang ne?

Setelah membalas pesannya aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Hari ini aku memakai dress selutut berwarna peach dipadukan dengan high heels . Lalu aku pergi menemui kai di sebuah mall di dekat sini. “Sunbae” kai melambaikan tangannya ke arahku, aku menghampiri kai. “lama menunggu?” tanyaku membuka pembicaraan sambil berjalan.  “ah aniya sunbae, ehm kau cantik sekali sunbae” jawabnya sambil memujiku. “aish kau ini, kau mencoba merayu ku eo?” kataku sambil tertawa. “hanya sedikit” jawabnya sambil tertawa juga. Akhirnya kami masuk ke sebuah toko baju. Kai bilang noona nya suka pake dress, akhirnya aku membantu kai memilihkan dress yg cocok untuk noona nya. Dia menunjukan foto noona nya kepadaku. “yeoppoda~ noona mu cantik kai” kataku. “tentu, karna itulah saeng nya juga tampan seperti ku” dia bergaya cool. Aku mencubit pipi nya gemas, kai memang anak yg ceria. Setelah selesai membeli baju untuk noona nya kai aku dan kai berjalan mengelilingi mall itu. “noona, kau suka ice cream?” Tanya kai padaku. “ah tentu, sangat suka lebih tepatnya”

*Heechul POV*

aku masih memikirkan kejadian td malam, hyuna pasti benar-benar merawatku. Kompres, membantuku tidur di sofa, bahkan dia sampai rela tidur dalam keadaan duduk di sofa hanya untuk menunggui ku. Aku menghela nafas, yeoja itu, kkk~ aku tertawa sendiri mengingat tingkahnya. Mengingat aku sering membully nya juga. Eh? Apa ini, aigo ini benar-benar tidak penting memikirkannya. Aku meraih ponsel ku yg terletak di meja kecil di sebelah ku.

To : Hyuna

Neo oddiseo? Ayo kita nonton hari ini

Aku segera mengirim  pesan itu. 5 menit, 10 menit, 15 menit, 60menit. Aish kenapa tidak dibalas, aku menghela nafas sambil memutar2 ponselku menunggu balasan. Akhirnya aku hanya menhabiskan waktu bermain bersama kucing ku, heebum.

-night-

Aku memasuki sebuah supermarket kecil “hmm pasta gigi, ramyeon” aku bergumam sambil mencari benda2 yg kucari “gotcha” aku megambil 2 buah pasta gigi “eo? Hyuna?” lalu akupun menghampirinya “Hyu? Kau disini?” kataku sambil menepuk pelan pundak nya. Dia menoleh “Chullie? Kau disini? Kkk~ kebetulan kita bertemu disini. Ne aku td habis pergi ke sebuah tempat” jawabnya. Setelah membayar semuanya aku dan hyuna berjalan pulang bersama. “kenapa kau tidak membalas sms ku?” tanyaku saat di perjalanan pulang, “hehe, Ponselku tertinggal di appartemen” jawabnya sambil nyengir innocent. “aish pantas saja” jawabku memasang tampang sebal. “memang kau sms apa?” tanyanya “eum aniya lupakan saja” jawabku singkat. “yaaak kau ngambek? Ayolah~ aku kan tidak sengaja meninggalkan ponselku” rengeknya sambil menggoyangkan lenganku “baiklah, aku akan berhenti ngambek kalau kau membantuku membersihkan ruang tamu appartemenku” jawabku sambil memberikan smirk “mwoya? Aku kan capek” kata hyuna sambil memberikan Pout. “Geurom~ aku akan terus ngambek padamu” jawabku dengan nada jutek “baiklah baiklah, aku akan membantumu” ucapnya pada akhirnya. “kkk itu baru anak pintar” ujarku sambil mengacak pelan rambut lurus nya.

*Hyuna POV*
sesampainya di appartemen heechul, aku membantunya membersihkan ruang tamunya yg berantakan, lebih tepatnya sangat berantakan “aigo~ yeoja yg akan menjadi istrimu nanti pasti sangat menderita” ujarku sambil membereskan bantal2 yg berserakan “yg pasti istriku nanti harus yeoja yg rajin, yg mau membantuku membereskan rumah, tanpa mengoceh sepertimu” jawab heechul yg sempat sempatnya mehrong padaku saat dia sedang membersihkan karpet dengan vacuum cleaner.  Setelah sejam berlalu, ruang tamu yg tadinya lebih mirip gudang, kini sudah bersih dan rapih. Aku merebahkan tubuhku di sofa panjang milik heechul. Heechul datang membawa the hangat “hehe gomawo” ucapku sambil mengambil the itu, lalu meneguknya setengah. Heechul pun meminum teh nya. “krkk (?)”.”eeey kau lapar ya?” tanyaku pada heechul.  Dia mengangguk “hehe nona Cho yg baik, bisakah kau buatkan ramyeon untukku?” Tanya nya sambil memohon. Eumm aku juga lapar. “baiklah, akan ku buatkan tunggu sebentar ne?” jawabku lalu bergegas ke dapur.  Aku mencari cari dimana letak panci nya ya? Ah itu dia, aish kenapa tinggi sekali, aku mencoba berjinjit agar bisa mengambil panci, aigo kenapa tidak sampai, tiba2 seseorang tepat dibelakangku mengambilkan panci itu, akupun menoleh ke belakang dan alhasil jarak wajahku dengan wajah namja ini sangat dekat.

*Author POV*

Keduanya terdiam di posisi seperti itu, perlahan heechul mendekatkan wajahnya ke wajah hyuna, hyuna hanya bisa memejamkan matanya. Saat hidung mereka mulai bersentuhan ‘neo gatteun saram tto eopseo~’ terdengar suara ponsel heechul, reflek heechul menyerahkan panci itu kepada hyuna dan heechul pun langsung pergi mengambil ponselnya

*Hyuna POV*

Aku membuka mataku, ah wae? Kenapa tubuhku jadi kaku begini.. seketika aku mengingat kejadian beberapa detik yg lalu. Aku menggelengkan kepalaku “ah aniyaa, Cho hyuna sadarlah!” aku terus mengoceh sendiri. Mulailah aku memasak ramyeon untukku dan heechul.

*Heechul POV*

“yak! Chullie~ ramyeon nya sudah jadi, kajja makan” Teriak hyuna dari ruang makan “ne chamkamman” aku menaruh ponsel ku di kasur, lalu berjalan menuju ruang makan. Hyuna sudah bersiap dengan sumpitnya. “aish lama sekali, aku kan sudah lapar” ujarnya saat aku duduk di hadapannya “itukan hanya beberapa menit, kenapa kau bilang lama?”. “ish kau berisik sudah makan saja” hyuna menyuapi satu suap ke mulutku, kami terdiam sebentar. “hwaaaaaa panaaas , Yaak Cho hyuna! Kau mau membuat mulutku terbakar eo? Ramyeon ini masih panas” ujarku sambil mengipas ngipas (?) bibirku yg kepanasan. “habisnya kau terlalu babyak bicara, jadi ku suapi saja, ah aku lupa ramyeon itu masi panas” hyuna berkata dengan wajah innocent nya. “eum.. kajja makan lagi” sambungnya masih dengan wajah innocent, dengan bahagia (?) dia mengambil makanan itu dr panci, lalu menaruh nya di tutup panci, meniup nya, lalu memakannya. “seharusnya kau melakukan hal itu saat mau menyuapi ku” umpatku sambil melakukan hal yg sama dengan hyuna, namun dia tidak mendengarkanku, dia malah asik makan. Ckck dasar rakus, aku melanjutkan makan. “oiya, memakai dress seperti itu, kau habis darimana?” tanyaku di sela sela acara makan kami “aa~ tadi aku habis jalan-jalan sama Kai” jawabnya sambil tetap makan. ‘Kai lagi?’ “jalan-jalan sama Kai kau memakai dress, kenapa kaau berjalan-jalan denganku kau memakai pakaian biasa?” protesku. “memangnya untuk apa aku memakai dress hanya untuk berjalan-jalan denganmu?” ia menjawab sambil tetap makan “karena aku suka melihatmu memakai dress” ups kata-kata itu keluar begitu saja dr mulutku. Namun sepertinya dia tidak mendengarnya, aku menghela nafas lega

*Hyuna POV*

Mwo? Apa yg dia bilang tadi? Err tadi itu aku mendengarnya, tapi aku hanya pura-pura tidak dengar “sudah habis” ujarku sambil menaruh sumpit yg tadi ku gunakan ke meja. “kau lapar atau rakus?” ujar heechul sambil melihatku. “dua duanya” jawabku sambil mehrong, lalu membawa bekas makan kami ke dapur. Aku sedang bersiap memakai sarung tangan untuk mencuci piring. Tiba2 heechul ada di depan ku “nona Cho boleh aku bertanya?” Tanya nya. Aigo ada apa dengan bocah ini “aku menghindari nya, karena kurasa tadi itu jarak nya terlalu dekat “kau kan tinggal bertanya” jawabku. Namun lagi-lagi dia ada di depan ku. “apa kau menyukai Kai?” Tanya nya lagi. Aku tertawa, “aigoo tentu tidak, aku menyayangi kai seperti menyayangi adik ku sendiri, pertanyaan konyol” jawabku sambil mulai cuci piring. “aa~ geurom, siapa namja yg kau suka?” pertanyaan itu membuatku diam untuk beberapa saat “apa kau menyukai ku?” sambung nya lagi. Kenapa aku jadi terdiam begini? “kau terlalu percaya diri Tuan kim” elakku sambil menyiram nya dengan sedikit air “yaaak kau kan hanya perlu menjawab, kenapa kau menyiramku?” dia memprotesku lagi. “huh, berhentilah menanyakan pertanyaan konyol seperti tadi”. Kulihat wajahnya sudah benar-benar evil, terus-terus menatapku. “m-miyanhe” jawabku innocent. “yaaak! Cho Hyuna! Awas kau!” dia langsung berlari ke arahku, hyaaa gawat! Aku segera lari menyelamatkan diri “Ampun Chullie~” aku dan heechul jadi kejar-kejaran seperti di film india (?) *abaikan* aku melempar bantal kecil yg tadinya tersusun rapih di sofa “kau membuat bajuku basah! Kau harus bertanggung jawab” heechul terus terus mengejarku. ‘Greb’ dia berhasil menarikku dan dia.. memelukku?! Aku benar-benar membeku di pelukannya. “hahaha I got you!” ujarnya sambil masih memelukku, aku melepaskan pelukannya. Aish sial, kenapa aku jadi gugup begini “hyaaa! Kim Heechul apa yg kau lakukan?!” teriakku. “aku membuat bajumu basah juga” jawabnya innocent. Aku melihat kearah bajuku, ah dia berhasil, bajuku jadi sedikit basah juga.

*Heechul POV*

Kkk~ kalian tau? Itu hanya akal akalan ku saja agar aku bsia memeluknya

***

*Author POV*

HyunA asyik mendengarkan music dari earphone nya, sedangkan Heechul hanya meminum Orange Juice kesukaannya. “Heenim!” tiba2 seorang namja berambut coklat duduk disamping heechul “ey donghae~” heechul hi5 dengan donghae. Donghae menoleh kea rah hyuna. Hyuna masih asyik mendengarkan music. “Hyunaaa~” panggil donghae, “aigo, kalau begitu aku harus pakai cara lain”. Donghae mendekatkan wajahnya ke Hyuna. Sontak hyuna langsung menjauhkan wajahnya dari donghae, dia melepas earphone nya “sunbae~” protesnya sambil pout. “kkk~ miyanhe, habisnya kau kupanggil tidak menoleh” ucap donghae santai “aish, tapi kan sunbae..”. “sunbae, sunbae, ah lebih baik kau memanggil ku oppa” donghae memutuskan kata-kata hyuna, hyuna hanya bisa menuruti kemauan donghae “ne, arraseo sun- eh maksudku Oppa”

*Heechul POV*

Oppa? Kenapa hyuna tidak pernah memanggil ku oppa? Donghae lebih muda beberapa bulan dariku dipanggil oppa, kenapa tidak untukku? “Hyu~ aku juga ingin dipanggil oppa” ucapku. “oppa~” donghae memasang puppy eyes “kau harus minum obat hae” ujarku sambil mengacak2 rambut donghae. “yaaaak kalian berisik sekali” protes hyuna. “oiya, apa kalian akan berpartisipasi di acara sekolah kita minggu depan?” Tanya donghae. “ne aku ikut.” Jawab hyuna santai “woaaa, kau akan menampilkan apa hyu?” tanyaku antusias, padahal aku sudah tau jawabannya kkk~ “hehe dance, tapi sepertinya aku akan berkolaborasi dengan seseorang.” Jawab hyuna lagi. Mwo?! Andwae.. jangan jangan… dengan kai?. “jinjja? Dengan siapa?” Tanya Donghae lagi. Hyuna menatap kami –aku dan donghae- bergantian “kenapa kalian begitu penasaran?” ujarnya sambil terkekeh “tunggu saja nanti” sambungnya sambil memberi wink, dan diapun langsung pergi ke kelasnya, ya karena bel masuk baru saja berbunyi. Aaa~ aku benar2 penasaran .

~4 days later~

Akhir2 ini aku jarang pulang bersama hyuna, dia sibuk mempersiapkan penampilannya untuk acara sekolah nanti. Dan sampai sekarang aku belum tau siapa namja yg menjadi pasangan hyuna nanti. Aku menghela nafas sambil mengelus2 bulu kucing ku, heebum. Tiba-tiba hp ku bergetar. Ah! Ada satu pesan dari hyuna, segera aku membuka isi pesan

From : Hyuna

Aigoo~ kau benar2 penasaran kah? Sudahlah, kau kan tinggal tunggu penampilanku nanti :p

Aish bocah ini, aku mengetik pesan dengan kesal

To : Hyuna

Ayolaaah~

‘send’ namun stengah jam sudah, belum ada pesan yang masuk, hmm dia pasti sedang berlatih.

~2weeks later~
*HyunA POV*

Entahlah aku gugup, tiba-tiba ada yg memegang pundakku “sunbae, minum saja dulu, jangan terlalu nervous, kau pasti bisa” ternyata kai datang sambil memberikan ku segelas air putih. Aku mengambil gelas itu lalu meneguk nya sampai habis. “gomawoyo~ kau memang hoobae terbaik!” aku tersenyum pada kai. “HyunA dan Kai, cepat bersiap” kata seorang panitia menghampiri kami. Ini saatnya, aku akan menampilkan yg terbaik.

*Author POV*

Heechul duduk di kursi penonton, dia menunggu penampilan Hyuna. Tentunya dengan rasa penasaran. MC pun memanggil nama Hyuna dan Kai. Masuklah Hyuna ke stage, dia menampilkan lagu ‘Ice cream’ tidak hanya dance, dia juga menampilkan suaranya yg indah serta rapp yang keren. Dengan tarian yg energik dia membuat para murid yg menonton terpaku dengan penampilannya

‘Nan dalkomhan ice cream~ neon noga naeril geol sangkeuman ice cream!

Chocolate ice cream, naegaman pibu cheorom! Dalkomhan ice cream!

Naega mame deuro nayo? Ja geurom dagawayo? Geunyang meonghani chyeoda boji malgo~
saranghae jullae? Naman bwa jullae? Neo neo neo neon naege pug ppajyeo deul geol~’

Di pertengahan lagu, Kai masuk ke stage, lalu dia menjadi pasangan dance hyuna. *bayangin scene ini kek di MV HyunA – Ice cream di menit ke 03:10-03:13*

‘ I’ll melt you down like ice cream!’ musikpun berhenti. Hyuna kembali ke backstage, sementara Kini giliran kai. Kai menampilkan dance Exo – History. Penampilannya pun tidak kalah memukau. Siswa-siswa yeoja yg menonton dibuatnya terpesona. Setelah penampilan history selesai. Hyuna kembali ke panggung. Dan terdengarlah music dari lagu ‘Trouble maker’ kai dan Hyuna pun menampilkan koreo trouble maker dengan baik. Memang terlihat gerakan dance mereka sedikit hot *plakk*

*Heechul POV*

Woaaa hyuna benar-benar keren! Aaa~ jadi kai adalah pasangannya? Hmm gwaenchana dia kan hanya menemani hyuna perform sebentar. Aku meyakinkan diriku. Saat ini lagu History yg ditampilkan kai baru selesai, semua bertepuk tangan meriah. Namun hyuna kembali ke stage ‘mwo? Masih ada lagi?’ lalu terdengar lagu trouble maker. Rasanya hatiku benar2 panas melihat hyuna menari seperti itu dengan namja lain. Err.. hyuna! Tarian itu terlalu sexy. Akhirnya setelah 3 menit, lagu itu selesai. Hyuna dan kai pun kembali ke backstage. Semua penonton bersorak untuk penampilan mereka yg benar2 keren. Aku menyusul hyuna ke backstage. “Sunbae! Tadi kau benar2 keren” terdengar suara kai. “ah gomawo, itu semua tidak akan terjadi tanpa bantuanmu” jawab hyuna. Setelah sedikit berbincang kai pun pergi. Aku langsung menemui hyuna. “aigo, tarian mu tadi terlalu hot nona cho” ucapku. Dia malah tertawa “hot bagaimana?” jawabnya dengan wajah innocent. “iya, bahkan kalian hampir berciuman” aku memasang tampang kesal. Dia mendekatiku. “eo? Lalu kenapa kalau kami hampir berciuman?”. “aku tidak suka” jawaban itu keluar dr mulutku. Dia tertawa lepas. Aish kenapa dengan mulutku ini rutukku dalam hati “kau.. cemburu?” Tanya hyuna lagi. “ya! Aku cemburu, aku tidak suka melihatmu dengan namja lain, aku tidak menyukai itu Cho Hyuna!” Babo heechul… rasanya aku ingin menarik kata-kataku tadi. Ah ini benar2 memalukan. Hyuna tidak merespon, dia malah terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

~1weeks later~

Terdengar dentunan music Trouble maker dari ruang latihan dance. “ya begitu” hyuna mengomentari dance heechul. ‘ni ip sureul tto humchigo meolli daranabeoryeo~’ chu~ dengan cepat heechul mencium bibir hyuna. Wajah hyuna langsung berubah merah. “chagi~ wajahmu memerah” goda heechul pada yeoja chingu nya. “miyan aku tidak sengaja melakukannya” sambung heechul sambil tertawa lepas. “yaaaaak! Kim Heechul!” hyuna memukul pelan dada heechul, seketika heechul  menahan tangan yeoja chingunya. “jangan marah begitu, kau terlihat tambah cantik kalau seperti itu” dan sukses membuat wajah hyuna kembali blushing. Heechul mencium pipi yeoja chingunya. “saranghaeyo Cho hyuna” entah sudah keberapa kali heechul mengucapkan kata2 itu hari ini. Tiba-tiba hyuna berjinjit dan memberikan kisseu tepat di bibir heechul “na do saranghae Kim Heechul”. “Yaaak! Panggil aku oppa!” protes heechul. “baiklah, na do jeongmall saranghae heechul oppa” mereka pun berpelukan.

-The End-

A/N : gaje? Aneh? Maap ya reader -_-V hanya ini yg bisa author sembahkan (?), dan karena ff author yg aneh bin gaje ini, author butuh banget komen dari kalian. Gomawo udah baca ff ini^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s