Wind (Part 2 END)

cover ff Wind

Tittle : Wind (Part 2)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경)

Cast : Lee Hyuk jae (SJ Eunhyuk)

Choi Jina (G.Na)

Genre : romance, comedy

Length : twoshoot

Rating : PG

 

“oppa~ kau ada di dorm kah?” tanyaku pada hyuk oppa lewat telpon “ne chagi, kau mau kesini? Kkk~ aku tidak bisa meninggalkan choco, dia sedang manja sekali padaku” ucapnya sambil cekikikan. “ne-ne, aku kesana tunggu aku oppa” jawabku sambil tersenyum. “hati-hati chagi” aku menutup telpon dan segera melajukan mobil ku kearah Dorm Eunhyuk oppa, namja chingu ku. Untungnya hari ini aku dan hyuk oppa sama-sama tidak ada jadwal, jadi kami bisa bertemu. Hm? Sudah sampai ternyata. Aku berjalan menuju dorm lantai 11. Aku menekan bel appartemen itu. Tak lama kemudian pintu dibuka, terlihatlah namja yg sedang menggendong seekor anjing coklat. “chagiyaa~ yak choco beri salam pada mommy” kata hyuk pada choco. Choco menggonggong “owaaa choco pintar ya” jawabku sambil tertawa kecil. “kajja masuk chagi” kata eunhyuk sambil merangkulku. Terlihat shindong oppa sedang menonton TV bersama Ryeowook oppa. “eh? Jina~ Annyeong” kata Ryeowook yg menyadari kehadiranku. “annyeong oppa”. “kalian mau jalan kah?” Tanya Teuk Oppa yg tiba-tiba ada di ruang tengah. “kkk~ ne, rencana nya begitu” jawab hyukjae sambil menimang (?) choco. “kalau begitu cepat mandi manusia teri!” Donghae oppa melempar handuk pada hyuk. “jina aku mandi dulu ya, kau mau ikut?” ‘Pletak’ Hyuk oppa mendapat jitakan dari shindong “yak ini masih pagi, jangan berpikir  yadong hyukjae” omel shindong. “ish, arrachi hyung~ cho, kau sama mommy dulu appa mau mandi” oppa berbicara pada choco (?) lalu menyerahkan anaknya /eh maksudku menyerahkan choco ke padaku. “bye chagi~ tunggu aku ya” lalu dia pergi ke kamar mandi

***

*Eunhyuk POV

“kacamata ini cocok untukmu oppa” aku sedang dipakaikan sebuah kacamata oleh jina. “aku dipakaikan apa saja tetap tampan chagi” kataku sambil memasang tampang cool. Jina mengacak rambutku “kau benar-benar narsis oppa”.”tapi memang benar kan?” aku tetap memasang tampang cool ku. “aigoo~ ne ne my anchovy oppa memang tampan” dia kemudian tersenyum. Lalu diam beberapa detik menatap wajahku. “aku tau aku tampan, kau bisa sepuasmu memandangi wajah tampan ku, tapi bukan disini tempatnya chagiya” kataku sambil mehrong. “kkk~ dasar kau ini oppa, kajja bayar sunglass nya, aku suka kau memakai ini”. Kami menuju kasir dan membayarnya. “chagiyaa~ aku lapar, ayo makan, aku ingin pasta buatanmu” aku menggandeng tangannya menuju parkiran “hmm~ baiklaah, ayo ke appartemenku” jawab jina sambil tersenyum.

“Pasta Ala cheff jina siap” seru jina sambil membawa 2 piring berisi pasta buatannya. “owaaa Jjal Mokgetsemnida”aku langsung menyantap pasta favorit ku. “eh? Kau juga harus makan chagi” aku menyuapi satu suap pasta untuk kekasihku. “kau pintar membuat pasta chagi kkk~” aku melanjutkan makan. Drrtt drrrtt “Yoboseyo? Eung… arraseo~”. Kulihat jina yg sdang memakan pasta sambil melihat ke arahku “miyanhe chagi~ oppa harus pergi, ada schedule mendadak, miyan date kita hari ini harus ditunda..lagi” aku berbicara sambil menunduk. Ini sering terjadi saat kami sedang kencan, disaat kami punya kesempatan berdua.

GNa POV

Aku berdiri lalu memeluk hyuk oppa “gwaenchana~ pergilah, lain kali kan bisa kita lanjutkan” aku melingkarkan tanganku di leher hyuk oppa lalu tersenyum meyakinkan aku baik-baik saja. “gomawo chagi” dia mengecup bibir ku. “gomawo pasta special nya ~” lalu dia menghilang dari pintu appartemen.

Eunhyuk POV

Aku keluar dari appartemen jina sambil memasang sunglass dan hoodie ku, lalu berjalan santai ke lift. ‘Ting!’ ternyata sudah samapi di lantai bawah, aku keluar dari tempat itu, hmm angin berhembus kencang, tak sengaja hoodie ku terbuka aigoo~ kenapa bisa terbuka? “hey? Kau Super Junior eunhyuk kan?” Tanya seorang pria paruh baya yg ada di depan ku. “ne, aku eunhyuk, ada apa?”.”Kyaaa! itu Eunhyuk oppa” “aaa~ Aku harus dapat tanda tangannya” kyaaa ottohke? Penyamaran ku gagal, aku hanya bisa memberikan senyum ku kepada fans, lalu perlahan pergi ke mobilku. “fuuuh untung mobil nya dekat” aku melajukan mobil ke dorm.

*Eunhyuk POV

-1 week later-

Aku meneguk air mineral yg tersedia. Fuuh sangat melelahkan ‘drrt drrt’ “yoboseyo chagi?”. “belum, aku belum makan, bagaimana denganmu?”. “kau harus makan chagi~”. “baiklah aku akan kesana tunggu aku chagi” klik aku menutup ponselku. “apa itu jina?” Tanya donghae yg duduk di sebelahku. “ne, aku akan ajak dia makan di dorm hehe, makan di luar banyak resiko, aku takut ada wartawan atau fans yg melihat” jelasku. “yap, itu lebih baik, baiklah sana cepat kau bilas, lalu jemput dia” kini yesung angkat bicara. “gamsa hyungdeul” aku segera bilas untuk meghilangkan bau keringatku kkk~

*GNa POV*

Aku memasuki mobil berwarna putih “apa sudah lama menunggu?” Tanya hyuk oppa sambil menyetir. “kkk~ aniya, aku juga baru keluar dari gedung cube, hmm~ oppa, apa tidak apa kita makan di luar lagi? Eung… aku sedikit khawatir ada yg melihat kita” ujarku. “aniyaa, kita tidak akan makan di luar, kita akan makan di dorm ku, masakan ala Chef ryeowook sangat lezat loh” hyuk oppa memberikan wink nya. “owaaa, aku tidak sabar mencoba nya” jawabku senang.

“oso oseyo jina-ya” ujar shindong oppa yg membukakan pintu untuk kami. “annyeong oppa, kkk~” jawabku sambil sedikit membungkukan badanku. “makanan sudah siap, ayo makan” sungmin oppa mengajakku ke ruang makan. “hyung, teganya kau mengajak jina makan dan melupakan nasib ku” kata hyuk oppa yg masih di depan pintu. “aigoo~ kau tinggal berjalan ke ruang makan, teri” kata donghae oppa sambil menarik eunhyuk. Kkkk~ ada ada saja mereka ini. “hmm~ apa aku merepotkan kalian oppadeul?” tanyaku agak ragu. “tentu tidak jina, kami malah senang ada yg mampir di dorm kami, apalagi yeoja, aku bosan bertemu namja terus” ungkap kyuhyun yg dihadiahi jitakan dari eunhyuk. “jangan genit pada yeoja ku, dasar bocah evil” kyu hanya mehrong pada eunhyuk. “yak! Sudahlah saatnya makan” ujar sang leader menyudahi kelakuan para dongsaengnya. “jjal Mokgetsemnida” semua makan dengan lahap, kulihat shindong oppa dan eunhyuk oppa mulai makan dengan ganasnya (?). “makanan ini benar2 enak, wookie oppa memang pandai memasak” kataku setelah mencoba beberapa sendok sup kimchi buatan wookie oppa “eh? Kau suka? Kkk~ syukurlah kalau begitu” ujar wookie oppa sambil melanjutkan makan nya. 5 menit kemudian kami semua sudah selesai makan. “gomawo untuk makanan yg lezat oppa” ujarku pada wookie oppa. “cheonma jina-ya” jawab wookie oppa dari dapur. “oiya, oppa mau menunjukan sesuatu padamu” hyuk oppa menarik tangan ku kea rah kamarnya. “owaa, kamarmu bersih sekali oppa” aku mengamati kamar ini, lalu duduk di kasurnya yg empuk. “oiyadong” jawab hyuk oppa bangga, lalu dia mengambil sebuah kotak kecil dari laci di sebelah kasurnya.

*Hyuk POV*

Aku akan memberikan jina sebuah benda yg masih ku simpan sejak dulu kami putus.

-flashback-

“miyan oppa, aku ada pemotretan, aku tidak bisa datang, miyanhe” terdengar suara jina yg menyesal dari sebrang sana. “ne chagi, tak apa, semangat ya” jawabku, lalu menutup telpon. Sudah sebulan kami tidak bertemu. Dia semakin sibuk sejak dia debut. Aku menatap kotak yg sudah kusiapkan dari jauh hari. Bahkan dia lupa hari ini adalah anniv kami. Aku sudah menyiapkan makan malam dengan light candle untuk merayakan anniv kami. Rencana nya aku akan memberikan cincin ini padanya. Tapi…. Yah aku memang harus mengerti keadaannya yg berbeda sekarang. Akupun pulang ke dorm.

-flashback end-

Aku duduk di sebelah jina, lalu meraih jemarinya, memakai kan cincin berpahatkan huruf ‘LHJ’ pada bagian dalam cincin itu ke jari manis wanita yg ku cintai ini. “oppa… ini sangat indah” ujar jina menatap jarinya. Aku menunjukan cincin yg terpasang di jari manis ku, aku melepasnya, “lihat, disini ada huruf ‘CJN’ Choi Jina” ujarku sambil tersenyum. Jina melepas cincin yg tadi kupakai kan, dan melihat ke bagian dalam cincin “ LHJ, kau milikku oppa” ujar jina lalu memelukku. “kau tau? Cincin ini daridulu sudah kusiapkan” aku berkata sambil terkekeh. “gomawo oppa~” jina menyenderkan dagu nya di pundakku. “kkk~ kau suka?” tanyaku, “nomu joha” jawabnya. “eh, kau mau nonton dvd?” Tanya ku pada jina. “ne, hmm~ film apa ya yg bagus” jina mulai beranjak ke rak dvd milikku, lalu melihat2 koleksi dvd ku. “oppa~ ini dvd apa?” Tanya jina sambil menunjukan dvd… err… aish gawat. “eng… bukan apa-apa kok chagi” jawabku sambil nyengir. “aigoo~ kau ini oppa, otak yadong mu belum hilang?” Tanya jina sambil memberikan death glare nya. Aku hanya menunjukan gummy smile ku. Drrt drrt drrrt ponsel jina bergetar. “yoboseyo? Aa~ ne oppa, ne aku akan kesana” ‘pik’ jina menutup telpon nya.”hufft aku harus kembali ke cube build sekarang oppa.”. “baiklah, aku antar” aku menggandeng jina keluar dari kamarku. “Oppadeul, aku pamit dulu ya” jawab jina pada semua member yg ada di ruangan. “hyungdeul, aku antar jina dulu”. Lalu kami berangkat ke gedung cube.

-3 hari kemudian-

“Hyukjae! Coba lihat ini” seru sungmin hyung padaku. Aku langsung mendekati sungmin hyung yg sedang duduk di depan laptop nya. “Super Junior Eunhyuk terlihat di gedung Cube Entertainment” aku membulatkan mataku. Lalu melihat kea rah sungmin hyung dengan pandangan ‘apa yg harus kulakukan?’. Aku membaca komentar2 yg ada di bawah artikel itu “apa yg eunhyuk lakukan di cube?”.”apa dia bertemu dengan kekasihnya?”.”Cube adalah agensi dari mantan pacarnya, G.Na, apa dia ke sana untuk bertemu G.Na?” ding! Komentar itu tepat sekali.

*G.Na POV*

‘unnie~ apa kau sudah tau berita terbaru hari ini? Waktu eunhyuk oppa mengantarmu ke cube, ternyata ada seorang wartawan yg memotretnya keluar dari cube, dan ini sudah tersebar di internet’ sms dari hyuna membuatku kaget pagi ini. Ottohke? Eunhyuk oppa dalam keadaan bahaya, aku takut ini akan menjadi masalah besar. Aku segera menelpon hyuk oppa. “oppa~ miyanhe”.”ini bukan salahmu chagi, tidak perlu minta maaf” ujar eunhyuk oppa. Tapi tetap saja aku merasa bersalah.. “miyanhe~ seandainya kau tidak mengantarku tempo hari, ini tidak akan terjadi” aku mulai terisak, aku sangat bingung dan takut saat ini. “yaak~ ulljima chagiya, sungguh ini akan baik-baik saja, tenanglah, aku bisa membereskan semuanya, sekarang kau harus tenang, agar aku tidak khawatir padamu” eunhyuk oppa mencoba membuatku tenang. Aku berhenti menangis. “baiklah, satu2 nya cara agar ini tidak menjadi masalah besar.. eung.. kita tidak bisa bertemu dulu chagi, mungkin seminggu. Aku pikir akan banyak yg mengawasi  kita?” hyuk oppa menjelaskan padaku. “ne oppa.”. “oppa akan sering menelpon mu kok,

ohiya, apa kau sudah sarapan? Jangan lupa makan chagiya, ehm.. sepertinya ada urusan yg harus oppa selesaikan.” Kata hyuk oppa lagi. “nanti aku akan makan oppa, oppa juga harus sarapan ne? baiklah kalau begitu tutup saja telponnya, annyeong oppa” lalu hyuk oppa menutup telponnya.

***

‘pik’ aku menatap layar ponselku. Entah sudah berapa kali aku mencoba menghubungi hyuk oppa, tapi.. tidak di angkat. Oke, aku engirimnya pesan singkat

To : my Anchovy

Ini sudah waktunya makan siang^^ jangan lupa makan siang ne? bogoshippoyo :*

Aku menekan tombol ‘send’. Aku kembali menyenderkan tubuhku di sanggahan kursi di belakangku. “jina, saatnya penampilanmu, segera bersiap” kata seorang crew kepadaku, aku mengangguk dan tersenyum. Lalu aku pergi ke stage untuk penampilan comeback stage ku ‘2Hot’

***

Aku menghirup udara pagi dari balkon appartemenku, sambil melihat pemandangan sekitar. Pagi ini terasa dingin, mungkin sebentar lagi akan musim dingin. Aku menyesap greentea dari cangkir bermotif bunga tulip itu. Tapi aku merasa tidak nyaman, seakan ada sesuatu yg mengganjal. Hm, benar, aku merindukan anchovy ku. 2 minggu tidak bertemu dengannya, huff benar2 menyiksa. Aku kembali mengecek ponselku dan sangat berharap ada telpon atau paling tidak pesan singkat dari anchovy ku itu. Tapi hasilnya nihil, tak ada apapun yg masuk di ponselku. Aku menatap wallpaper ponselku, hyuk oppa. Aku menatap langit. ‘greb’ tiba-tiba ada yg menutup mataku dari arah belakang. Aroma perfume ini, ini tidak asing bagiku, senyum ku kian melebar. Aku memegang tangan yg menutup kedua mataku. “teganya kau menyiksa ku dengan perasaan rindu padamu oppa” jawabku sambil membalikkan badanku. Terlihat pria yg sangat aku rindukan dia memberikan tanda untuk memelukku sambil menunjukan gummy smile khasnya, tanpa babibu aku memeluk tubuh anchovy-ku. “jeongmall miyanhe chagiya sungguh aku tidak bermaksud menyiksamu kkk~”. “kenapa kau tidak mengangkat telpon ku atau membalas pesan singkat dariku?” aku melipat tangan di dada. “soal itu, ponsel ku hilang di sekitar namsan.” Jawab hyuk oppa. lalu hyuk oppa mengambil sesuatu dari kantung dalam jas nya. “maafkan aku gina jane choi” ucapnya sambil memberikan bunga_____ padaku. Dengan senyum merekah aku mengambil bunga itu. “hmm~ kau harus dihukum karena ini mr.Lee” ujarku sambil memanyunkan bibirku. “maksudmu hukuman ini?” dia mengecup pelan bibirku. Lalu mehrong. “aku yg duluan menghukummu mrs.Choi”.”yaaak! harusnya aku yg menghukummu” dia berlari memasuki apprtemenku. Akupun mengejar nya diselingi tawa dari kami berdua.

***

‘Selca mesra Super Junior Eunhyuk & Soloist G.Na tersebar di Internet’ seketika aku melotot melihat header sebuah forum yang sedang ku buka. Disitu terpampang jelas selca ku dan Gna. Di foto itu, aku sedang bersender di bahu jina, ‘Brakk’ Donghae membuka pintu kamar ku dengan cepat “hyukjae… kau dalam bahaya” aku semakin gugup, aku tidak takut mendapat teguran dari manager atau direktur sooman. Aku mengkhawatirkan jina. Aku yakin dia pasti akan mendapat banyak haters.

*GNA POV*

Aku terduduk lemas di sebuah sofa di appartemen ku. Selca itu.. ah aku yakin ini akan jadi scandal besar, yang mengancam karirku dan hyuk oppa. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa berfikir jernih saat ini. Fikiran ku benar-benar kacau. Oh god, kuharap ini hanya mimpi buruk, aku menepuk pelan pipiku, sial inilah kenyataan. Selang 20 menit kemudian, manager ku sudah berada di appartemen ku. “jina.. kajja kita ke cube build. Hong direktur sudah menunggumu” aku hanya pasrah mengikuti kata-kata managerku. “jina, bukan hal yang mudah bukan jika seorang idol berpacaran? Apalagi dengan super idol seperti eunhyuk” hong direktur menasihatiku, terlihat dari wajahnya dia benar-benar kecewa padaku “jeongmall miyanhe aboji” aku tertunduk menyesal. Bagaimana tidak? Membuat direktur kecewa rasanya seperti membuat appa ku sendiri kecewa. “pihak cube dan pihak SM akan menggelar conferensi pers besok. Kuharap kau tidak terlambat” sambung hong direktur lagi “algesseumnida” lalu akupun keluar dari gedung cube. Aku kembali memakai kacamata hitamku. Apa mungkin lebih baik aku minum kopi dulu untuk menenangkan pikiran ku? Aku menuruti kata hatiku. Aku melajukan mobilku ke sebuah café tempat yang biasa ku kunjungi untuk melepas lelah. “silahkan dinikmati nona” seorang pelayan meletakkan cappuccino di meja. Sambil memikirkan langkah apa yang harus kulakukan, aku meminum cappuccino itu sedikit demi sedikit. Namun mungkin karna melamun cappuccino itu tumpah ke dress putih ku. “aish merepotkan” segera aku berjalan ke toilet untuk membersihkan sedikit tumpahan cappuccino tadi. Aku menyalakan keran lalu membersihkan baju ku. “kau tau? Aku sangat membenci yeoja itu, berani sekali dia mengambil hyukjae-ku” ujar seorang yeoja yang baru masuk ke toilet. Mereka terus berbincang sambil mencuci tangan di keran yang ada di sebelahku. “bukannya kau choi jina?” Tanya teman yeoja itu sambil menunjuk ke arahku. “hey itu benar, dia choi jina” yeoja yang daritadi memperhatikanku, meyakinkan. Tiba-tiba salah satu orang itu langsung memaki maki ku “Berani nya kau berselca mesra dengan hyuk oppa kami!” dia mendorong bahu ku. Aku memlilih untuk diam dan berjalan keluar pintu toilet, namun aku kalah cepat mereka menahan tanganku, dan menyudutkan ku ke tembok. Lalu dengan segera mereka menampar ku “ini balasan untuk yeoja murahan sepertimu”. “yaaa! Hentikan!” aku meronta agar aku bisa lepas dari mereka, tapi cengkraman tangan mereka di lengan ku benar-benar kuat. Aku hanya bisa berharap ada yang menolongku di situasi seperti ini. Mereka menendang betis ku, dan juga memukul perutku. Ah ini benar-benar sakit, aku rasa aku mulai sulit untuk berdiri. Setelah selesai menyiksa ku mereka melepaskan lenganku “jangan coba-coba berurusan dengan bias kami!” lalu mereka pergi. Akupun terduduk di lantai, sudut bibirku mengeluarkan darah. Kini aku tidak bsia bergerak. Aku meraih ponselku yang berada di dekatku. Segera aku menelpon panggilan cepat, aku tidak peduli itu nomor siapa, yang penting ada yang menyelamatkan ku “yoboseyo?” terdengar suara seorang namja “tolong aku..” hanya itu yang bsia kuucapkan, lalu tiba-tiba penglihatanku menjadi gelap

*Eunhyuk POV*

“yoboseyo” aku mengangkat sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal di ponsel ku “eunhyuk-ssi? Apa ini kau?” terdengar suara seorang namja “ne ini aku, nugu?”. “aku junhyung, yong junhyung” jawab suara di seberang sana “aa~ begitu, ada apa junhyung-ssi?” tanyaku “jina, jina ada di rumah sakit sekarang” aku membulatkan mataku. “MWO?! Dia kenapa?!” aku sangat cemas sekarang “dia di serang oleh seseorang. Terlihat dari luka yang dialami nya di wajahnya, kini dokter sedang memeriksa nya. Aku menelpon mu karena ku kira kau harus mengetahui ini. Kalau begitu kututup dulu” lalu sambungan terputus. Aku menyenderkan badan ku di tembok. Ottohke? Ini baru selang beberapa jam dari scandal yg baru beredar itu, tapi sudah ada haters yang melukai jina. Jujur aku benar-benar merasa seperti namja bodoh yang tidak becus melindungi yeoja-chingunya. Aku tertunduk lemas, jina begini karena aku, awal dari masalah ini aku, ini semua benar-benar salah ku.

*Author POV*

Jina mulai membuka matanya, setelah membiasakan diri dengan cahaya yang ada di ruangan itu, jina mulai melihat ke sekelilingnya “eonni! Kau sudah sadar?” terlihat Hyuna langsung menghampiri jina. Ya Hyuna, junhyung, hyunseung, Jihyun dan Jiyoon sudah ada di ruangan itu sejak junhyung memberitau mereka. “apa ini rumah sakit? Apa yang terjadi denganku?” Tanya jina dengan suara parau. “noona ada di rumah sakit” jawab hyunseung sambil mendekat kearah ranjang tempat jina berbaring, sementara Jiyoon memanggil dokter. “syukurlah eonni sudah sadar” jihyun memeluk jina. Jina mulai mengingat kejadian yang ia alami, dimana ia di siksa dua orang yeoja di sebuah toilet. ia masih takut untuk mengingat kejadian itu.

*Jina POV*

‘Eunhyuk oppa.. aku benar-benar membutuhkan mu sekarang’ aku takut.. sangat takut tepatnya. Beberapa menit kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan ku “nona, akibat pukulan itu lambung anda sedikit terluka, tapi kami sudah mengobatinya, jadi ini masa pemulihan, anda harap bersabar. Nona harus banyak istirahat” ujar dokter itu padaku. Aku hanya mengangguk karena aku masih lemas sekali. “gomawoyo dokter” Junhyung mewakili ku untuk mengucapkan terimakasih pada dokter itu.

***

1 hari..

4 hari…

1 minggu..

Aku menghela nafas, eunhyuk oppa belum menjengukku sama sekali, tidak ada pesan atau pun telpon darinya. ‘oppa.. oddiseo?’ tiba-tiba pintu terbuka, aku berharap eunhyuk oppa yang datang menjengukku “selamat pagi nona choi jina, aku akan memeriksa keadaan mu dulu” ujar seorang dokter dengan ramah “ne dokter” aku berbaring dan membiarkan dokter memeriksa keadaan ku “selamat nona sudah bisa pulang hari ini” . “nde, jeongmall khamsahamnida dokter” aku tersenyum mendengarnya.

**

“annyeonghaseyo oppa” ujarku saat Yesung oppa membukakan pintu dorm SJ untukku “eo? Jina-ya, bagaimana kabarmu? Kudengar kau masuk rumah sakit ya minggu kemarin?” aigo, apa dia sengan menginterogasi ku? “oppa, pertanyaan mu terlalu banyak ._. eumm aku baik-baik saja sekarang. Oiya, dimana hyukjae oppa?” tanyaku langsung. “ah sayangnya hyukjae tadi sedang keluar” jawab yesung oppa singkat. “aa~ begitu ya” aku kembali menghela nafas. “sebaiknya kau masuk dulu jina” yesung oppa mengajakku masuk “ah tidak perlu oppa, aku ada urusan lain, aku pergi dulu. Annyeong” aku sedikit berbungkuk lalu berjalan menuju lift. Pintu lift mulai terbuka, akupun berjalan masuk ke lift. Namun mataku memanas ketika melihat pemandangan di depan ku. “oppa..” aku tidak percaya dengan apa yang kulihat sekarang, hyuk oppa sedang merangkul mesra seorang gadis di sampingnya. Aku keluar dari lift dan memilih menuruni tangga darurat. Air mata ku tak bisa kutahan lagi, hatiku benar-benar sakit. Aku terus mengelap air mataku dengan punggung tangan ku. segera ku kendarai  mobil ku ke arah appertemen ku. aku segera berbaring di tempat tidurku sesaat setelah sampai di appartemen ku. masih terekam jelas di otakku saat kulihat eunhyuk oppa dengan mesranya merangkul seorang gadis. ‘jadi dia sengaja tidak menemui ku?’ jadi selama ini dia memang sengaja tidak menghubungiku? Baiklah… aku mengerti. Ini benar-benar kenyataan yang sulit kuterima, kutatap cincin bertuliskan ‘LHJ’ yang melingkar di jari manisku. “aku benar-benar babo” ujarku sendiri. Ya, babo karena begitu saja percaya dengan kata-kata nya, kata-kata manisnya yang sebenarnya racun untukku sendiri.

*Eunhyuk POV*

Jeongmall miyanhe chagiya… aku melakukan ini untuk kebaikanmu, aku tidak mau kau terus tersiksa jika terus bersama ku. itulah yang ada di otakku saat ini. “hyukjae kau sudah melakukan hal yang benar” aku meyakin kan pada diriku sendiri.

***

*GNA POV*

Untuk terakhir kalinya aku menghadiri variety show ‘strong heart’ terakhir kali? Ya, aku sudah memutuskan untuk melanjutkan karir ku di Negara kelahiran ku, Canada. “ne, aku mengucapkan banyak terimakasih untuk semua yang telah mendukungku, GNi’s, Cube Family kalian adalah keluarga ku, aku sangat senang bisa menjadi bagian dari Cube Ent. Kuharap aku bisa lebih sukses nantinya” pesan terakhirku saat closing. Kebetulan semua member Cube Ent hari ini datang ke acara Strong heart. Mereka memelukku dan bahkan menangis “sudahlah, kita kan bisa berkomunikasi Hyuna” aku mengelap air matanya. Setelah acara strong heart aku langsung pergi ke airport, aku memutuskan untuk tidak menetap di korea lagi. Ini akan semakin membuatku tersiksa disini. Mengingatkan ku tentang namja yang membuatku jatuh cinta lalu menghianatiku begitu saja. “goodbye seoul, goodbye anchovy oppa” aku menatap cincin yang dengan indahnya melingkar di jari ku, dengan segera kulepaskan dan membuangnya ke sembarang tempat. Sebenarnya aku sangat ingin menyimpannya, tapi kalau aku mnyimpannya itu hanya akan membuatku terus teringat pada hyukjae.

*Eunhyuk POV*

Aku menatap layar TV, aku menonton variety show ‘strong heart’ dia memang menjadi bintang tamu disitu. Aku.. sebenarnya merasa bersalah padanya. Tapi inilah yang harus kulakukan, meskipun aku akan dikenang ‘bad guy’ olehnya, tapi kurasa itu yang terbaik. Jeongmall miyanhe Jina-ya, saranghae..

END

A/N : fuuh akhirnya selesai ni ff -_- map author ngaret *ditimpuk ddangkoma sama readers* abisnya author sibuk nih *sok sibuk dah -_-* jadi baru sempet terusin ini ff. gimana? Sad nya gak ngena ya? Wakakk maafkan author ya, namanya juga author jadi-jadian *eh* maksudnya author newbie. Sebagai newbie author butuh banyak komen dan saran ^^. Gomawo untuk yg udah baca ff ini

Iklan

4 thoughts on “Wind (Part 2 END)

    • abisnya eonni udah keseringan bikin yg happy ending :/ jadi skali2 pengen bikin yg sad, jinjja sampe nangis? duh senangnya ada yg terharu baca ff ini *ssot ingus di baju hyuk* gomawo ya udah Comment 😉 sequel? di usahain ya hehe^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s