FF To my Juliette (part 2)

Tittle : To My Juliette (Part 2)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성 은경) (https://sushinff2.wordpress.com)

Cast : Member Super Junior & SHINee

Genre : Romance

Length : Chaptered

Rating : PG

Warning : typo bertebaran, jalan cerita gaje *readers kabur*jangan lupa komen yeee *tunjuk2 readers bareng sooman*

A/N : Readers miyanhe *bow* lama ngepos, ini ide nya sempet mampet *dikata pipa kali ya mampet* kkk dan author memang lagi sibuk /ngeles/ jadi baru sempet selesai in ini FF abal, hihi walaupun abal tapi tetep wajib komen ne? kasian dong sama author yg panas dingin ujan badai /halah/ berusaha lanjutin ini FF *readers : padahal kaga nunggu kelanjutan* wkwk yaudah happy reading!^^

*Jihyun POV*

Aku membuka mata ku saat cahaya matahari menerobos kea rah kamarku lewat jendela. Ini hari ke-7 setelah sungmin oppa pergi. Aku mengambil ponsel ku, berharap ada pesan yg biasanya membuat senyum ku merekah setiap pagi. Sejak 7 hari yg lalu tidak ada pesan ataupun telpon dari sungmin oppa, seperti biasa pesan yg masuk di ponsel ku ada 2, yaitu dari sungmin oppa dan jonghyun, namun aku selalu mengabaikan pesan dari jonghyun, dan tidak pernah lupa membalas pesan sungmin oppa. Aku mengacak rambutku kenapa namja itu dengan seenak nya masuk ke hatiku, lalu keluar dengan tiba-tiba? Tidak taukah oppa? Kau membuatku tersiksa! Air mataku kembali jatuh. Ah sepertinya air mataku sudah terlalu banyak keluar. Semuanya karena dia, karena dia aku tersenyum, karena dia aku tertawa, karena dia aku menangis, dan karena dia aku tersiksa! Itu semua karena mu lee sungmin!

*jonghyun POV*
From : Sungmin

Jihyun, kuserahkan dia padamu, kau jangan pernah sekalipun menyakitinya, kau harus menjaganya. Jangan pernah lelah membuatnya mencintaimu. Aku mempercayaimu Kim Jonghyun.

Itulah pesan yg kuterima seminggu yg lalu. Sungmin menyerahkan Jihyun padaku? Sungguh aku benar-benar tidak menyangka ini. Ini pasti sangat berat baginya. Dan juga bagi jihyun. Aku makin memantapkan hatiku untuk merebut hatinya. aku mengarahkan mobilku kea rah seoul national university , tempat tunangan ku kuliah. “nona, ayo pulang dengan ku” ajakku saat sudah ada di depannya, seperti biasa dengan ekspresi dingin, dia hanya menjawab se adanya “tidak, aku akan pulang dengan taxi” dia berjalan mendahuluiku. Namun aku terus menyusulnya “kau yakin?” tanyaku lagi. “Kim Jonghyun! Berhenti menggangguku!” dia mulai membentakku. Ah kurasa dia mulai kesal padaku. Dia kembali berjalan menjauhi ku.

*JIhyun POV*

Apa yg dia ingin kan eo? Dia terus-terus membujukku untuk pulang dengannya. Aku berjalan dengan cepat. “aww” sial, heels ku lepas. Aku melepas satu high heels ku. dan mulai berjalan lagi, aish kenapa rasanya sakit. “sudah kubilang, aku akan mengantarmu pulang.” Terdengar suara jonghyun dibelakang ku. aku hanya mengangguk pasrah.

*Jonghyun POV*

Sekarang jihyun ada di punggung ku, dia diam. Tidak berbicara sama sekali. Sesampainya di mobil, aku menurun kan jihyun. “gomawo”ucapnya pelan, namun masih bisa kudengar. Aku tersenyum “cheonma, ppali naik, aku akan mengantarmu” dia hanya menurut lalu masuk ke mobil ku. akupun melakukan hal yang sama.  Selama perjalanan jihyun hanya diam saja sambil melihat kea rah jalan, entahlah apa yang dia pikirkan. ‘grkk’ *anggep aja suara perut ya -_-* aku menoleh kea rah jihyun “kkk kau lapar?” jihyun tampak malu, dia menggeleng berbohong “t-tidak, siapa bilang” dia berusaha mengelak. Beberapa menit diam ‘grrrk’ kali ini jihyun yang menoleh. “kau juga lapar ya?” dia tertawa kecil. Aku tertegun sebentar melihat nya. Jarang sekali dia tertawa di depan ku. ‘yeoppo..’. “iya aku lapar hehe, bagaimana kalau kita makan malam dulu di restoran langganan ku? bibimbap disana sangat enalk loh”. “kau sedang promosi eo?” jihyun menjawabnya sambil tertawa lagi. Aigo benar-benar ingin kucubit pipinya. “yaaa aku serius, baiklah kita makan dulu” “aniyaa aku mau pulang” Jihyun menolaknya. “habis ini kan pulang, sudah akan ku traktir” aku memarkir kan mobil ku di depan sebuah restoran

*Jihyun POV*

Aish namja ini babo? Dia kan tau heels ku lepas, aku menghela nafas pasrah. Jonghyun telah memberhentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Dia keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku, dia melihat kearah kaki ku. dia malah nyengir tanpa bersalah “kau,  kau kan tau high heels ku lepas, apa aku harus bertelanjang kaki masuk ke restoran huh?”. “sudah tenang saja” jonghyun menarik pelan tanganku, lalu merangkulkan tanganku di leher nya, jadi perlahan aku bisa berjalan, walaupun agak pincang. Dia menutup pintunya, lalu berjalan ke restoran. Ini.. terlalu dekat, tapi kalau kulepas aku akan jatuh. Saat memasuki restaurant beberapa orang melihat kea rah kami “aigo, sangat romantic ya” itu yang kudengar, huh apa yang romantis ‘hey namja ini memaksa ku untuk makan malam bersamanya padahal heels ku lepas’ ingin sekali aku teriak begitu. “duduklah” perlahan dia melepas tanganku yang ada di lehernya, lalu ia duduk di depanku. “kau mau makan apa?” dia bertanya padaku “terserah kau saja” aku menjawab seadanya. Aku tidak bohong, pemandangan di restoran ini sangat indah “aku sangat suka duduk di tempat ini, yah bisa kau lihat, pemandangan disini sangat indah” jonghyun menjelaskan. “kau mau ku foto disitu? Hasilnya pasti sangat bagus” aku mengangguk cepat. Lalu berjalan –dengan sedikit pincang- kearah dekat jendela kaca yang super besar itu. Lalu mulai memasang pose “hana..dul..set” aku menghampiri jonghyun “otthe?”. “nomu yeoppo” jonghyun mengatakan itu dengan cepat tanpa melepaskan pandangan nya dari foto yg ada di ponsel nya. Aku kembali duduk di kursi ku, lalu melihat foto ku. dulu sungmin oppa yg selalu memfotoku, ah seketika aku kembali teringat pada namja-ku itu. Aku menunduk, rasanya setiap mengingatnya aku ingin menangis. Andwae! Jihyun, itu memalukan menangis di depan jonghyun. Aku terus berusaha menahan air mataku. Tapi sia-sia, air mataku keluar juga. Aku menunduk, tiba-tiba tangan jonghyun mengusap lembut air mataku yg mengalir di pipi. Aku mengangkat kepalaku, entahlah apa yg kupikirkan sekarang. Aku hanya menurut saat jonghyun menarikku ke dalam pelukan hangatnya. Aku terus menumpahkan tangisan ku di bahu jonghyun. Aku hanya ingin menangis sekarang.

*Author POV*

Setelah tangisan jihyun mereda, pelukan jonghyun pun merenggangkan pelukannya, lalu duduk lagi. “miyanhe.. aku hanya… aku hanya ingin menenangkan tangisanmu” jonghyun menunduk. Jihyun tersenyum tulus. “gwaenchana. Aku tau itu, jeongmall gomawo”. Akhirnya makanan pun datang “kau harus makan yg banyak arraseo?” jonghyun menga,bil sumpitnya, lalu tersenyum. Jihyun hanya membalas dengan senyuman nya juga.

***

pagi-pagi seperti ini siapa yg membangunkan ku? aku melihat jam “eo? Jam 8 ya’ dengan malas aku berteriak “buka saja pintunya” aku memposisikan diriku duduk, namun pintu terus saja diketuk. Aish menyebalkan, aku membuka pintu ku “morning Jihyunnie~” aku membulatkan mataku kaget, karena namja yang tadi malam mampir di mimpiku kini ada di depan kamarku. “yaaa siapa yg mengizinkan mu disini?” aku bertanya pada nya. “eomma mu yg menyuruhku membangunkan mu” jawabnya polos. Aish ini memalukan, bangun tidur, belum cuci muka dan semacamnya, wajahku pasti sangat kusut sekarang. aku menutup pintu kamarku lalu bergegas ke kamar mandi

*Jonghyun POV*

Aku tertawa kecil melihat wajah bangun tidurnya. Kkk~ sangat cute menurutku. Walaupun tanpa polesan make up sedikitpun, jihyun tetap cantik. Aku menuruni tangga dan menemukan eommanya jihyun sedang duduk di sofa “otthe? Kau berhasil membangun kannya?” Tanya wanita paruh baya itu padaku. “tentu eomma, dia sudah terbangun sekarang” jawabku sambil mengacungkan jempolku “woaa kau memang calon suami yang pantas jonghyun” eomma jihyun terkekeh kecil.

***

Aku memasuki sebuah apartement yang lumayan besar. Yah inilah apartement yang orang tuaku dan orang tua jihyun pilihkan untuk kami. Sebelum pernikahan kami, kami diperintahkan tinggal satu apartement selama sebulan, mereka melakukan ini agar nantinya kami tidak terlalu canggung. Aku hanya bisa menurut. Dugaan ku jihyun akan menolak, namun dengan santainya jihyun hanya mengikuti kata-kata orang tuanya. Apakah ini tandanya dia mulai menerimaku sebagai tunangannya? Kini jihyun sedang melihat-lihat keadaan Apartement. “kau suka?” dia hanya mengangguk pelan. “kau… yakin kau mau tinggal disini bersamaku?” tanyaku agak ragu. “kau ingin aku mengubah pikiran ku?” Tanya jihyun padaku. “aniya.. bukan itu, aku hanya tidak ingin kau merasa benar-benar terpaksa” jelasku. “tidak, aku hanya mengikuti kemauan mereka, daripada jadi rumit urusannya” jawabnya simple. Aku hanya mengangguk-angguk seadanya.

*Jihyun POV*

Apakah ini benar-benar akan terjadi? Pada akhirnya aku akan menikah dengan namja disamping ku?’ aku kembali berjalan melihat-lihat isi apartement ini. Ini cukup luas, nyaman. Jonghyun mengikuti ku dari belakang, sambil sesekali mengamati apartement. Aku membuka pintu balkon, aku tertegun melihat pemandangan disini. Sangat indah, paparan kota seoul yang sibuk dan padat terlihat dari sini, angin disini juga sangat sejuk menerpa wajahku.

***

Aku menarik koper ku yang lumayan besar kea rah kamar ku dengan susah payah. “biar kubantu nona” sebuah tangan besar menggeser tanganku dari pegangan koper ku.jonghyun mengambil alih koper ku dan membawanya ke kamar baru ku. kulihat kamar yg berada di samping ku ‘sudah rapih’ itu kamar jonghyun. Ya kami sekarang tinggal se apartement. Tentu saja dengan kamar sendiri-sendiri. Aku mulai menggeser sofa agar menghadap ke tv. Dengan susah payah ku dorong eo? Kenapa mendadak jadi ringan ya? Aku mengangkat sedikit kepalaku. Aku terkekeh kecil. Ternyata jonghyun menarik dari sisi sebelah kanan sofa ini. Setelah tertata rapih aku duduk sebentar di sofa. “eumm cukup nyaman” ujarku sambil menyenderkan kepalaku ke sofa. Karena kelelahan, akupun tertidur pulas.

*Jonghyun POV*

Aku baru saja selesai membuat makan malam, yaah hanya ramyeon biasa hehe karena kami belum belanja bahan makanan dan yang tersisa hanya ramyeon. “Jihyun-ah! Kajja makan” eh? Dia tertidur? Hihi saat tidur pun masih terlihat cantik, dengan iseng aku mengambil ponsel ku, dan memotret wajah cantiknya yang sedang tidur ‘click’ selesai. Aku tersenyum kecil melihat wajah jihyun di foto yang barusan ku ambil. “jihyun-ah, aku sudah memasak, ayo bangun” akhirnya dia bangun, dengan sedikit mengerjapkan mata dia berdiri. “kau memasak? Woaa gomawo jong” dia berjalan mendahuluiku  ke meja makan. Dia segera duduk dan mengambil sumpit, aku segera menyusul dan duduk di depannya. Jihyun mulai memakan ramyeon sambil sesekali meniup ramyeon yang masih panas. Aku tersenyum sendiri melihatnya. “jihyun-ah suapi aku” aku memasang tampang aegyo –yang kutau tampang ku ini jadinya sangat aneh- “kau punya tangan sendiri, kau kan bsia makan sendiri jjong” ujarnya cuek. Akhirnya aku memakan ramyeon nya “aww” ujarku sambil sesekali meniup bibir ku. “waeyo?” jihyun menghentikan sebentar aktifitasnya “ramyeon nya panas sekali” aku mengipas2 bibir ku dengan tanganku. “aish babo, makanya kau harus meniupnya dulu, bagaimana bisa kau langsung memakan ramyeon yg baru matang eo?” jihyun mengelap bibirku dengan tisu, lalu memberi air minum padaku. Kemudian dia kembali ke aktifitasnya semula “gomawo jihyunnie” ucapku lagi. Dia hanya mengangguk.

**

Waktu sudah menunjukkan 23 KST, tapi kulihat jihyun masih sibuk mengetik sesuatu di laptop nya, aku duduk di depannya “Jihyun, ini sudah larut, kau tidurlah” aku meletakkan segelas air putih. Sambil terus menatap layar laptop dia menjawab “aku belum mengantuk, kau tidur saja duluan” ck dasar keras kepala “aku tidak akan tidur kalau kau belum masuk ke kamar mu dan beristirahat” ucapku sambli terus menatapnya “terserah saja” jawabnya cuek. Kkk gadis ini memang sangat cuek belum berubah sama sekali, walaupun sudah hampir sebulan kami tinggal bersama. Akhirnya aku memilih menyibukkan diriku dengan memainkan smartphone ku.

-4 KST-

Aku mulai menguap, kemudian mendongakan kepalaku untuk melihat Jihyun. Aa~ dia pasti kelelahan, sampai2 tertidur begitu. Aku memindahkan laptop nya ke meja dan menggendongnya ke kamarnya. Kubaringkan tubuhnya di ranjang empuk milik jihyun. Dan terakhir aku memberinya selimut. “jalljayo jihyun~”

**

“hmm baunya sangat enak” kudengar suara jonghyun dari belakang ku, aku tersenyum tipis. “jangan melebih2 kan ini hanya omlette biasa” setelah selesai, aku meletakkan masakan ku ke piring dan membawa nya ke meja makan. “gomawo sudah memasak makanan seenak ini” jonghyun tampak sumringah sambil melihat kearah makanan. “eum, selamat makan” ujarku lalu bergegas mengambil tas. Jonghyun memegang pergelangan tangan ku “siapa bilang kau boleh pergi sebelum makan ini eo?” dia mengarahkan tubuhku untuk duduk di sebelahnya. “ck aku tidak lapar jonghyun” dia langsung memasukkan satu suap omlette yg sudah terpotong, aigoo namja ini benar-benar~ “enakkan? Kkk makanya kau harus makan dulu” dia pun memasukkan makanan juga ke mulutnya.’ Jonghyun… sedingin apapun aku tetap saja dia tidak pernah berubah, bahkan dia makin memperhatikan ku. eo? Apa yg kau pikirkan Nam Jihyun?! Apa aku mulai membuka hatiku untuk jonghyun?’ tanpa sadar aku terus melihat jonghyun yang sedang asyik menyantap sarapannya “aku menyuruhmu makan jihyun, bukan untuk terus menatap wajah tampan ku ini” ah kurasa pipi ku sekarang sudah memerah, aaa~~ ini memalukan, babo jihyun. Segera kuhabiskan sarapan yg tersedia di piring ku.

***

*Author POV*

“apa kau sesibuk itu sampai membuat kami menunggumu jonghyun?”  ujar nyonya Kim sambil menghampiri anak semata wayangnya yang baru saja datang. Ya kini keluarga Kim dan keluarga Nam sedang berkumpul, mereka berencana membicarakan pernikahan kedua anak mereka. “Jonghyun, apa uri Jihyun merepotkan mu selama sebulan ini?” Tanya nyonya Nam pada calon menantunya. Jonghyun hanya tersenyum “ah tidak ahjumma, Jihyun tidak merepotkan kok kkk”. “ah baiklah, begini, aku akan ke Prancis untuk perjalanan bisnis ku, dan rencananya itu akan sangat lama, aku khawatir tidak bisa hadir di pernikahan anak kita, jadi.. aku ingin memajukan pernikahan Jonghyun dan Jihyun. Apa ada yg keberatan?” Tanya Tuan Kim to the point. ‘dipercepat? Entahlah, apa aku sudah siap untuk menjadi suami jihyun?’ hanya itu yg berputar di kepala jonghyun, walaupun di luar kepalanya dia sangat senang bahwa pernikahan nya akan cepat berlangsung. “tentu tidak, bukan kah lebih cepat lebih baik?” Tuan Nam tampak senang disambut tawa senang dari yg lainnya. “oke, minggu depan pernikahannya akan berlangsung, Jonghyun nanti kau ajak Jihyun untuk memilih baju dan cincin. Sisanya kami akan mengurus semua” nyonya Nam mengelus pundak jonghyun, tanda dia benar benar merestui calon menantunya itu.

*Jihyun POV*

“Mwo?? Minggu depan?”aku membulatkan mataku saat mendengar berita ini dari jonghyun, ‘apa aku benar-benar akan menjadi Nyonya Kim? Jujur saja aku belum bisa sepenuhnya melupakan Sungmin oppa, walaupun ku akui perlahan lahan hatiku mulai terbuka untuk Jonghyun’ . kemudian aku menyenderkan badan ku di sofa. “jonghyun?”. “eum?” . “apa yg kau pikirkan saat mendengar berita ini?” tanyaku serius pada nya. “tentunya aku sangat senang, ketika mengetahui aku akan menikah dengan gadis yang kucintai. Bagaimana bisa aku menolaknya? Namun adalagi yg berputar dipikiran ku. bisakah aku menjadi suami yg baik untukmu?” dia mengucapkan itu dengan gugup, dan bisa kulihat itu benar2 kata hatinya. “miyanhe.. aku belum bisa melupakan Lee Sungmin, dia benar2 bagian dari hidupku, aku benar benar terpukul saat dia meninggalkan ku begitu saja, tapi karena kau, kesedihan ku perlahan lahan hilang, dan aku mulai terbiasa.. untuk melupakannya dan mulai membuka hatiku untukmu” dia menatapku sambil tersenyum, dia tampak senang. “kau pasti tau, ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, jadi kuharap kau bersabar menungguku” tiba tiba dia menarikku kedalam pelukannya. “gomawo..”

-TBC-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s