FF To My Juliette (Part 3 END)

cover-tmj-2

Tittle : To My Juliette (part 3 END)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경) (https://sushinff2.wordpress.com)

Cast : Nam Jihyun (4Minute)

Kim Jonghyun (SHINee)
Lee Sungmin (Super Junior)

Genre : Romance, sad

Length : Chaptered

Rating : PG

 

*Jihyun POV*

Aku dan Jonghyun memasuki sebuah toko Gaun pengantin, mataku langsung menangkap Gaun putih yang ada di sebelah kanan pintu masuk. Ah ini Gaun yang waktu itu.. ya, dulu aku dan Sungmin oppa sudah sama-sama berjanji, kami akan memakai sepasang gaun itu di pernikahan kami. Apa ini sebabnya waktu itu wajahnya terlihat murung?, seorang gadis muda menghampiri kami ‘Selamat datang nyonya dan Tuan’ ada yang bisa kubantu?’ “ehm, gaun ini boleh aku mencobanya?” tanyaku pada si penjaga toko dan Jonghyun bergantian, Jonghyun hanya mengangguk mengiyakan. Aku pun masuk ke ruang fitting room

*Jonghyun*

Sambil melihat-lihat gaun yang lain aku menunggu jihyun. Ah aku penasaran akan secantik apa calon istriku itu? Kkk, aku membalikan badanku seketika ketika aku mendengar suara pintu fitting room terbuka, dan keluarlah yeoja yeppo yang memakai gaun putih, gaun itu tidak begitu mewah, terkesan simple tapi indah. Yah apalagi yeoja yang sangat kucintai yang mengenakannya.. “Jjong, how do I look?” Jihyun menyadarkan ku dari lamunan ku “perfect”, dan kulihat dia tersenyum mendengar jawabanku. Dia berjalan pelan dan sedikit kesulitan karna gaun itu cukup panjang, dia mengarahkan dirinya ke depan cermin, menatap pantulan dirinya  sendiri. “gaun ini sangat cocok untukmu nyonya Kim kkk” candaku saat ada di sampingnya. Jihyun sepertinya sedang memikirkan sesuatu, terlihat dari raut wajahnya. “chagiya kau kenapa?” jihyun pun tersadar dan hanya menggeleng.

-23.00 KST-

*Author POV*

Seperti biasa Jihyun masih sibuk dengan laptopnya, dia punya banyak sekali tugas yang harus diselesaikan, suara ketikan dari keypad laptopnya terdengar karena keadaan di apartement yang di huni JIhyun dan Jonghyun sangat sunyi. Jonghyun pamit untuk rapat dadakan setelah mengantar Jihyun pulang dari toko gaun tadi siang. Merasa lelah menatap layar laptop, Jihyun pun merebahkan tubuh lelahnya sebentar ke sofa yang empuk. Pikirannya masih saja pada gaun itu, lebih tepatnya kenangannya dan Sungmin. Jihyun berbohong kalau ia berkata ‘sudah melupakan Sungmin’. Tidak, sungmin sudah menjadi setengah dari hidupnya dan tidak mungkin begitu saja bisa lenyap dari pikirannya. Ia mulai menangis lagi mengingat semuanya, semua tentang Sungmin. Ia merindukan namja itu, senyumannya, pelukan hangatnya, suaranya, Jihyun sangat merindukannya. Meskipun pernikahannya dengan Jonghyun akan berlangsung tidak lama lagi. Jihyun menangis frustasi karena ia tidak tau harus berbuat apa, dia tidak bisa melupakan Sungmin, sementara ia harus melupakan Sungmin, karena sebentar lagi ia akan mengganti marganya menjadi ‘Kim’. ‘drrrtt drrtt’ getaran yang terdengar dari ponsel Jihyun yang diletakan di meja terdengar. ‘ah ini pasti jonghyun’ jihyun mulai duduk dan menghapus sisa air matanya yang mengalir di pipinya. “Yoboseyo?” namun hanya hening yang terdengar dari seberang sana.”Yoboseyo??” jihyun mengerutkan keningnya “ah, akan segera kututup-“, “Jangan… Jihyun-ah ini aku”

*Jihyun POV*

“Jangan… Jihyun-ah ini aku” jantungku seperti berhenti berdetak untuk sementara, suara ini… suara orang yang sangat ku rindukan, suara yang sangat ingin aku dengar, tidak terasa air mataku kembali mengalir namun senyum terukir di bibirku. “oppa… ini kau?” jawabku pelan, karna rasanya suara ku hilang karna perasaan ku yang meluap-luap. “kau masih mengenali suara ku? kk nee ini oppa, apa kabar? Aku-“.”oppa kenapa kau melakukan ini padaku?” aku tidak tahan dengannya. “kau meninggalkan ku begitu saja, apa kesalahan ku? aku akan memperbaikinya untukmu, aku mohon, aku ingin sekali bertemu denganmu” ah babo.. kenapa air mataku tiba2 mengalir deras??. “aku bisa jelaskan semua Jihyun.. Ulljima”. Aku masih terisak “oppa ayo bertemu, besok pukul 5 aku akan ke café yang biasa kita kunjungi..dulu.”.”baiklah aku akan kesana” jawab namja di seberang sana

-17.00 KST-

Aku sesekali melirik kearah jam tangan silver milikku. Uh lama sekali, ini sudah lewat dari jam 5. Aku menghembuskan nafasku sejenak. Sambil melihat-lihat keadaan café ini. Ah café ini mengingatkan ku saat Sungmin oppa menyatakan perasaannya padaku. Rasanya ingin sekali kuulang semua itu. Tiba-tiba ada yang melingkarkan tangannya di leherku dari belakang. Aku terdiam. Wangi maskulin ini…. Masih sangat kuingat “yaaa oppa! Taukan ini jam berapa?” dengusku sambil melipat tanganku di dada. Dia pun duduk di kursi yang berseberangan denganku. “maaf nona Nam, aku ada urusan sebentar tadi” jawabnya santai sambil tersenyum. Senyumnya yang khas selalu membuat rasa kesalku hilang seketika, tidak ada bedanya dengan dulu.. . kami berbincang2 sebentar, dia pun menceritakan alasan kenapa dia meninggalkan ku. hal sepele. Dia harus melanjutkan bisnis ayahnya di Belgia, dan dia harus menetap disana. “jadi karna alasan itu kau menghancurkan ku oppa?” tanyaku lagi, sial mataku mulai berkaca-kaca. Yah rasa sakit di hatiku memang rasanya terkelupas lagi saat ini. “aku tidak menghancurkanmu chagiya, aku ingin melihatmu bahagia, sukses menyelesaikan kuliahmu dan kemudian hidup tenang tanpaku”. “kau menghancurkan ku! apa kau tidak sadar yang kau lakukan itu seperti membunuhku?!”  aku menekan kan kata-kataku penuh arti. Beberapa pengunjung Café melihat kearah kami. Aku tidak peduli dengan tatapan bingung mereka. Jonghyun menarikku pergi dari Café itu sambil merangkulku menuju mobilnya. Entah dia membawaku kemana

Author POV

Sungmin menghentikan mobilnya di ___. Sambil melihat pemandangan pantai, ia dan Jihyun sama-sama hening, tidak ada yang berbicara. “maafkan aku..” akhirnya sungmin memulai pembicaraan. “ku kira dengan membiarkan mu bersama Jonghyun akan lebih baik, kau akan lebih bahagia bersamanya. Jonghyun punya banyak waktu untukmu, sedangkan aku?. Aku berbohong kalau aku tidak merindukan yeojaku-“ sekali lagi ucapan sungmin terhenti karena tangisan Jihyun. Sungmin menarik yeoja yang ia sayangi ke pelukan hangatnya, berharap tangisannya akan reda. “aku…sangat mencintaimu oppa, aku bahkan tidak tau kenapa cintaku tidak sama sekali berkurang untuk namja yang sudah meninggalkanku” ucap jihyun di sela-sela tangisannya. Sungmin mengelus pelan rambut panjang jihyun. Ia membiarkan pundaknya basah karena air mata Jihyun “aku juga sangat mencintaimu jihyun”.”kalau begitu kembalilah seperti dulu oppa” JIhyun memohon. “tentu tidak.. kau sudah bertunangan dengan Jonghyun, aku tidak berhak memilikimu lagi” tiba-tiba Jihyun membenci Jonghyun. JIhyun merasa Jonghyun lah penyebab semua ini. Karna nya semuanya jadi hancur. “tidak… aku ingin membatalkannya”

–          A few day later-

*Jonghyun POV*

Akhir-akhir ini Jihyun selalu pulang larut. Dan lagi ia tidak mau jika aku menawarkan untuk menjemputnya, dia bilang ia bersama teman-temannya. Padahal aku ingin sekali memastikan dia aman. Aku tersenyum sebentar mengingat lusa adalah hari pernikahan ku dengan Jihyun. Aku merebahkan tubuhku di kasur empuk miliku. Terbayang di imajinasiku, kami mengucap janji suci dan Yeoja yang sangat kusayangi itu menjadi Nyonya Kim kkk. “aku pulang~” terdengar suara khas Jihyun. Aku menoleh padanya. Terlihatlah wajahnya yang berbinar. Ah, akhir-akhir ini juga ia terlihat senang, dia lebih sering tersenyum dari biasanya, apa ia merasakan hal yang sama sepertiku?. “bagaimana harimu Jihyunnie?” tanyaku sambil mendudukan tubuhku. JIhyun meminum segelas air mineral di dapur “seperti biasa” jawabnya singkat. Aku ikut ke dapur, “Jihyunnie~ kajja makan malam, aku sudah menyiapkan pasta untuk kita” jawabku sambil mengambil beberapa garpu. “mianhe, aku sudah makan tadi hehe, aku ngantuk. Aku tidur duluan ya” lalu dia masuk ke kamarnya. Aku menatap kecewa pada pasta. Yah apa boleh buat, pasta yang sudah kubuat dengan sepenuh hati, bahkan aku sampai rela menahan lapar untuk menunggunya pulang dan makan bersamaku, harus ku makan sendirian juga.

*Jihyun POV*

‘Ah segarnya’ aku langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur dan menyambar ponselku. Aku mengetik beberapa kata kemudian ‘Send’. Hehe aku mengirim ucapan selamat tidur untuk Sungmin oppa. Yah, aku sangat berharap dia bisa kembali lagi padaku seperti dulu.. dilihat dari tingkahnya, kupikir dia juga menginginkan hal yang sama. Beberapa hari ini kami menghabiskan waktu bersama, bahkan tadi dia mengajakku dinner di restoran Italia, sangat romantis. Tak lama,akupun tertidur.

-Wedding day-

*Author POV*

Jonghyun sudah tampan berdiri di depan cermin, dia siap dengan Tuxedo yang senada dengan calon istrinya, yeoja yang sangat ia sayangi. Di bibirnya terukir senyuman yang menggambarkan bahwa ia sangat bahagia hari ini. Bagaimana tidak? Yeoja nya akan memakai gaun putih, dia akan memegang sebuket bunga, dan akan mengucap janji setia bersamanya di depan pendeta.

Pernikahan pun dimulai, Jonghyun berdiri di altar dengan gagahnya bersama sang pendeta dan para tamu& keluarga yang akan menjadi saksi janji sucinya bersama Jihyun. Pintu terbuka, terlihatlah yeoja yang sangat anggun dibalut dengan gaun putih. Benar-benar seperti malaikat. Namun, wajah Jihyun agak berbeda dengan apa yang diharapkan Jonghyun, ya Jihyun tidak tersenyum. ‘mungkin ia gugup’itu yang ada di hati Jonghyun. Jihyun pun sampai di altar, jonghyun menggenggam tangan jihyun, seakan meyakinkannya. “Kim Jonghyun, anda akan menerima Nam Jihyun sebagai istrimu dalam keadaan senang maupun susah, Sehat ataupun sakit?”. “saya menerima Nam Jihyun sebagai istri saya dalam keadaan senang maupun susah, Sehat ataupun sakit” Namja itu menjawab dengan mantap. “Nam Jihyun, anda akan menerima Kim Jonghyun sebagai suami mu dalam senang maupun susah, sehat ataupun sakit?” pendeta itu menatap Jihyun. Jihyun terdiam.. dan pelan2 melepas genggaman jonghyun. “maaf.. aku tidak bisa”

-a few Week later-

*Jonghyun POV*

Aku terus menatap cincin yang berada di depanku. Entahlah, aku merasa sangat frustasi sejak hari itu.. sangat sakit rasanya, aku sama sekali tidak bisa merelakan Jihyun. Cincin ini.. harusnya melingkar manis di jari manis Jihyun. Tapi apa daya? Aku tidak bisa memaksakan kehendak. Bagaimanapun juga aku harus menerima kenyataan bahwa ‘Yeoja yang sangat kucintai, mencintai orang lain’ bahkan harusnya aku sadar, Nam Jihyun tidak akan pernah melihatku. Tidak akan pernah. Bahkan setelah semua yang kami lewati bersama, tinggal di apartement yang sama, makan bersama. Aku mengacak rambutku frustasi

*Jihyun POV*

Aku menyandarkan kepalaku di bahu sungmin oppa. Ah akhirnya ini bisa terulang lagi, kini aku bisa kembali bebas memiliki namja yang benar-benar kucintai. Ah tapi bagaimana dengan Jonghyun? Aku merasa sangat bersalah… tapi aku sudah memutuskan ini. Sebenarnya, ada sedikit bagian hatiku yang menolak waktu aku membatalkan pernikahan itu. Entah kenapa, sampai saat ini aku masih bingung dengan perasaan itu. Aku menoleh pada sungmin oppa yang sibuk memainkan ponselnya dengan serius. Kkk cih pasti soal kerjaannya lagi. “oppaa~ ada aku disini, kenapa kau terus menatapnya eo?” ujarku dengan nada cemburu. Sungmin memasukan ponselnya ke kantung bajunya “mianhe chagiya~ aku tidak akan mengulanginya”  jawabnya sambil mencubit pelan pipiku. Aku tersenyum. ‘chu’ aku mencium pelan pipinya “jangan pernah pergi lagi ya oppa? Aku sangat mencintaimu” aku mengucapkan itu tulus dari hatiku. Sungmin mengangguk dan tersenyum “aku tau itu, dan kau juga pasti tau jawaban ku kan?” dia mengedipkan sebelah matanya. Tak lama terdengar suara dering dari ponsel sungmin oppa, pelan-pelan sungmin oppa mengangkat sedikit kepalaku dari bahunya. Mengisyaratkan ku untuk melepasnya sebentar. Lalu dia pergi ke balkon untuk menerima panggilan dr ponselnya. “chagiya, maafkan aku, aku  harus pergi sekarang” ucapnya dengan nada menyesal, setelah beberapa menit berbincang lewat telpon dengan seseorang. Ah inilah Lee sungmin kkk selalu saja sibuk. Akhirnya ia meninggalkan apartement ku. setelah sungmin pergi, aku segera tidur di kamarku. Namun baru sebentar menutup mataku, aku terbangun karena ada yang memencet bell. Sambil mengucek mata aku membuka pintu “nuguseyo??”. “annyeong Jihyun.. maaf mengganggu, aku ingin mengambil flashdisk yang ketinggalan disini” dari nada bicaranya, dia terlihat agak canggung. ‘aku merindukanmu..’ eo? Apa yg kau pikirkan Jihyun??

*Author POV*

Jonghyun dengan cepat menemukan flashdisk itu di ‘bekas’ kamarnya. “gamsa JIhyun~ aku pergi dulu”. “ehm apa kau tidak mau bersantai sebentar?” tiba-tiba jihyun menawarkan pada jonghyun. “aniya, aku harus pergi sekarang” Jonghyun tersenyum lalu pergi. Sebenarnya, flashdisk itu tidak penting bagi Jonghyun, itu hanya alasan agar ia bisa melihat keadaan Jihyun. Hanya melihat Jihyun baik-baik saja, Jonghyun sudah merasa senang. Baginya sesakit apapun Jihyun melukai hatinya, ia tetap mencintainya. Sama seperti apa yang dirasakan jihyun kepada Sungmin

*Jihyun POV*

Aku membuka mataku dan melihat kearah jam dinding Pink di kamar ku. menunjukan pukul 8 malam. Aku segera bergegegas mandi. Setelah selesai, aku duduk di sofa sambil mengirim pesan pada sungmin. 5menit…30 menit… ah dia tidak membalas pesan ku. aku mencoba menelfonnya, namun hasilnya nihil. Terlintas di otakku untuk memasakkan makan malam untuk sungmin ku kkk pasti dia akan senang dengan kejutan ku ini. Aku mulai bergerak untuk memasakkan makan malam yang akan kubawa ke apartementnya hihi aku memasak sambil membayangkan apa ekspresinya saat aku datang nanti. Tada~ Walaupun bentuknya agak acak-acakan, tapi ini cukup enak. Aku membungkusnya dan langsung pergi ke apartement kekasihku.

Aku menekan password apartement sungmin ‘click’ pintu pun terbuka. Aigoo kenapa berantakan sekali apartement kekasih ku ini? Aku sengaja tidak bersuara untuk memberinya kejutan. Ah apa dia sudah tidur? Aku membuka pintu kamarnya dan… aku sangat tidak percaya ini… aku yakin ini hanyalah mimpi burukku.. apa yang kulihat ini benar-benar menyesakkan dada. Lee sungmin, kekasihku berada satu ranjang dengan seorang yeoja. “oppa… itu kau??” entahlah apa suara ku ini terdengar atau tidak. Sungmin oppa dengan matanya yang sedikit tertutup menatapku tanpa dosa “kau.. pergi sana! Kau mengganggu acara ku” hatiku benar-benar sakit.. kenapa dia tega melakukan ini padaku?? Apa dia sakit jiwa?! Akupun tak ingin melihat pemandangan menyakitkan ini lama-lama. Aku berjalan ke apartement ku. pikiranku kalut,rasanya aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat barusan. Namja manis yang sudah bersama ku selama ini, bahkan dengan lantang menjawab perasaa nku, dan beberapa menit yang lalu aku melihatnya tidur dengan yeoja lain. Sungguh aku tidak kuat dengan semua ini.. tuhan kenapa hidupku begitu kacau?!. Sesampainya di apartement, aku mengacak semua benda, aku tidak tau apa yang harus kulakukan lagi.. kurasa semua akan berakhir kalau aku pergi..

*Jonghyun POV*

Aku yang masih berada di mobil kaget melihat pemandangan yang baru saja lewat. Jihyun menangis, aku memang biasa disini untuk melihat kearah apartement Jihyun, jika lampunya dimatikan tandanya dia sudah tertidur dan akupun bisa pulang dengan tenang. Tapi apa yang kulihat tadi? Jihyun dengan wajah pucat dan menangis baru saja memasuki gedung apartement besar itu. Aku sangat khawatir. Akupun bergegas menuju apartement jihyun. Aku memencet bell beberapa kali namun tidak dibuka juga. Akhirnya aku menekan password pintu itu ‘click’ aku langsung berjalan menyusuri ruangan apartement nya. Aku terbelalak melihat Jihyun memegang pisau di tangan kanannya “Jihyun apa yang kau lakukan?!” aku mencoba merebut pisau itu. “kenapa kau kesini eo?! Biarkan aku pergi! Aku benci dengan dunia ini, aku muak dengan namja!”

*Author POV*

Jonghyun terus berusaha merebut pisau tajam itu dari tangan jihyun, namun sialnya pisau tajam itu menembus perutnya sendiri . seketika tangisan jihyun berhenti , sementara Jonghyun jatuh tersungkur sambil darah segar mengalir dari perutnya yang terluka. “Jonghyun!!!” Jihyun terduduk lemas disamping Jonghyun yang meringis kesakitan. Jihyun memposisikan kepala jonghyun di pangkuannya “Jjong… bertahanlah!!” JIhyun menangis sedih melihat Jonghyun semakin lemah. Jonghyun yang lemah berusaha meraih tangan Jihyun yang dingin. “Jihyun… saranghae, kau tidak perlu membalas cintaku, tapi kau harus ingat… aku… akan selalu mencintaimu.. selamanya” Jonghyun mengucapkan kata-kata terakhirnya dengan susah payah, setelah megucapkan itu, genggaman tangannya pun melemas. Jihyun hanya bisa diam, dia sangat menyesal. Terbayang di otaknya kembali kenangan ia bersama Jonghyun. Betapa jonghyun sangat mencintainnya, selalu ada disisinya, dan melakukan apapun untuknya. Namun ia tidak pernah melihat kearah namja yang jelas-jelas ada di depannya.

-The END-

A/N : annyeong saranghaneun readers xp haha sekian lama akhirnya FF ini selesai. Thanks for waiting *siapa yang nunggu thor*. Dan makasih untuk Pancul yang udah ikut kasih ide untuk endingnya :3 /flying kiss/ xD , author minta maaf kalo ff nya gaje /? Dan penuh typo, walaupun gaje, author bikinnya dengan sepenuh hati loh /? Kkk dan author butuh banyak kritik&saran nih, jadi yang abis baca tinggalin jejak dulu ya~~ :3 gomawoyo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s