FF To My Juliette (Part 3 END)

cover-tmj-2

Tittle : To My Juliette (part 3 END)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경) (https://sushinff2.wordpress.com)

Cast : Nam Jihyun (4Minute)

Kim Jonghyun (SHINee)
Lee Sungmin (Super Junior)

Genre : Romance, sad

Length : Chaptered

Rating : PG

Baca lebih lanjut

Iklan

FF To my Juliette (part 2)

Tittle : To My Juliette (Part 2)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성 은경) (https://sushinff2.wordpress.com)

Cast : Member Super Junior & SHINee

Genre : Romance

Length : Chaptered

Rating : PG

Warning : typo bertebaran, jalan cerita gaje *readers kabur*jangan lupa komen yeee *tunjuk2 readers bareng sooman*

A/N : Readers miyanhe *bow* lama ngepos, ini ide nya sempet mampet *dikata pipa kali ya mampet* kkk dan author memang lagi sibuk /ngeles/ jadi baru sempet selesai in ini FF abal, hihi walaupun abal tapi tetep wajib komen ne? kasian dong sama author yg panas dingin ujan badai /halah/ berusaha lanjutin ini FF *readers : padahal kaga nunggu kelanjutan* wkwk yaudah happy reading!^^

*Jihyun POV*

Aku membuka mata ku saat cahaya matahari menerobos kea rah kamarku lewat jendela. Ini hari ke-7 setelah sungmin oppa pergi. Aku mengambil ponsel ku, berharap ada pesan yg biasanya membuat senyum ku merekah setiap pagi. Sejak 7 hari yg lalu tidak ada pesan ataupun telpon dari sungmin oppa, seperti biasa pesan yg masuk di ponsel ku ada 2, yaitu dari sungmin oppa dan jonghyun, namun aku selalu mengabaikan pesan dari jonghyun, dan tidak pernah lupa membalas pesan sungmin oppa. Aku mengacak rambutku kenapa namja itu dengan seenak nya masuk ke hatiku, lalu keluar dengan tiba-tiba? Tidak taukah oppa? Kau membuatku tersiksa! Air mataku kembali jatuh. Ah sepertinya air mataku sudah terlalu banyak keluar. Semuanya karena dia, karena dia aku tersenyum, karena dia aku tertawa, karena dia aku menangis, dan karena dia aku tersiksa! Itu semua karena mu lee sungmin!

*jonghyun POV*
From : Sungmin

Jihyun, kuserahkan dia padamu, kau jangan pernah sekalipun menyakitinya, kau harus menjaganya. Jangan pernah lelah membuatnya mencintaimu. Aku mempercayaimu Kim Jonghyun.

Baca lebih lanjut

FF To My Juliette (Part 1)

Image

Tittle : To My Juliette

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경) (https://sushinff2.wordpress.com)

Cast : Member Super Junior & SHINee

Genre : Romance, sad

Length : Chaptered

Rating : PG

A/N : Author balik dengan FF romance lagi *choco eyes* pokoknya maapin author kalo ini ff romance ancur ya. Dan seperti biasa, sebagai Readers yang baik, silahkan isi tuh kotak komen di paling bawah *tunjuk2* alias komen^^ . komen dari para reader sangat berarti bagi author. Oke Happy reading~^^

*Jonghyun POV*

Aku terus melihat seorang yeoja  yang sedang naik ke mobil sport biru, dia adalah Tunangan ku, yaa~ kau tau dia memang tunangan ku, tapi.. dia tidak mencintaiku. ‘lalu kenapa kau tidak mencari yeoja lain?’ pasti itu yg  mau kalian tanyakan?  Ah entahlah, kenapa aku terus bertahan mencintai seorang yeoja yang jelas-jelas tidak mencintai ku, bahkan saat statusnya pun menjadi tunanganku? Itu tidak akan merubah perasaannya. Tapi anehnya aku selalu percaya nantinya dia pasti akan melihat ke arahku. Aku mengikuti kemana mobil itu membawa tunangan ku. ternyata mobil itu berhenti tepat di depan rumah keluarga Nam. Aku segera keluar dari mobilku, terlihatlah yeoja yang kucintai itu melambaikan tangannya kea rah mobil sport tadi. “Jihyun!” aku menghampirinya setelah mobil itu sudah pergi. Dia melihat ke arahku dengan ekspresi ‘aish kenapa dia harus datang’ tanpa memperdulikan ku dia masuk ke dalam rumahnya “bagaimana harimu?” aku mensejajarkan langkah ku “baik” jawabnya singkat. “bukankah tadi aku sudah mengirim pesan aku akan menjemputmu di kampus? Apa kau tidak membacanya?” tanyaku lagi. Dia berhenti di depan pintu “Kim Jonghyun, berhentilah mengejarku”ucapnya sedikit membentak.

*Author POV*

 Tiba-tiba terbuka pintu besar yang menjadi pintu utama di rumah keluarga Nam “aigo, apa  yg kalian lakukan disini? Oso oseyo~ Jonghyunnie” nyonya Nam terlihat senang dengan kedatangan calon menantunya yang tampan itu. “annyeong ahjumma” jonghyun sedikit membungkuk memberi hormat “sudah kubilang berapa kali jongie? Panggil aku eomma, sebentar lagi kan kau akan menjadi suami anakku” jihyun tidak memperdulikan ocehan eommanya, karna dia memang sudah sering mendengar nya. “Jihyun, ayo ajak calon suami mu masuk, eomma akan buatkan teh” perintah Nyonya Nam, namun jihyun hanya berjalan sendiri ke dalam “Jihyun! Aish miyanhe jongie, dia memang agak menyebalkan” keluh nyonya Nam “ayo masuk” jonghyun pun memasuki rumah mewah milik keluarga Nam.

*jihyun POV*
aku melemparkan tas ku ke sofa yang dekat dengan tempat tidurku, lalu kududukan tubuh lelahku di sana. Jonghyun lagi jonghyun lagi, ‘calon menantu’ huh eomma dan appa selalu saja menyebut jonghyun dengan sebutan itu, tidak tau kah mereka aku tidak menyukai itu? Ya aku sangat tidak menyukai nya! Aku tidak mencintainya, aku mencintai namja lain, namja chingu ku, Lee Sungmin. Kenapa eomma dan appa selalu memaksakan kehendak mereka tanpa memikirkan perasaanku? Aku menghela nafas pasrah. Menikah.. dengan jonghyun? Aku hanya ingin Lee sungmin, oh tuhan, bisakah kau mencuci otak kedua orang tua ku agar mereka tidak lagi memaksa ku untuk menikah dengan pria yang tidak kucintai? Aku mengacak rambutku frustasi. Aku mengambil handphone ku dan segera memanggil namja chingu ku “oppa, bisakah kau kembali ke rumah ku? aku ingin pergi denganmu sekarang”. “ah ne baiklah, kau tunggu ya” suara lembut diseberang sana meng-iyakan permintaan ku. “gomawo oppa” senyum merekah di bibir ku.

*Author POV*

Di ruang tamu terdengar suara jonghyun dan appanya jihyun yang sedang mengobrol, tampak akrab sekali. Semua terhenti saat Jihyun turun dari kamarnya dan melangkah ke ruang tamu “ah, putri appa sudah cantik, sudah siap pergi bersama jonghyun?” Tuan Nam berkata sambil tersenyum, namja tampan di sebelahnya pun ikut tersenyum, jihyun tidak menjawab dan langsung membuka pintu yang bel nya berbunyi sejak tadi. “annyeong mrs Nam” seorang namja tampan tersenyum lembut pada jihyun. “oppa!” jihyun menarik tangan sungmin untuk masuk ke dalam rumahnya. “appa, aku pergi dulu ya” setibanya jihyun di ruang tamu.

*Jonghyun POV*

Rasanya hatiku sakit melihat ini, melihat yeoja yang kucintai lebih memilih pergi bersama namja lain, aku hanya tersenyum kecut saat jihyun memegang tangan sungmin “annyeong ahjussi, Lee sungmin imnida” ucap namja itu, namja chingu tunanganku. “jihyun! Kenapa kau…” Tuan nam tampaknya kesal dengan sikap jihyun. “sudahlah, nanti lagi kenalan nya anyeong appa” jihyun dengan cepat berjalan keluar bersama sungmin. Aku hanya bisa diam melihat pemandangan ini, aku sudah terbiasa melihatnya seperti itu, lebih memilih namja chingu nya dibanding aku tunangannya –yang tidak ia cintai-

-At Café-

*jihyun POV*

“jadi itu tunangan mu?” Tanya sungmin oppa saat kami sedang makan di sebuah café, aku hanya mengangguk pelan. “Jihyun~” dia memegang kedua tangan ku dengan erat, lalu menatap mataku dalam.
“jujur saja, aku… merasa tidak pantas bersama mu” dengan wajah sendu dia mengucapkan itu. “sekarang kau adalah tunangan nya, tidak mungkin aku terus berhubungan denganmu” ucap sungmin lagi. Rasanya mataku mulai panas, ingin menangis tapi aku berusaha tenang “oppa apa kau mencintaiku?”tanyaku singkat. “aku sangat mencintaimu Nam jihyun, tapi…”. “kalau begitu tetaplah disisiku, jangan pernah pergi” aish aku tidak bisa menahan air mata ini, aku takut kehilangan seseorang yg sangat kucintai. “jihyun-ah ulljima” sungmin oppa menarikku ke dalam pelukannya yang hangat, sangat nyaman. Aku tidak mau kehilangan pelukan hangat dari seorang lee sungmin. Aku menangis di pelukan nya. “aku mencintaimu oppa, jangan tinggalkan aku” aku memohon di sela-sela tangisan ku. “aku tau, maaf aku membuatmu menangis.” Dia melepas pelukannya, lalu mengusap air mataku sambil tersenyum, akupun ikut tersenyum. “nah begini baru bagus, nam jihyun ku sangat cantik kalau tersenyum” aku tertawa kecil.

*Author POV*

Setelah selesai makan, Jihyun dan Sungmin berjalan melewati beberapa toko. Sambil berpegangan tangan dan sesekali bercanda gurau, membuat jihyun melupakan masalah nya sejenak. Gadis itu sangat mencintai sungmin, dia tidak mau berpisah dengan namja itu sampai kapanpun. Maka ia terus mencari cara agar pertunangan itu gagal. Yah salah satunya dengan cara mengabaikan Jonghyun. Namun Jihyun salah, Jonghyun tidak akan semudah itu menyerah untuk mendapatkan Jihyun. Mereka melewati sebuah toko gaun pengantin. Mereka terdiam sebentar. Menatap gaun pengantin putih yg sangat cantik, bersanding dengan tuxedo yg sangat indah. Jihyun membayangkan jika ia nanti memakai gaun itu, dan namja disebelahnya akan memakai tuxedo yg ada disamping gaun. Sementara sungmin menatap pemandangan itu dengan sedih. Membayangkan yeoja chingu nya akan memakai gaun indah itu, namun berdampingan dengan namja lain. “oppa, gaun ini cantik ya” ucap jihyun sambil tetap melihat ke etalase toko. “ne, apalagi jika seorang nam jihyun yg memakainya” sungmin tersenyum melihat yeoja chingu nya yg cantik ini tersenyum. “dan kau pasti akan sangat tampan jika memakai tuxedo yang ada disebelahnya” tambah jihyun lagi. Sungmin tersenyum kecut ‘ini tidak akan mungkin chagi’ ia berbisik dalam hati. Jihyun menatap sungmin “waeyo oppa? Apa kau tidak mau memakai tuxedo ini? Apa kau ingin warna yg lain? Eumm atau kau tidak suka modelnya?”. Sungmin mencubit gemas pipi jihyun “aniya, oppa suka apa yg kau suka chagi” sungmin tertawa kecil. ‘jonghyun.. dia yg akan memakai tuxedo itu disampingmu jihyun’. Ya sungmin memang tau sejak pertama kali jihyun akan dijodohkan dengan jonghyun. Namun dia tidak rela melepas jihyun, di satu sisi dia juga memikirkan perasaan jonghyun. Ia merasa seperti dia adalah penganggu diantara mereka. Dia mulai bingung apa yg harus ia lakukan sekarang. Selama ini di depan jihyun ia hanya bersikap seperti biasanya, dia tidak pernah berbicara pada jihyun tentang apa yg ia pikirkan sekarang.

*sungmin POV*

Aku membaringkan tubuhku di kasur big size milikku. Seketika semua yg ada di pikiran ku kembali muncul. Ottohke? Aku tidak tau kenapa, tapi saat melihat jonghyun, aku langsung bisa tau, jonghyun benar-benar mencintai jihyun. Entahlah apa feeling ku itu benar atau tidak.

-esoknya-

Aku menyesap kopi hangat sambil melihat kearah jalanan yg begitu ramai, tiba-tiba sebuah tangan memegang pundakku, reflex aku melihat kearah si pemilik tangan “Annyeonghaseyo sungmin-ssi” sapa seorang namja. Ah aku ingat! Dia jonghyun. Lalu dia duduk di kursi yg ada di depan ku. “annyeong Jonghyun-ssi” aku memberi senyum ramah. Kami terdiam sebentar, mungkin karena satu sama lain masih canggung. “eumm apa yg kau lakukan disini?” Tanya jonghyun padaku. “tidak ada, hanya menghabiskan waktu makan siang kk~ kau?” tanyaku balik. “aku juga” jawab jonghyun singkat kemudian terjadi keheningan lagi diantara kami. Aku mulai terfikir untuk menanyakan isi fikiranku padanya. “sungmin-ssi” “jonghyun-ssi” ucap kami berbarengan. Kami sama-sama tertawa kecil. “kau duluan sungmin” jonghyun mengalah. “jujur saja, aku minta maaf err karena masih berhubungan dengan… tunanganmu” ucapku tidak enak. “tidak apa sungmin-ssi. Malah aku yg seharusnya minta maaf karena telah merusak kebahagiaan kalian” jonghyun tersenyum kecut. Lalu semua tenggelam dalam pikiran masing-masing. “aku… mencintai jihyun. Aku sangat senang ketika ku tau dia menjadi tunangan ku. tapi aku menjadi merasa bersalah, setelah kutau dia sudah bersamamu. Dan pastinya dia mencintaimu, karena itu dia membenci pertunangan ini” jelas jonghyun sambil menatap ke arah luar. “kau tau? Entah mengapa saat melihatmu aku melihat dari tatapan mu, kau sangat mencintai jihyun. Dan sekarang aku tambah yakin dengan feeling ku” aku menghela nafas. “aku… akan berusaha melepas jihyun, untukmu”

*Jihyun POV*

Apa hari ini hari special? Ini benar-benar aneh, sungmin oppa mengajakku piknik. Aku dengan senang hati mengikuti ajakan namja-chingu ku ini. Kami menggelar tikar di bawah sebuah pohon yg rindang, lalu meletakkan peralatan piknik. Kini sungmin oppa sedang memainkan gitarnya dengan indah, sambil bernyanyi dengan suara merdunya. Aku tersenyum melihat wajah tampannya yg sedang memainkan gitar. Ah kenapa namja ini benar-benar membuatku jatuh cinta? Sungmin oppa menyanyikan sebuah lagu milik Super Junior M – Good bye my love. setelah selesai memainkan gitarnya aku bertepuk tangan. “oppa! Kau sangat keren” aku mengacungkan jempolku. Dia meletakkan gitarnya, lalu merangkulku. “tentu, Lee sungmin memang sangat keren. Kau baru menyadarinya eo?” dia menyenderkan kepalaku di bahunya, aku mencubit hidungnya. “aniya” . “jadi kau tidak menyadarinya?” sungmin membulatkan matanya. Aku mengangkat kepalaku dari bahu nya. “ti-dak, kutarik kata-kataku, kau tidak keren oppa” aku tertawa lepas. “yaaak! awas kau!” sebelum aku sempat lari dia menarik tangan ku lalu mendekapku erat. Lalu dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sedetik kemudian ‘chu~’ dia mencium ku singkat. Omo! Apa ini… kenapa aku benar2 tidak bisa mengontrol detak jantung ku? “ini hukuman untukmu mrs.Nam” kemudia dia duduk lagi di tempat semula. “oppaa!!! Kau mengagetkan ku!!” aku duduk disampingnya lalu menjitaknya. “aww” dia malah nyengir tanpa dosa.  “kkk~ miyanhe, kau lelah? Mendekatlah” ucapnya sambil menepuk sisi disebelahnya, akupun menurutinya, dia kembali merangkulku dan menyenderkan kepalaku di pundaknya yg nyaman. Karena sangat nyaman akupun tertidur.

*sungmin POV*

Lihatlah, betapa cantiknya yeoja-ku ini saat tidur, aku mengelus pelan pipi jihyun. Aku terus-terus menatap jihyun, “miyanhe” aku berbisik kecil. Dia membuka matanya, lalu mengangkat kepalanya dari bahuku. “sudah bangunkah?” aku tersenyum melihat yeoja ku yg baru tersadar. “ah angin yg berhembus disini terus menyuruhku tidur, akhirnya aku tidur” dia mengerjapkan matanya sedikit. Aku memfoto yeoja ku yg baru bangun tidur ‘click’ dia tersadar “opppa!!!! Kau ini” dia mempout kan bibirnya. Kkk~ kyeopta ‘click’ lagi-lagi aku memotret nya. “kau sangat imut saat bangun tidur chagi” ucapku sambil cekikikan. Aku mengarahkan camera ke arahku dan jihyun, “kajja selca sama oppa” dia sedikit membereskan letak rambutnya, lalu berpose. ‘click’ aku melihat hasil foto. “woaaa ada bidadari di sebelahku” jihyun terkekeh pelan mendengarnya. “chagi, kau berdiri disana ya, oppa akan memfotomu” jihyun mengangguk kecil, lalu berdiri di tempat yg kutunjuk, dia mulai berpose. Dengan senang hati aku memfotonya. Jihyunku… kau sangat cantik, maafkan aku..

-at 9pm KST-

Aku menghentikan mobil ku di depan rumah jihyun. Jihyun melepas savety belt “gomawo untuk hari ini oppa” aku menahan tangannya, dia pun menatapku dengan ekspresi bingung. “aku.. akan pergi ke Dubai besok” ujarku dengan serius. Dengan wajah tenang dia menjawab “aaa~ urusan kerja kah? Berapa lama? Jangan lama-lama ne kau kan tau..” “aku tidak akan kembali jihyun-ah” aku memotong pembicaraannya. Jihyun tampak kaget. “o-oppa aku benci kau bercanda seperti ini”. “aku serius, aku akan tinggal di dubai. Gomawo sudah menemaniku 2 tahun ini” ucapku, ‘miyanhe jeongmall miyanhe jihyun. Tidak ada kata-kata yg keluar dari mulutnya, dan kulihat pelupuk matanya sudah penuh dengan air mata. Oh tidak jihyun, jangan menangis!. “oppa! Kau jahat! Apa kau tidak mencintaiku?” tangisnya mulai pecah. Tidak ada yg bisa kulakukan sekarang selain diam. Kau salah jihyun! Aku sangat mencintai mu, namun ini lah keputusan ku. jihyun keluar dari mobil ku dan langsung pergi ke dalam rumahnya. Aku menatap punggungnya dengan sedih “goodbye my love, saranghaeyo”

-TBC-

Wind (Part 2 END)

cover ff Wind

Tittle : Wind (Part 2)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경)

Cast : Lee Hyuk jae (SJ Eunhyuk)

Choi Jina (G.Na)

Genre : romance, comedy

Length : twoshoot

Rating : PG

 

“oppa~ kau ada di dorm kah?” tanyaku pada hyuk oppa lewat telpon “ne chagi, kau mau kesini? Kkk~ aku tidak bisa meninggalkan choco, dia sedang manja sekali padaku” ucapnya sambil cekikikan. “ne-ne, aku kesana tunggu aku oppa” jawabku sambil tersenyum.  Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk! (sequel ‘Kajima’) Part 4

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 4)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Jung Ji Sun (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk! (sequel ‘Kajima’) Part 3

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 3)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Jung Ji Sun (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

 

*Author POV*

Gyorin dan Minho menyewa sebuah ballroom hotel di Seoul untuk melaksanakan pertunangan mereka. Banyak sekali tamu yang hadir. Tak lama kemudian Gyorin melihat seseorang.

*Gyorin POV*

“kau cantik jagi” kata Minho padaku. Aku tersenyum. “kau juga tampan” saat sedang memperhatikan para tamu yang dating. aku melihat Eunhyuk dan seorang yeoja. Mereka pun menghampiri kami. “hmm, chukkae nona Gyorin” kata seorang yeoja disamping Eunhyuk. Sepertinya dia tunangan Eunhyuk. “ne, khamsamnida” aku menjawab dengan ramah. “hey, kita bertemu lagi. Annyeong Minho. Wah kau tampan sekali” komentar gadis itu lagi. “haha jinjja? Tentu saja” jawab Minho sambil terkekeh. “ohya, Jung Ji Sun imnida” kata yeoja itu padaku. “Shin Gyorin imnida”. Kuperhatikan Eunhyuk diam saja. “hey, ayo ucapkan selamat pada mereka” ujar Jisun sambil menyenggol lengan Eunhyuk. “eoh? N..ne, chukkae”

*Eunhyuk POV*

Sebenarnya aku tidak ingin pergi ke sini. Tapi Jisun terus memaksaku. Uh menyebalkan. Dan lihatlah? Kurasa aku tidak suka gyorin bersama namja lain, err maksudku tunangannya. Hey! Hyuk! Apa yang kau pikirkan? Dia sudah punya tunangan dan k au juga!. Ishh, pasti ini yang dinamakan cemburu. “ohya, bisa kita permisi? Aku ingin bicara sesuatu dengan Minho. Hyuk jae kau disini saja ya” perintah Jisun padaku, lalu dia pergi ke suatu tempat dengan Minho. Dan tinggalah aku disini bersama Gyorin. Saat aku memandangnya kenapa tatapannya berubah ya? Tatapannya… sangat dingin. “gyorin, bagaimana kabarmu?” tanyaku berbasa-basi. “baik” hanya itu jawaban yang kuterima darinya. Huhh, dia kenapa ya? Ohya, anyway, hari ini dia sangat cantik. dia memakai dress tanpa lengan pendek selutut berwarna putih, ditambah jaket bulu yang berwarna putih juga. Sangat cantik. “m..miyan, bisa kau berhenti menatapku dengan pandangan seperti itu? Aku.. tidak nyaman” dia menyadarkanku dari lamunanku. “n..ne miyan”. Dia mengalihkan pandangannya.

*Jung Jisun POV*

Aku sengaja mengajak Minho menjauh dari tempat itu. Aku ingi Eunhyuk bisa mengobrol dengan Gyorin.. yahh walau Cuma sebentar. Lagipula aku sedikit tertarik pada namja ini. “ada apa Jisun-si?” Tanya Minho padaku. Mmm, apa yang harus ku katakan ya? Aku juga tidak tau harus bicara apa. “hmm, aku hanya mau bilang….. bagaimana kalau… kalau” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal karena mencari ide. “kalau apa?” Tanya Minho lagi “emmm, kalau.. kalau kita mengadakan pesta pernikahan pada hari yang sama? Hehe iya begitu” duh pabo! Ishh… hanya itu ide yang terlintas di benakku. Dia tampak berpikir sebentar. “wah, itu ide yang luar biasa. Baiklah nanti lusa, bagaimana kalau kita berempat jalan-jalan. Yah, sambil membicarakan hal ini.” Ujar Minho. Ck, ide konyol. “n..ne baiklah” aku hanya bisa mengiyakan. Toh asal idenya juga berasal dariku.sebelum dia beranjak pergi,  Dia menepuk pundakku, sambil tersenyum. “kau cantik miss Jung” lalu dia berlalu. Kyaaa dia bilang apa? Cantik? rasanya aku sangat senang, eh? Tapi kenapa ya? Jangan bilang aku suaka pada tunangan orang lain? Aishhh. molla.

***

“MWO?!” itu reaksi Hyuk Jae saat aku menceritakan ide konyolku itu pada nya. “neo mitcheosso?” katanya lagi. Aku hanya bisa mengerucutkan bibirku. “miyan..a ku tidak sengaja mengeluarkan ide itu. Ide itu tiba-tiba saja keluar dari mulutku” aku mencoba memberi penjelasan. Sementara dia? Dia hanya duduk lalu menutup wajahnya. “kenapa kau lakukan ini eoh?” kata Hyukjae lagi. “aku hanya ingin agar kau bisa mengobrol dengan gyorin tanpa ada yang mengganggu. Hanya itu saja” aku membela diri. “jadi begitu? Baiklah.. apa kau yakin tidak punya maksud lain?” jawab hyuk jae lagi. Uhh, kenapa dia tau sih? Kalau aku berbohong. “a..aniyo” jawabku berbohong.”sudahlah aku tau kau pasti berbohong. Jujur saja padaku” kata Hyukjae santai.bailah, siapa tau dia mendukung rencanaku. Lalu akupun menceritakan maksudku sebenarnya. “kau benar-benar gila Jisun” komentarnya. “haiishhh”aku menggerutu. “baiklah, bailah, terserah kau saja. Itu bukan urusanku” ujarnya, dan iapun pergi ke kamarnya.

***

*Minho POV*

Aku menggandeng tangan gyorin. “hey, apa yang kita lakukan disini?” tanyanya padaku. “sudah, kau tinggal mengikutiku saja.” Kataku sambil mengedipkan sebelah mataku padanya. Lalu aku membawanya ke sebuah taman, aku mencari-cari seseorang. Lalu kulihat seorang yeoja melambaikan tangannya padaku, disampingnya duduk seorang namja. “yak Minho, disini” kata yeoja itu, akupun tersenyum, sambil tetap menggandeng tangan gyorin. Gyorin hanya menatapku dengan tatapan bingung.

*Gyorin POV*

Minho melambaikan tangan pada seorang yeoja yang berdiri di depan sebuah bangku panjng. Eoh? Itukan tunangan nya Eunhyuk.. hmm, ohya Jung Jisun. “annyeong, miyan kami terlambat.” Ujar Minho sesaat, setelah kami sudah ada di depan mereka. “ne, gwaenchana, kami juga baru sampai” kata Jisun. “wahh, Shin gyorin, kau cantik sekali.. ya kan Hyuk?” Tanya Jisun pada Eunhyuk yang dari tadi hanya duduk dan diam. “eoh? Iya,” jawab Eunhyuk seadanya. “baiklah. Kajja” kata Minho. Lalu kamipun berjalan-jalan di sekitar sini. Sesekali kami bersenda guru. Ternyata Jisun yeoja yang menyenangkan. Dia memiliki wajah yang imut. “apa kalian lapar? Aku lapar, kita makan disana saja ya?” kata Minho. Kami semua pun setuju. “kalian mau makan apa? Biar aku yang pesan. Aku akan mentraktir kalian” kata Jisun. “aku, Galbitang saja yah” ujar Minho. “kalau gyorin, Eunhyuk kalian mau apa?” Tanya Jisun. “aku.. Bullgogi saja” jawabku bersamaan dengan Eunhyuk. Kamipun saling berpandangan “haha, selera kalian sama? Baiklah, tunggu sebentar ya” lalu Jisun pergi ke tempat pemesanan. Setelah makan kami melanjutkan acara jalan-jalan kami. “hey, bagaimana kalau lusa kita pergi seperti ini lagi?” usul Jisun. “bagaimana kalau sungai Han?” usul Minho. “ah, ani.. itu membosankan” ujar Eunhyuk. Haha, akhirnya ia berbicara juga. Daritadi dia kan diam saja. “ne, ah, aku tau, bagaimana kalau kita ke Pulau Nami saja??” usul Jisun lagi. “tapi tidak mungkin kita hanya sehari” kata Eunhyuk lagi. “tentu saja kita akan menyewa hotel” ujar Minho. “baiklah, siapa yang setuju kita ke Pulau Nami???” ujar Jisun. Eunhyuk, Minho, Jisun mengangkat tangannya. “Lets Go to Nami Island” kata Minho ceria. Aku hanya bisa pasrah mengikuti keinginan mereka.

***

“uwaahhh sangat Indah” itulah kata-kata yang keluar dari mulutku saat kami semua sampai di pulau itu. Aku menghirup udara segar disini. “hmm, sepertinya musim semi akan segera tiba” kata Eunhyuk yang berdiri disebelahku. “ne.” jawabku. Lalu kami langsung check in kamar hotel. “Gyorin, kita sekamar ya?? Jebbal” Jisun memohon padaku sambil melakukan aegyo. “baiklah, baiklah” ujarku akhirnya.dan Minho  pun sekamar dengan Eunhyuk. Dan kami memasuki kamar kami -aku dan Jisun- “wah, kau tidak pilih salah memilih hotel Jisun” kataku saat melihat keadaan kamar ini. Benar-benar kamar yang indah. Disini ada satu kasur berukuran king Size. Dan di sebelah kiri ada teras yang terhubung dengan laut *bayangin aja yg di BBF oke?*  “tentu saja.” Jawab Jisun sambil meletakkan kopernya di ujung ruangan. “aku mandi duluan ya” kataku lalu masuk ke kamar mandi.

***

Malam ini kami dinner bersama. Tentunya bersama pasangan masing-masing. Aku bersama Minho. Dan Eunhyuk bersama Jisun. Walau aku selalu berusaha untuk membuang jauh-jauh Eunhyuk dari pikiranku, selalu saja tidak bisa. Kalau orang lain pasti akan membenci seorang wanita yang dianggap merebut seseorang darinya. Tapi.. kenapa aku tidak bisa membenci Jisun? Bahkan aku merasa nyaman-nyaman saja dekat dengannya.

*Jisun POV*

Setelah dinner dan jalan-jalan sebentar kami kembali ke hotel. “hey apa kau membawa masker wajah?” tanyaku pada Gyorin. “ah, ne. ini” katanya sambil menyodorkan sebuah benda. ‘gomawo”. Dan dia kembali menonton tv. setelah memakai masker untuk wajah aku duduk disampingnya. “aku mohon, jangan seperti itu pada HyukJae. Dia tidak bersalah” ujarku padanya, diapun menoleh padaku. “apa yang kau bicarakan?”  “jangan menutupi hatimu. Aku tau semuanya. Kau tidak perlu  bersikap dingin padanya hanya karena kau kecewa padanya.” Dia hanya terdiam. “kau tau? Apa penyebab kami bertunangan? Kami bertunangan bukan karena saling mencintai” kali ini dia langsung menatap mataku. Mencari kebohongan mungkin. Namun percuma, karena saat ini aku berkata jujur. “kami bertunangan karena keinginan orang tua kami. Dan selama ini aku dan Hyuk Jae hanya seperti berteman.” .“awalnya, dia terima-terima saja saat dia mau dijodohkan denganku. Tapi saat ia tau ada seseorang yang menunggunya dan ia melupakannya, dia menjadi agak murung. Dan terkesan.. errr mulai tidak nyaman dengan pertunangan ini”.

*Gyorin POV*

Jadi.. maksudnya Eunhyuk tidak mencintainya? Tapi kenapa waktu itu dia menolakku? Aishh  “gyorin.. apa kau membenciku?” Tanya Jisun padaku. “awalnya aku berpikir akan seperti itu padamu.” “keunde… kenapa aku tidak merasakan itu ya?” kataku sambil tersenyum padanya. “jadi maksudmu.. kau tidak membenciku?” Tanya Jisun lagi. “tentu saja.” Jawabku. Dan dia memelukku, “gomawo gyorin.. aku tau kau yeoja yang baik” ujarnya. Aku hanya tersenyum. “geurom.. kita berteman?” tanyanya sambil menunjukkan kelingkingnya padaku. Akupun mengaitkan kelingkingku di jari kelingkingnya, yang  menandakan aku setuju berteman dengannya.. “berteman” kata kami bersamaan sambil tertawa. Lalu kami pun pergi tidur.

***

*Minho POV*

Ada yang mengetuk pintu kamar kami –aku dan Eunhyuk- akupun membuka pintu itu. “annyeong, Min.. kyaaaaaa >,<” ujar seorang yeoja yang mengetuk pintu kamar ini.

 

~To Be Continued~

A/N : holla readers, kali ini aku ga mau banyak note yah *readers : yeeeaayy* .. miyan kalo banyak typos.  khamsamnida udah baca ff ini, dan tolong komen yah, komen sangat dibutuhkan biar FF nya bisa makin bagus.. gomawo ^^

Saranghe Eunhyuk! (Sequel ‘Kajima’) Part 1

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) Part 1

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

*Gyor in POV*

Sudah 2 tahun Eunhyuk pergi. Selama itu pula aku menunggunya. Banyak yang menyatakan perasaannya padaku, namun aku tetap menunggu Eunhyuk.aku percaya dia akan kembli.  Aku terlanjur mencintai nya. sedangkan Minho? Minho kini menjadi sahabatku. Dia sahabat terbaikku. ”Gyorin, pagi-pagi jangan melamun.” Kata Minho padaku. “ah, ne?” kataku “tuh kan, benar kau melamun.” Kata Minho lagi. Kami berjalan berbarengan. “aniya” kataku mengelak. “hahaha, jinjjayo?” kata Minho. “sudah kubilang tidak ya tidak!” . kataku lalu menyebrang, namun cerobohnya aku, aku tidak melihat ada kendaraan yang melaju dengan kencang. “kyaaaaaa” ‘Braaaak’. Dan yang kulihat hanya gelap.

*Eunhyuk POV*

“ne, bujangnim. Aku akan cepat menyelesaikannya” aku sedang menelpon atasanku. Karena sedang focus dengan pembicaraan aku tidak konsen dengan jalan, dan akhirnya ‘Brakkk’ aku menabrak seorang yeoja. ‘omona. Ottohke?’ aku keluar dari mobil. Dan menghampiri Yeoja itu. “yak kau! Apa kau tidak lihat ada yang menyebrang!” bentak seorang namja padaku. “miyanhamnida, tadi aku tidak konsen dengan jalan jadi aku…” aku belum selesai berbicara. “Eunhyuk? Kau.. Eunhyuk kan?” Tanya namja itu. “ Aishh, sudahlah lebih baik kkita bawa agashi ini ke rumah sakit dlu” aku menggendong yeoja itu dan memasukkan nya ke mobil. Lalu melajukan mobilku ke rumah sakit terdekat.

***

Sudah 5 jam dia masih dalam keadaan kritis. Aku dan namja tadi hanya duduk menunggu nya. entah mengapa aku sangat khawatir pada yeoja ini. Dan aku sudah izin pada atasanku agar hari ini aku tidak berangkat kerja. “joneun Choi Minho Imnida” kata namja tadi padaku. Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. “joneun Lee Hyuk Jae imnida” kataku. Dia Nampak kaget. “apa kau tidak mengenalku? Aku temanmu dulu saat kau di SMA. Aku namja-chingunya Gyorin dulu” kata Minho. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang Minho bicarakan. “miyanhamnida Minho-shi. Aku terkena Amnesia saat aku di Singapore. Jadi aku lupa akan masa laluku.” Kataku menjelaskan. Dia Nampak sedih. “jadi.. kau lupa semuanya, termasuk.. Shin Gyo Rin?” Tanya Minho lagi.”ne, sepertinya begitu. Siapa itu Shin Gyo Rin??” kataku. Namun belum sempat Minho menjawab datang seorang suster. “silyehamnida, apakah ada keluarga dari nona Shin Gyo Rin?” kata Suster itu. Minho berdiri. “tidak ada namun aku sahabatnya.” “baiklah, nona Shin Gyo Rin sudah sadar, anda boleh menjenguknya” kata Suster itu. “ne, khamsamnida” Minho terlihat senang lalu dia mengajakku untuk menemui yeoja itu.’kajja Eunhyuk” saat masuk di ruangan itu. Terlihat yeoja itu sudah membuka matanya, namun terlihat masih lemas. Perban melingkari dahinya. “Gyorin-ah” kata Minho. Saat yeoja itu melihat ke arahku dia terlihat kaget. “eunhyuk telah kembali” kata Minho lagi. Aku tidak mengerti, siapa itu eunhyuk? Kenapa mereka memanggilku eunhyuk? . “hmm, aku mau Tanya siapa itu Eunhyuk?” kataku, Gyorin mengerutkan dahinya. “tentu saja kau” kata Gyorin kini memulai bicara. “namaku Lee Hyuk Jae, dan bukan Eunhyuk.” Kataku. Terlihat raut wajahnya berubah jadi sedih. “kau.. bukan Eunhyuk yang ku kenal..” dia menangis. Aiishh mengapa dia  menangis? “hmm, miyan, aku tidak bermaksud..” “ka!” sebelum aku selesai berbicara. Dia menyuruh ku pergi. “sudahlah Hyuk Jae, kau bisa pergi sekarang mungkin kau bisa kesini lagi besok. Aku akan menjelaskan semuanya pada gyorin” kata Minho. “dan aku akan menceritakan  semua yang pernah terjadi di masa lalumu” kata Minho. “ne, khamsamnida Minho-shi. Aku pergi dulu” lalu aku beranjak pergi.

*Minho POV*

Aku kembali ke kamar Gyorin. Aku melihat pundaknya bergetar. Dia pasti sangat sedih, saat mengetahui orang yang selama ini ia rindukan, tidak mengingatnya. “gyorin, uljima” kataku lalu diapun memelukku. “baiklah, kau boleh menangis sampai ku puas” kataku pada akhirnya. Aku ingin dia mengeluarkan semua bebannya.”dia bukan Eunhyuk ku… hiks.. hiks” katanya di sela tangisannya. 15 menit kemudian tangisannya mulai mereda.  “sudah tenangkah?” ia mengangguk sambil menyeka air matanya sendiri. “Eunhyuk, dia bukan sengaja melupakanmu” kataku, dia terus menatapku. “dia terkena Amnesia, sehingga dia lupa akan semua masa lalunya termasuk tentangmu” aku mencoba menjelaskan. “kenapa, disaat aku menemukannya, dia malah lupa tentang aku?”dia sangat sedih. “itu sudah takdir gyorin. Pasti tuhan telah merencanakan yang terbaik pada akhirnya” kataku. “sekarang waktunya tidur. Kau harus tidur sekarang, arra?” kataku pada Gyorin. Dia hanya mengangguk lalu tertidur. Sedangkan aku menemaninya disini, dan tidur di Sofa..

***

Saat sedang menunggu bus di halte dekat rumah sakit, aku bertemu dengan Eunhyuk. “annyeonghaseyo Hyuk Jae” kataku, karena aku yakin dia tidak akan menoleh jika aku memanggilnya dengan panggilan Eunhyuk. “ah, Annyeonghaseyo. Minho” katanya. “apa kau ada waktu?”

*Eunhyuk POV*

Kini kami sedang berada di sebuah kafe. “Dulu, kau bersekolah di SMA Chun-hyang (ngasal banget nama sekolahnya) . kau adalah sahabatnya Gyorin. Kau bersama Gyorin sejak SD sampai SMA. Waktu itu aku namja-chingu Gyorin. Dan ternyata kau menyukainya. Akupun berniat menyerahkan Gyorin padamu, namun kau sudah pergi duluan ke Singapore” dia bercerita panjang lebar. Aku sedikit mengingat. Ada satu bayangan yang begitu cepat di otakku, membuat kepalaku sakit “arrrgghh” aku memegang kepalaku. “omo, Hyukjae? Gwaenchanayo? Kau kenapa?” kata nya khawatir. “hanya sedikit sakit tadi” kataku sambil meminum strawberry juice ku. “ohya, siapa itu Eunhyuk?” kataku kembali bertanya pada Minho. “Eunhyuk adalah nama Panggilanmu”  kata Minho. Yah, setelah dia menceritakan semuanya, sedikit demi sedikit aku mulai memahami masa laluku. Jadi.. Gyorin adalahku yeoja yang kucintai? Tapi.. kenapa cinta itu hilng? Ini pasti karena amnesia ku. “hmm, baiklah. Aku harus pulang dulu. Annyeong” katanya lalu pergi. Aku memutuskan untuk menjenguk Gyorin di Rumah sakit. Sebelum kesana aku membeli buah Strawberry dan membeli sebuket bunga.

*Gyorin POV*

Kudengar pintu diketuk. Dan masuklah seorang namja “annyeong Gyorin” kata namja itu. “annyeong Eunhyuk” aku tersenyum.dia meletakkan buah di sebelah meja sebelah tempat tidurku. Dan memberikan bunga nya padaku. “ini, untuk permintaan maafku atas kejadian kemarin.” aku senang sekali. “gomawo Eunhyuk”. Lalu dia duduk di sebelah tempat tidurku. “apa benar kau terkena amnesia?” aku menanyakan pada Eunhyuk. “ne, aku terkena amnesia” kataku. “jadi.. kau melupakanku?” aku bertanya lagi. “ne” . aku menunjukan sebuah foto. Di foto itu kami tersenyum dan saling merangkul. “itu.. aku?” Tanya Eunhyuk. “tentu saja ini kau” kataku. “dan yeoja itu… kau?” dia menoleh ke arahku. “benar sekali” .

*Eunhyuk POV*

Tiba-tiba ada di otakku terbayang masa laluku. Sekelebat bayangan muncul di pikiranku. “kau mengingat sesuatu?” Tanya nya penasaran. “aku mengingat saat aku mengirim sebuah pesan padamu, keunde, aku lupa apa isi pesan itu.” Dia tersentak. “untuksoal ini, kau akan mengetahuinya dengan sendirinya.”dia menundukan kepalanya.”kenapa kau tidak memberitauku?” aku makin penasaran. “aku takut kalau aku bilang ini semua, kau akan mengira ini kebohongan.jaid biarlah waktu yang akan menu njukkannya padamu” aku hanya mengangguk.

***

3 hari kemudian..

Sekarang dia sudah diizinkan pulang. Aku dan Minho mengantarnya ke apartemen miliknya. Apartemen cukup luas dan juga nyaman. Warna wallpaper tembok di dominasi warna pastel. Aku menoleh kepada gyorin dan Minho. Kini Gyorin sedang duduk di Sofa, dan Minho memberinya air putih dan beberapa tablet obat. Minho namja yang sangat perhatian. Ohya, aku baru ingat Minho pernah mengatakan bahwa ia adalah mantan namja-chingu Gyorinkan? Keunde.. kenapa mereka putus? Menurutku mereka serasi-serasi saja. Aneh, saat aku bergumam sendiri didalam hati. Aku merasa di dalam hatiku ada rasa yang tidak ingin mereka dekat. Aku tidak mengerti ini perasaan apa. Tiba-tiba ponsel Minho berdering. Dia pergi ke balkon sebentar lalu berbicara dengan seseorang lewat ponsel, dan ia kembali lagi. “gyorin miyanhe, aku harus pergi. Bibiku baru datang dari Pusan. Dan aku harus menjemputnya. Eunhyuk tolong jaga Gyorin ya? Annyeong” lalu Minho pergi dari Apartemen ini.lama kami saling terdiam. Lalu aku angkat bicara. “Gyorin, apa benar Minho adalah mantan mnamja chingumu?”  Gyorin tersenyum dan mengangguk. “ne, dia mantan namja-chingu ku.” “geurom, kenapa kalian putus?” dia menghela nafasnya. “kalau aku beritau padamu, apa kau akan percaya?”  kenapa dia terus bertanya seperti itu padaku? “baiklah, mulai sekarang aku akan mempercayaimu. Katakan padaku apa yang belum kau beritau padaku?’ aku benar-benar penasaran dengan yang sebenarnya. “benar kau akan percaya?” Tanya gyorin lagi. “ne” “aku putus dengannya karena kau”  “m..mwo?” benar saja kata gyorin aku tidak percaya. “keunde wae?” aku masih penasaran. “huh, sudah kubilang kau tidak akan percaya, dan kau akan lebih tidak percaya pada yang satu ini” Gyorin kembali membaca majalah nya. “ayolah.. ceritakan” kini aku menggoyang-goyangkan lengannya. “tapi jangan tertawa ya?” akhirnya gyorin menyerah aku mengangguk. “karena… Saranghe Eunhyuk. Aku mencintaimu. Makanya aku putus dengan minho. Namun bodohnya aku, aku baru menyadarinya saat kau sudah pergi ke Singapore.” Wajah nya berubah menjadi sedih. Apa aku orang jahat? Apa dulu aku mencintai nya? “dan itu masih berlaku sampai sekarang hyuk” dia memegang tanganku lalu dia menatap mataku. “kau tau perasaanku saat bertemu denganmu waktu kau menabrakku? Aku sama sekali tidak merasakan sakit. Saat melihat mu, hatiku sangat senang. Bahkan aku tidak memikirkan bisa saja nyawaku melayang saat itu juga.”dia melanjutkan kata-katanya. “namun saat aku mengetahui bahwa kau terkena amnesia, dan melupakanku. Sakit di hatiku lebih terasa dibanding luka ku.” Gyorin mulai meneteskan air matanya. “ya, uljima~” dia menyeka air matanya. “aku mohon Eunhyuk, jebbal. Belajarlah mencintaiku lagi. Walau mungkin akan memakan waktu yang lama, aku akan tetap menunggumu” air mata terus mengalir di pipinya. Aku merasa bersalah padanya. Tapi… mau bagaimana lagi? Aku harus mengatakan yang sebenarnya pada Gyorin. Ini pasti sangat menyakitkan untuknya. Dia masih tetap menangis. Hatiku tergerak untuk memberikan tempat untuknya menangis. Aku pun memeluknya. “uljima gyorin~” namun dia masih terus menangis.

*Gyorin POV*

“uljima gyorin~” dia memelukku. Pelukan yang sangat aku inginkan dari dulu. Aku sangat ingin menangis di bahunya. Aku sangat mencintainya. “saranghe Eunhyuk” hanya itu yang bisa kusebutkan. Setelah tangisku mereda, dia melepas pelukannya dan menatapku.dia menunduk. “maafkan aku untuk kejadian di masa laluku yang tidak bisa kuingat.” Aku terus menunggu kelanjutan kata-katanya. “dan Miyanhe. Aku tidak bisa bersamamu” seketika hatiku kembali sakit, nafasku terasa sesak.”aku… sudah mempunyai tunangan”

~To Be Continued~

A/N : hollaa readers.. ^^ inilah sequel ‘Kajima’ yang aku janjikan.. tapi maap ya, soalnya TBC 😀 pokoknya aku usahain deh cepet nge post nya. dan.. biar nambah cepet lagi, tolooooong banget hargain Author yang udah nulis + Mikir ide ini.. dengan cara KOMEN, cukup satu kata itu udah ngehargain author oke??? Dan FF kajima ini aku buat special buat TiWon Unnie ^^ . dia selalu support aku 😉 gomawo unnie. Oke miyan kalo banyak typos dan banyak omong.. Don’t Be Silent Readers ya ^^