Wind (Part 2 END)

cover ff Wind

Tittle : Wind (Part 2)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경)

Cast : Lee Hyuk jae (SJ Eunhyuk)

Choi Jina (G.Na)

Genre : romance, comedy

Length : twoshoot

Rating : PG

 

“oppa~ kau ada di dorm kah?” tanyaku pada hyuk oppa lewat telpon “ne chagi, kau mau kesini? Kkk~ aku tidak bisa meninggalkan choco, dia sedang manja sekali padaku” ucapnya sambil cekikikan. “ne-ne, aku kesana tunggu aku oppa” jawabku sambil tersenyum.  Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk (Sequel of ‘Kajima’) Part 5 [END]

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 5)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae. 은혁 (Super Junior)

Shin Gyo Rin  . 신겨린  (OC’s)

Choi Minho. 최민허  (SHINee)

Jung Ji Sun. 정지순 (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk! (sequel ‘Kajima’) Part 4

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 4)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Jung Ji Sun (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk! (sequel ‘Kajima’) Part 3

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 3)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Jung Ji Sun (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

 

*Author POV*

Gyorin dan Minho menyewa sebuah ballroom hotel di Seoul untuk melaksanakan pertunangan mereka. Banyak sekali tamu yang hadir. Tak lama kemudian Gyorin melihat seseorang.

*Gyorin POV*

“kau cantik jagi” kata Minho padaku. Aku tersenyum. “kau juga tampan” saat sedang memperhatikan para tamu yang dating. aku melihat Eunhyuk dan seorang yeoja. Mereka pun menghampiri kami. “hmm, chukkae nona Gyorin” kata seorang yeoja disamping Eunhyuk. Sepertinya dia tunangan Eunhyuk. “ne, khamsamnida” aku menjawab dengan ramah. “hey, kita bertemu lagi. Annyeong Minho. Wah kau tampan sekali” komentar gadis itu lagi. “haha jinjja? Tentu saja” jawab Minho sambil terkekeh. “ohya, Jung Ji Sun imnida” kata yeoja itu padaku. “Shin Gyorin imnida”. Kuperhatikan Eunhyuk diam saja. “hey, ayo ucapkan selamat pada mereka” ujar Jisun sambil menyenggol lengan Eunhyuk. “eoh? N..ne, chukkae”

*Eunhyuk POV*

Sebenarnya aku tidak ingin pergi ke sini. Tapi Jisun terus memaksaku. Uh menyebalkan. Dan lihatlah? Kurasa aku tidak suka gyorin bersama namja lain, err maksudku tunangannya. Hey! Hyuk! Apa yang kau pikirkan? Dia sudah punya tunangan dan k au juga!. Ishh, pasti ini yang dinamakan cemburu. “ohya, bisa kita permisi? Aku ingin bicara sesuatu dengan Minho. Hyuk jae kau disini saja ya” perintah Jisun padaku, lalu dia pergi ke suatu tempat dengan Minho. Dan tinggalah aku disini bersama Gyorin. Saat aku memandangnya kenapa tatapannya berubah ya? Tatapannya… sangat dingin. “gyorin, bagaimana kabarmu?” tanyaku berbasa-basi. “baik” hanya itu jawaban yang kuterima darinya. Huhh, dia kenapa ya? Ohya, anyway, hari ini dia sangat cantik. dia memakai dress tanpa lengan pendek selutut berwarna putih, ditambah jaket bulu yang berwarna putih juga. Sangat cantik. “m..miyan, bisa kau berhenti menatapku dengan pandangan seperti itu? Aku.. tidak nyaman” dia menyadarkanku dari lamunanku. “n..ne miyan”. Dia mengalihkan pandangannya.

*Jung Jisun POV*

Aku sengaja mengajak Minho menjauh dari tempat itu. Aku ingi Eunhyuk bisa mengobrol dengan Gyorin.. yahh walau Cuma sebentar. Lagipula aku sedikit tertarik pada namja ini. “ada apa Jisun-si?” Tanya Minho padaku. Mmm, apa yang harus ku katakan ya? Aku juga tidak tau harus bicara apa. “hmm, aku hanya mau bilang….. bagaimana kalau… kalau” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal karena mencari ide. “kalau apa?” Tanya Minho lagi “emmm, kalau.. kalau kita mengadakan pesta pernikahan pada hari yang sama? Hehe iya begitu” duh pabo! Ishh… hanya itu ide yang terlintas di benakku. Dia tampak berpikir sebentar. “wah, itu ide yang luar biasa. Baiklah nanti lusa, bagaimana kalau kita berempat jalan-jalan. Yah, sambil membicarakan hal ini.” Ujar Minho. Ck, ide konyol. “n..ne baiklah” aku hanya bisa mengiyakan. Toh asal idenya juga berasal dariku.sebelum dia beranjak pergi,  Dia menepuk pundakku, sambil tersenyum. “kau cantik miss Jung” lalu dia berlalu. Kyaaa dia bilang apa? Cantik? rasanya aku sangat senang, eh? Tapi kenapa ya? Jangan bilang aku suaka pada tunangan orang lain? Aishhh. molla.

***

“MWO?!” itu reaksi Hyuk Jae saat aku menceritakan ide konyolku itu pada nya. “neo mitcheosso?” katanya lagi. Aku hanya bisa mengerucutkan bibirku. “miyan..a ku tidak sengaja mengeluarkan ide itu. Ide itu tiba-tiba saja keluar dari mulutku” aku mencoba memberi penjelasan. Sementara dia? Dia hanya duduk lalu menutup wajahnya. “kenapa kau lakukan ini eoh?” kata Hyukjae lagi. “aku hanya ingin agar kau bisa mengobrol dengan gyorin tanpa ada yang mengganggu. Hanya itu saja” aku membela diri. “jadi begitu? Baiklah.. apa kau yakin tidak punya maksud lain?” jawab hyuk jae lagi. Uhh, kenapa dia tau sih? Kalau aku berbohong. “a..aniyo” jawabku berbohong.”sudahlah aku tau kau pasti berbohong. Jujur saja padaku” kata Hyukjae santai.bailah, siapa tau dia mendukung rencanaku. Lalu akupun menceritakan maksudku sebenarnya. “kau benar-benar gila Jisun” komentarnya. “haiishhh”aku menggerutu. “baiklah, bailah, terserah kau saja. Itu bukan urusanku” ujarnya, dan iapun pergi ke kamarnya.

***

*Minho POV*

Aku menggandeng tangan gyorin. “hey, apa yang kita lakukan disini?” tanyanya padaku. “sudah, kau tinggal mengikutiku saja.” Kataku sambil mengedipkan sebelah mataku padanya. Lalu aku membawanya ke sebuah taman, aku mencari-cari seseorang. Lalu kulihat seorang yeoja melambaikan tangannya padaku, disampingnya duduk seorang namja. “yak Minho, disini” kata yeoja itu, akupun tersenyum, sambil tetap menggandeng tangan gyorin. Gyorin hanya menatapku dengan tatapan bingung.

*Gyorin POV*

Minho melambaikan tangan pada seorang yeoja yang berdiri di depan sebuah bangku panjng. Eoh? Itukan tunangan nya Eunhyuk.. hmm, ohya Jung Jisun. “annyeong, miyan kami terlambat.” Ujar Minho sesaat, setelah kami sudah ada di depan mereka. “ne, gwaenchana, kami juga baru sampai” kata Jisun. “wahh, Shin gyorin, kau cantik sekali.. ya kan Hyuk?” Tanya Jisun pada Eunhyuk yang dari tadi hanya duduk dan diam. “eoh? Iya,” jawab Eunhyuk seadanya. “baiklah. Kajja” kata Minho. Lalu kamipun berjalan-jalan di sekitar sini. Sesekali kami bersenda guru. Ternyata Jisun yeoja yang menyenangkan. Dia memiliki wajah yang imut. “apa kalian lapar? Aku lapar, kita makan disana saja ya?” kata Minho. Kami semua pun setuju. “kalian mau makan apa? Biar aku yang pesan. Aku akan mentraktir kalian” kata Jisun. “aku, Galbitang saja yah” ujar Minho. “kalau gyorin, Eunhyuk kalian mau apa?” Tanya Jisun. “aku.. Bullgogi saja” jawabku bersamaan dengan Eunhyuk. Kamipun saling berpandangan “haha, selera kalian sama? Baiklah, tunggu sebentar ya” lalu Jisun pergi ke tempat pemesanan. Setelah makan kami melanjutkan acara jalan-jalan kami. “hey, bagaimana kalau lusa kita pergi seperti ini lagi?” usul Jisun. “bagaimana kalau sungai Han?” usul Minho. “ah, ani.. itu membosankan” ujar Eunhyuk. Haha, akhirnya ia berbicara juga. Daritadi dia kan diam saja. “ne, ah, aku tau, bagaimana kalau kita ke Pulau Nami saja??” usul Jisun lagi. “tapi tidak mungkin kita hanya sehari” kata Eunhyuk lagi. “tentu saja kita akan menyewa hotel” ujar Minho. “baiklah, siapa yang setuju kita ke Pulau Nami???” ujar Jisun. Eunhyuk, Minho, Jisun mengangkat tangannya. “Lets Go to Nami Island” kata Minho ceria. Aku hanya bisa pasrah mengikuti keinginan mereka.

***

“uwaahhh sangat Indah” itulah kata-kata yang keluar dari mulutku saat kami semua sampai di pulau itu. Aku menghirup udara segar disini. “hmm, sepertinya musim semi akan segera tiba” kata Eunhyuk yang berdiri disebelahku. “ne.” jawabku. Lalu kami langsung check in kamar hotel. “Gyorin, kita sekamar ya?? Jebbal” Jisun memohon padaku sambil melakukan aegyo. “baiklah, baiklah” ujarku akhirnya.dan Minho  pun sekamar dengan Eunhyuk. Dan kami memasuki kamar kami -aku dan Jisun- “wah, kau tidak pilih salah memilih hotel Jisun” kataku saat melihat keadaan kamar ini. Benar-benar kamar yang indah. Disini ada satu kasur berukuran king Size. Dan di sebelah kiri ada teras yang terhubung dengan laut *bayangin aja yg di BBF oke?*  “tentu saja.” Jawab Jisun sambil meletakkan kopernya di ujung ruangan. “aku mandi duluan ya” kataku lalu masuk ke kamar mandi.

***

Malam ini kami dinner bersama. Tentunya bersama pasangan masing-masing. Aku bersama Minho. Dan Eunhyuk bersama Jisun. Walau aku selalu berusaha untuk membuang jauh-jauh Eunhyuk dari pikiranku, selalu saja tidak bisa. Kalau orang lain pasti akan membenci seorang wanita yang dianggap merebut seseorang darinya. Tapi.. kenapa aku tidak bisa membenci Jisun? Bahkan aku merasa nyaman-nyaman saja dekat dengannya.

*Jisun POV*

Setelah dinner dan jalan-jalan sebentar kami kembali ke hotel. “hey apa kau membawa masker wajah?” tanyaku pada Gyorin. “ah, ne. ini” katanya sambil menyodorkan sebuah benda. ‘gomawo”. Dan dia kembali menonton tv. setelah memakai masker untuk wajah aku duduk disampingnya. “aku mohon, jangan seperti itu pada HyukJae. Dia tidak bersalah” ujarku padanya, diapun menoleh padaku. “apa yang kau bicarakan?”  “jangan menutupi hatimu. Aku tau semuanya. Kau tidak perlu  bersikap dingin padanya hanya karena kau kecewa padanya.” Dia hanya terdiam. “kau tau? Apa penyebab kami bertunangan? Kami bertunangan bukan karena saling mencintai” kali ini dia langsung menatap mataku. Mencari kebohongan mungkin. Namun percuma, karena saat ini aku berkata jujur. “kami bertunangan karena keinginan orang tua kami. Dan selama ini aku dan Hyuk Jae hanya seperti berteman.” .“awalnya, dia terima-terima saja saat dia mau dijodohkan denganku. Tapi saat ia tau ada seseorang yang menunggunya dan ia melupakannya, dia menjadi agak murung. Dan terkesan.. errr mulai tidak nyaman dengan pertunangan ini”.

*Gyorin POV*

Jadi.. maksudnya Eunhyuk tidak mencintainya? Tapi kenapa waktu itu dia menolakku? Aishh  “gyorin.. apa kau membenciku?” Tanya Jisun padaku. “awalnya aku berpikir akan seperti itu padamu.” “keunde… kenapa aku tidak merasakan itu ya?” kataku sambil tersenyum padanya. “jadi maksudmu.. kau tidak membenciku?” Tanya Jisun lagi. “tentu saja.” Jawabku. Dan dia memelukku, “gomawo gyorin.. aku tau kau yeoja yang baik” ujarnya. Aku hanya tersenyum. “geurom.. kita berteman?” tanyanya sambil menunjukkan kelingkingnya padaku. Akupun mengaitkan kelingkingku di jari kelingkingnya, yang  menandakan aku setuju berteman dengannya.. “berteman” kata kami bersamaan sambil tertawa. Lalu kami pun pergi tidur.

***

*Minho POV*

Ada yang mengetuk pintu kamar kami –aku dan Eunhyuk- akupun membuka pintu itu. “annyeong, Min.. kyaaaaaa >,<” ujar seorang yeoja yang mengetuk pintu kamar ini.

 

~To Be Continued~

A/N : holla readers, kali ini aku ga mau banyak note yah *readers : yeeeaayy* .. miyan kalo banyak typos.  khamsamnida udah baca ff ini, dan tolong komen yah, komen sangat dibutuhkan biar FF nya bisa makin bagus.. gomawo ^^

Saranghe Eunhyuk! (sequel ‘Kajima’) Part 2

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 2)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Jung Ji Sun (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk! (Sequel ‘Kajima’) Part 1

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) Part 1

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

*Gyor in POV*

Sudah 2 tahun Eunhyuk pergi. Selama itu pula aku menunggunya. Banyak yang menyatakan perasaannya padaku, namun aku tetap menunggu Eunhyuk.aku percaya dia akan kembli.  Aku terlanjur mencintai nya. sedangkan Minho? Minho kini menjadi sahabatku. Dia sahabat terbaikku. ”Gyorin, pagi-pagi jangan melamun.” Kata Minho padaku. “ah, ne?” kataku “tuh kan, benar kau melamun.” Kata Minho lagi. Kami berjalan berbarengan. “aniya” kataku mengelak. “hahaha, jinjjayo?” kata Minho. “sudah kubilang tidak ya tidak!” . kataku lalu menyebrang, namun cerobohnya aku, aku tidak melihat ada kendaraan yang melaju dengan kencang. “kyaaaaaa” ‘Braaaak’. Dan yang kulihat hanya gelap.

*Eunhyuk POV*

“ne, bujangnim. Aku akan cepat menyelesaikannya” aku sedang menelpon atasanku. Karena sedang focus dengan pembicaraan aku tidak konsen dengan jalan, dan akhirnya ‘Brakkk’ aku menabrak seorang yeoja. ‘omona. Ottohke?’ aku keluar dari mobil. Dan menghampiri Yeoja itu. “yak kau! Apa kau tidak lihat ada yang menyebrang!” bentak seorang namja padaku. “miyanhamnida, tadi aku tidak konsen dengan jalan jadi aku…” aku belum selesai berbicara. “Eunhyuk? Kau.. Eunhyuk kan?” Tanya namja itu. “ Aishh, sudahlah lebih baik kkita bawa agashi ini ke rumah sakit dlu” aku menggendong yeoja itu dan memasukkan nya ke mobil. Lalu melajukan mobilku ke rumah sakit terdekat.

***

Sudah 5 jam dia masih dalam keadaan kritis. Aku dan namja tadi hanya duduk menunggu nya. entah mengapa aku sangat khawatir pada yeoja ini. Dan aku sudah izin pada atasanku agar hari ini aku tidak berangkat kerja. “joneun Choi Minho Imnida” kata namja tadi padaku. Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. “joneun Lee Hyuk Jae imnida” kataku. Dia Nampak kaget. “apa kau tidak mengenalku? Aku temanmu dulu saat kau di SMA. Aku namja-chingunya Gyorin dulu” kata Minho. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang Minho bicarakan. “miyanhamnida Minho-shi. Aku terkena Amnesia saat aku di Singapore. Jadi aku lupa akan masa laluku.” Kataku menjelaskan. Dia Nampak sedih. “jadi.. kau lupa semuanya, termasuk.. Shin Gyo Rin?” Tanya Minho lagi.”ne, sepertinya begitu. Siapa itu Shin Gyo Rin??” kataku. Namun belum sempat Minho menjawab datang seorang suster. “silyehamnida, apakah ada keluarga dari nona Shin Gyo Rin?” kata Suster itu. Minho berdiri. “tidak ada namun aku sahabatnya.” “baiklah, nona Shin Gyo Rin sudah sadar, anda boleh menjenguknya” kata Suster itu. “ne, khamsamnida” Minho terlihat senang lalu dia mengajakku untuk menemui yeoja itu.’kajja Eunhyuk” saat masuk di ruangan itu. Terlihat yeoja itu sudah membuka matanya, namun terlihat masih lemas. Perban melingkari dahinya. “Gyorin-ah” kata Minho. Saat yeoja itu melihat ke arahku dia terlihat kaget. “eunhyuk telah kembali” kata Minho lagi. Aku tidak mengerti, siapa itu eunhyuk? Kenapa mereka memanggilku eunhyuk? . “hmm, aku mau Tanya siapa itu Eunhyuk?” kataku, Gyorin mengerutkan dahinya. “tentu saja kau” kata Gyorin kini memulai bicara. “namaku Lee Hyuk Jae, dan bukan Eunhyuk.” Kataku. Terlihat raut wajahnya berubah jadi sedih. “kau.. bukan Eunhyuk yang ku kenal..” dia menangis. Aiishh mengapa dia  menangis? “hmm, miyan, aku tidak bermaksud..” “ka!” sebelum aku selesai berbicara. Dia menyuruh ku pergi. “sudahlah Hyuk Jae, kau bisa pergi sekarang mungkin kau bisa kesini lagi besok. Aku akan menjelaskan semuanya pada gyorin” kata Minho. “dan aku akan menceritakan  semua yang pernah terjadi di masa lalumu” kata Minho. “ne, khamsamnida Minho-shi. Aku pergi dulu” lalu aku beranjak pergi.

*Minho POV*

Aku kembali ke kamar Gyorin. Aku melihat pundaknya bergetar. Dia pasti sangat sedih, saat mengetahui orang yang selama ini ia rindukan, tidak mengingatnya. “gyorin, uljima” kataku lalu diapun memelukku. “baiklah, kau boleh menangis sampai ku puas” kataku pada akhirnya. Aku ingin dia mengeluarkan semua bebannya.”dia bukan Eunhyuk ku… hiks.. hiks” katanya di sela tangisannya. 15 menit kemudian tangisannya mulai mereda.  “sudah tenangkah?” ia mengangguk sambil menyeka air matanya sendiri. “Eunhyuk, dia bukan sengaja melupakanmu” kataku, dia terus menatapku. “dia terkena Amnesia, sehingga dia lupa akan semua masa lalunya termasuk tentangmu” aku mencoba menjelaskan. “kenapa, disaat aku menemukannya, dia malah lupa tentang aku?”dia sangat sedih. “itu sudah takdir gyorin. Pasti tuhan telah merencanakan yang terbaik pada akhirnya” kataku. “sekarang waktunya tidur. Kau harus tidur sekarang, arra?” kataku pada Gyorin. Dia hanya mengangguk lalu tertidur. Sedangkan aku menemaninya disini, dan tidur di Sofa..

***

Saat sedang menunggu bus di halte dekat rumah sakit, aku bertemu dengan Eunhyuk. “annyeonghaseyo Hyuk Jae” kataku, karena aku yakin dia tidak akan menoleh jika aku memanggilnya dengan panggilan Eunhyuk. “ah, Annyeonghaseyo. Minho” katanya. “apa kau ada waktu?”

*Eunhyuk POV*

Kini kami sedang berada di sebuah kafe. “Dulu, kau bersekolah di SMA Chun-hyang (ngasal banget nama sekolahnya) . kau adalah sahabatnya Gyorin. Kau bersama Gyorin sejak SD sampai SMA. Waktu itu aku namja-chingu Gyorin. Dan ternyata kau menyukainya. Akupun berniat menyerahkan Gyorin padamu, namun kau sudah pergi duluan ke Singapore” dia bercerita panjang lebar. Aku sedikit mengingat. Ada satu bayangan yang begitu cepat di otakku, membuat kepalaku sakit “arrrgghh” aku memegang kepalaku. “omo, Hyukjae? Gwaenchanayo? Kau kenapa?” kata nya khawatir. “hanya sedikit sakit tadi” kataku sambil meminum strawberry juice ku. “ohya, siapa itu Eunhyuk?” kataku kembali bertanya pada Minho. “Eunhyuk adalah nama Panggilanmu”  kata Minho. Yah, setelah dia menceritakan semuanya, sedikit demi sedikit aku mulai memahami masa laluku. Jadi.. Gyorin adalahku yeoja yang kucintai? Tapi.. kenapa cinta itu hilng? Ini pasti karena amnesia ku. “hmm, baiklah. Aku harus pulang dulu. Annyeong” katanya lalu pergi. Aku memutuskan untuk menjenguk Gyorin di Rumah sakit. Sebelum kesana aku membeli buah Strawberry dan membeli sebuket bunga.

*Gyorin POV*

Kudengar pintu diketuk. Dan masuklah seorang namja “annyeong Gyorin” kata namja itu. “annyeong Eunhyuk” aku tersenyum.dia meletakkan buah di sebelah meja sebelah tempat tidurku. Dan memberikan bunga nya padaku. “ini, untuk permintaan maafku atas kejadian kemarin.” aku senang sekali. “gomawo Eunhyuk”. Lalu dia duduk di sebelah tempat tidurku. “apa benar kau terkena amnesia?” aku menanyakan pada Eunhyuk. “ne, aku terkena amnesia” kataku. “jadi.. kau melupakanku?” aku bertanya lagi. “ne” . aku menunjukan sebuah foto. Di foto itu kami tersenyum dan saling merangkul. “itu.. aku?” Tanya Eunhyuk. “tentu saja ini kau” kataku. “dan yeoja itu… kau?” dia menoleh ke arahku. “benar sekali” .

*Eunhyuk POV*

Tiba-tiba ada di otakku terbayang masa laluku. Sekelebat bayangan muncul di pikiranku. “kau mengingat sesuatu?” Tanya nya penasaran. “aku mengingat saat aku mengirim sebuah pesan padamu, keunde, aku lupa apa isi pesan itu.” Dia tersentak. “untuksoal ini, kau akan mengetahuinya dengan sendirinya.”dia menundukan kepalanya.”kenapa kau tidak memberitauku?” aku makin penasaran. “aku takut kalau aku bilang ini semua, kau akan mengira ini kebohongan.jaid biarlah waktu yang akan menu njukkannya padamu” aku hanya mengangguk.

***

3 hari kemudian..

Sekarang dia sudah diizinkan pulang. Aku dan Minho mengantarnya ke apartemen miliknya. Apartemen cukup luas dan juga nyaman. Warna wallpaper tembok di dominasi warna pastel. Aku menoleh kepada gyorin dan Minho. Kini Gyorin sedang duduk di Sofa, dan Minho memberinya air putih dan beberapa tablet obat. Minho namja yang sangat perhatian. Ohya, aku baru ingat Minho pernah mengatakan bahwa ia adalah mantan namja-chingu Gyorinkan? Keunde.. kenapa mereka putus? Menurutku mereka serasi-serasi saja. Aneh, saat aku bergumam sendiri didalam hati. Aku merasa di dalam hatiku ada rasa yang tidak ingin mereka dekat. Aku tidak mengerti ini perasaan apa. Tiba-tiba ponsel Minho berdering. Dia pergi ke balkon sebentar lalu berbicara dengan seseorang lewat ponsel, dan ia kembali lagi. “gyorin miyanhe, aku harus pergi. Bibiku baru datang dari Pusan. Dan aku harus menjemputnya. Eunhyuk tolong jaga Gyorin ya? Annyeong” lalu Minho pergi dari Apartemen ini.lama kami saling terdiam. Lalu aku angkat bicara. “Gyorin, apa benar Minho adalah mantan mnamja chingumu?”  Gyorin tersenyum dan mengangguk. “ne, dia mantan namja-chingu ku.” “geurom, kenapa kalian putus?” dia menghela nafasnya. “kalau aku beritau padamu, apa kau akan percaya?”  kenapa dia terus bertanya seperti itu padaku? “baiklah, mulai sekarang aku akan mempercayaimu. Katakan padaku apa yang belum kau beritau padaku?’ aku benar-benar penasaran dengan yang sebenarnya. “benar kau akan percaya?” Tanya gyorin lagi. “ne” “aku putus dengannya karena kau”  “m..mwo?” benar saja kata gyorin aku tidak percaya. “keunde wae?” aku masih penasaran. “huh, sudah kubilang kau tidak akan percaya, dan kau akan lebih tidak percaya pada yang satu ini” Gyorin kembali membaca majalah nya. “ayolah.. ceritakan” kini aku menggoyang-goyangkan lengannya. “tapi jangan tertawa ya?” akhirnya gyorin menyerah aku mengangguk. “karena… Saranghe Eunhyuk. Aku mencintaimu. Makanya aku putus dengan minho. Namun bodohnya aku, aku baru menyadarinya saat kau sudah pergi ke Singapore.” Wajah nya berubah menjadi sedih. Apa aku orang jahat? Apa dulu aku mencintai nya? “dan itu masih berlaku sampai sekarang hyuk” dia memegang tanganku lalu dia menatap mataku. “kau tau perasaanku saat bertemu denganmu waktu kau menabrakku? Aku sama sekali tidak merasakan sakit. Saat melihat mu, hatiku sangat senang. Bahkan aku tidak memikirkan bisa saja nyawaku melayang saat itu juga.”dia melanjutkan kata-katanya. “namun saat aku mengetahui bahwa kau terkena amnesia, dan melupakanku. Sakit di hatiku lebih terasa dibanding luka ku.” Gyorin mulai meneteskan air matanya. “ya, uljima~” dia menyeka air matanya. “aku mohon Eunhyuk, jebbal. Belajarlah mencintaiku lagi. Walau mungkin akan memakan waktu yang lama, aku akan tetap menunggumu” air mata terus mengalir di pipinya. Aku merasa bersalah padanya. Tapi… mau bagaimana lagi? Aku harus mengatakan yang sebenarnya pada Gyorin. Ini pasti sangat menyakitkan untuknya. Dia masih tetap menangis. Hatiku tergerak untuk memberikan tempat untuknya menangis. Aku pun memeluknya. “uljima gyorin~” namun dia masih terus menangis.

*Gyorin POV*

“uljima gyorin~” dia memelukku. Pelukan yang sangat aku inginkan dari dulu. Aku sangat ingin menangis di bahunya. Aku sangat mencintainya. “saranghe Eunhyuk” hanya itu yang bisa kusebutkan. Setelah tangisku mereda, dia melepas pelukannya dan menatapku.dia menunduk. “maafkan aku untuk kejadian di masa laluku yang tidak bisa kuingat.” Aku terus menunggu kelanjutan kata-katanya. “dan Miyanhe. Aku tidak bisa bersamamu” seketika hatiku kembali sakit, nafasku terasa sesak.”aku… sudah mempunyai tunangan”

~To Be Continued~

A/N : hollaa readers.. ^^ inilah sequel ‘Kajima’ yang aku janjikan.. tapi maap ya, soalnya TBC 😀 pokoknya aku usahain deh cepet nge post nya. dan.. biar nambah cepet lagi, tolooooong banget hargain Author yang udah nulis + Mikir ide ini.. dengan cara KOMEN, cukup satu kata itu udah ngehargain author oke??? Dan FF kajima ini aku buat special buat TiWon Unnie ^^ . dia selalu support aku 😉 gomawo unnie. Oke miyan kalo banyak typos dan banyak omong.. Don’t Be Silent Readers ya ^^

FF Kajima

Kajima!
Kajima poster
Author : Kim Okta / (fb : azqia Octadini ELF) / (Twitter : @azqiaoktadini)
Cast :
Lee Hyuk Jae / Eunhyuk (super Junior)
shin Gyo Rin (OCs)
Choi Minho (SHINee)
Lee Sun Kyu / Sunny (SNSD) *cameo*
Genre : Romance, sad ending
Length : Oneshoot
Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF
A/N : hello, hello *nyanyi ala SHINee –hello xD* kali ini aku bawa FF dengan Sad Ending, yah, pengen sesuatu yang baru aja sih.. dan yang selalu aku butuhkan adalah : koment , walau Cuma satu kalimat, udah bener-bener bikin seneng ga karuan gitu…. Hahah oke, happy reading ^^

*Shin gyo rin pov*
“gyo rin!” seseorang memanggil namaku suara yang tak asing bagiku. Dia menutup mataku dengan tangannya, “sudahlah Eunhyuk, aku tau ini kau” kataku, dan si pemilik tangan pun melepasnya. ‘hah, tidak asik” Eunhyuk memanyunkan bibirnya. “hey sudahlah, kau sudah makan belum?” tanyaku sambil merangkulnya. “hah?! Makan? Aku belum makan, kajja.” Katanya lalu semangat, ish anak ini, begit soal makanan dia langsung semangat, ya, Eunhyuk adalah sahabatku dari SD sampai saat ini (SMA), kami sangat akrab, bahkan banyak yang mengira kami adalah sepasang kekasih, padahal bukan, kami hanya bersahabat.”nah, kau mau apa?” Tanya Eunhyuk. “hmm aku ramyeon saja.” Kataku. “Ramyeon dua ya ajhussi” katanya memesan. Dan ia duduk di depan ku. “hey, kau tau, kemarin Minho, bertanya tentangmu padaku.” Katany a memulai pembicaraan. “mwo? Minho?” kataku tak percaya. “ne, pokoknya semua tentangmu dia tanyakan, dan seperti yang orang-orang Tanyakan pada kita, dia bertanya apa aku namja-chingu mu?” seketika aku langsung tertawa terbahak-bahak. “hahahahaha jinjja?” kataku. “jinjja, dan akupun seperti biasa menjawab tidak tentunya. keunde, apa kau menyukai Minho?” mwo? Buat apa dia bertanya seperti itu? “hmm molla, dia tampan, pintar, aku tidak tau” kataku cuek.
*Eunhyuk POV*
Mwo? Sebenarnya dia menyukai Minho ga sih? Aku jadi sebal sendiri, yah tepatnya cemburu. Sebenarnya aku sudah menyukainya sejak dulu, sejak kelas 2 SMP, sampai saat ini. Tapi aku tidak akan memberitaunya, aku takut, kalau ia tidak mau menjadi sahabatku lagi, yah memang cukup sakit saat mendengar curhatannya tentang namja yang ia sukai, tapi mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa berharap suatu hari nanti dia akan menyadari perasaan ku. “Eunhyuk cepat makan ramyeon mu!” kata Gyo r in. aku hanya memakan ramyeon ku. Setelah selesai makan “hey Hyukkie, di bibirmu masih ada sisa kuah nya tuh” kata Gyorin sambil menunjuk bibirku. Dan dia langsung mengelapnya dengan tisu. “kau ini, seperti bocah” kata Gyorin. Terdengar sorakan dari beberapa anak. Yah, memang banyak sekali yang mengira kami sepasang kekasih, aku sih tidak apa-apa dengan anggapan itu, malah senang 😀 . “baiklah, kajja kita masuk ke kelas, sebentar lagi bel akan berbunyi” katanya lalu berdiri, kamipun berjalan berbarengan kea rah kelas, walau elas kami berbeda tapi kami selalu berjalan bersama. Di saat perjalanan ke kelas, kami berpapasan dengan Minho, “annyeong Gyorin” kata namja itu sambil tersenyum. Gyorin pun ikut tersenyum,”annyeong Minho” , “hey, aku juga ada disini” protesku, karena hanya gyorin yang disapa. “ah, ne miyan, annyeong Eunhyuk” kata Minho, lalu langsung menoleh pada gyo rin lagi. “gyo rin-ah, apa besok malam kau ada acara?” Tanya Minho. “aniyo, wae?” kata gyo rin. “hmm, maukah jalan-jalan denganku?” tanyanya sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, ish, sok imut. Gyo rin terlihat berpikir sebentar “joha,dimana kita akan bertemu?” Tanya gyorin,”baiklah kita bertemu di kedai handel greetel, jam 5 sore, otthe?” Tanya Minho. “baiklah, kalau begitu aku ke kelas dulu, annyeong Minho” kata gyorin. “kajja Hyuk” gyorin mengajakku ke kelas, aku memasang wajah cemberut. “neo waeyo?” Tanya gyorin sambil berjalan. “aniyo, aku hanya merasa dilupakan tadi” kata ku, sebenarnya bukan karena itu, ya, aku cemburu karena Minho yang baru mengenalnya beberapa bulan, sudah bisa mengajak hyorin berkencan,sedangkan aku yang sudah mengenalnya selama bertahun-tahun, belum sama sekali. “ah, miyanhe hyuk” katanya sambil terkekeh.”sudahlah, jangan cemberut terus”. “ne, arasseo” jawabku, yah, aku memang tidak bisa marah padanya terlalu lama. Akhirnya kami masuk ke kelas.
~After School~
Seperti biasa aku akan mengantar Gyor in pulang dengan motorku, “baiklah, kajja” saat Gyorin sudah memakai helm dan bersiap naik ke motor , sebuah mobil berwarna Blue sapphire berhenti tepat di sebelah motorku, dan perlahan kac a mobil itu terbuka, menampakkan sebuah wajah. “Gyorin ayo pulang bersama?” kata si pengemudi mobil yang tak lain dan tak bukan adalah Minho. Asshh menyebalkan! “ah, tidak perlu repot Minho, aku akan pulang bersama Eunhyuk.” Kata Gyorin, bagus gyorin, kataku dalam hati. “ah, jebbal gyorin, selain mengantarmu pulang, aku ingin kau membantuku memilih kado untuk ummaku” kata Minho, kulihat gyorin sedang berpikir, oh andwae! Gyorin andwe.. “hmm joha, Eunhyuk Miyanhe, aku pulang bersama Minho ya?’ kata gyorin. Akupun harus berakting di depannya, “ah, gwaenchana, sudah pergilah, bersenang-senang ya? Jangan lupa oleh-oleh” kataku tersenyum, lebih tepatnya senyum yang dipaksakan. “jinjja kau tidak marah hyuk?? Kyaaa, gomawo, kau memang sahabatku, annyeong Eunhyuk” dia memelukku lalu masuk ke dalam mobil blue sapphire itu. “Minho jaga Gyorin ya?” kataku berbasa-basi, sebenarnya aku muak dengan semua ini. “ne, tenang saja, annyeong Eunhyuk” kata Minho. Dan Mobil itupun berlalu. Akupun pulang dengan perasaan tidak karuan.
*Minho POV*
Finally, aku bisa jalan-jalan dengan gyorin, hahaha sebenanya aku tidak membeli hadiah untuk ummaku, ini hanya akal-akalanku saja agar gyorin mau jalan bersamaku. Sebenarnya aku bingung pada hubungan Eunhyuk dan gyorin, aku ragu mereka hanya sahabat, aplagi saat melihat raut wajah Eunhyuk tadi saat aku mengajak gyorin bersamaku. “gyorin, apa kau yakin Eunhyuk hanya sahabatmu?’ tanyaku. Diapun menoleh, lalu terkekeh. “kau orang ke 100 yang menanyakan itu padaku. Aku dan Eunhyuk hanya sahabat” katanya, dan jawabannya tdai cukup membuat hatiku agak tenang.
*GyorinPOV*
“gyorin, apa kau yakin Enhyuk hanya sahabatmu?” mwo? Sebenarnya aku juga tidak yakin, apakah perasan ini hanya sebatas Sahabat? Akupun berusaha mentupi nya aku terkekeh “kau orang ke 100 yang menanyakan itu padaku. Aku dan Eunhyuk hanya sahabat” kataku. Dan dia tersenyum. Huufftt..
~1 week laters~
Seminggu ini aku memang mulai dekat dengan Minho, dia sering mengantar jemput ku, dan di kesempatan-kesempatan lain dia sering bersamaku, hingga suatu hari.. “Gyorin-ah saranghe, jebbal jadilah Yeoja chinguku.” Katanya, aku bingung harus menjawab apa.. namun menurut penilaianku, dia namja yg baik, aku memutuskan untuk mencobanya. “baiklah,aku mau, tapi kau tau.. aku masih kurang yakin..” kataku tidak enak. “jinjja kau mau?? Gomawo Gyorin..gwaenchana jika kau kurang yakin, mungkin setelah menjalaninya, kau akan mencintaiku.” Dia tersenyum, dan aku membalas pelukannya.
*Eunhyuk POV*
Saat ini aku sedang duduk di belakang pohon di taman belakang sekolahku, ya, disini memang sepi, aku hanya menonton video dance dari laptop yang kubawa. Sejak seminggu lalu hubunganku dan gyorin semakin renggang, dia lebih nayak mengahabiskan waktu dengan Minho, dan sejak saat itu aku sering menyendiri di sini. Sebenarnya aku takut, takut kalau ia dan Minho akan menjadi sepasang kekasih, dan Gyorin akan mengacuhkan ku. Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara. “Gyorin-ah saranghe, jebbal jadilah Yeoja chinguku.” Mwo? Itukan suara Minho, aku berbalik ke belakang ku (ada pohon yg menutupi ku, sehingga aku bisa bersembunyi.) “baiklah,aku mau, tapi kau tau.. aku masih kurang yakin..” dan terdengar suara gyorin, mwo??! Dia menerima Minho?! Ketakutan ku pun terjadi, mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih, air mataku pun jatuh saat melihat mereka berpelukan, namun segera aku mengelapnya dengan tanganku, dan aku segera pergi ke kelas.
Saat di kelas, handphoneku bergetar, ada pesan masuk
From : Gyorin
Eunhyuk, kau tau? Aku dan Minho sekarang sepasang kekasih ^^
Gyorin kau tau? Itu membuatku serasa mati gyorin, tapi tidak mungkin aku melarangnya. Akupun berpura-pura menyambut jalinan cinta mereka
To : Gyorin
Jinjja? Howah chukkae chingu, semoga kalian langgeng ya..
Akupun membalas pesan itu, lalu masuk satu pesan lagi.
From : Gyorin
Haha ne gomawo, Eunhyuk akhir-akhir ini, aku tidak melihatmu? Neo odiga? Bogoshippoyo
Benarkah dia merindukanku? Kenapa tidak mencariku?
To : Gyorin.
Jinjja? Na do bogoshippoyo.
Setelah menekan tombol send ternyata bell sudah berbunyi, akupun memasukkan hanphone ku ke dalam saku ku, dan pelajaran segera dimulai.
*Gyorin POV*
Minggu ini aku jarang bersama Eunhyuk, sat dia tidak ada, seperti ada yang kurang. Mungkin itu karena aku sudah terbiasa denganny . ah, sudahlah aku kan sudah bersama minho. “dorr!!” seseorang mengagetkanku. “yak! Minho, kaget tau” kataku. lalu Minho duduk di sebelahku lalu mencubit pipiku. “apphayo” kataku sambil tersenyum. “itu hukuman,” kata Minho. “aku kant idak melakukan kesalahan” protesku. “itu hukuman karena kau masih memanggilku ‘Minho’ , harusnya kau panggil aku Jagiya” katanya, isshh menggemaskan, aku pun mengacak rambutnya. “hey, jangan acak rambutku, awas ya kau” katanya, akupun segera berlari. Dia mengejarku, hahaha sungguh menyenangkan. Saat sedang berlari aku melihat Eunhyuk, nae chingu. Akupun menghentikan langkahku. “Eunhyuk!!” kataku. Lalu aku menghampirinya. “Eunhyuk bogoshippoyo” kataku. Dia tersenyum. “jinjja? Na do gyorin” katanya. “keunde, kenapa kau tidak pernah ke kelas ku lagi?” kataku sambil melipat tangan di dada “hmm, tak apa, sekarang kan kondisi nya berbeda gyorin.” Katanya, kulihat raut wajahnya berubah menjadi… sedih. “berbeda apanya?” kataku. “iya, sekarang kau kan sudah punya Namja-chingu, jadi posisiku sudah diganti oleh Minho” katanya sambil tersenyum. Aku hanya terdiam.”annyeong Eunhyuk” terdengar suara minho. “annyeong, gyorin, aku ada urusan oke? Annyeong” katanya lalu beranjak pergi, aku hanya bisa menatap punggungnya.
*Minho POV*
Saat sedang bermain bersama gyorin, tiba-tiba gyorin berjalan kearah Eunhyuk, dan mereka mengobrol. Aku sendiri tidak tau apa yang mereka bicarakan. Aku lalu mendekati mereka. “annyeong Eunhyuk” dan kedua orang itu menoleh kepadaku. “annyeong, gyorin, aku ada urusan ok? Annyeong” kata Eunhyuk lalu pergi. Kulihat gyorin menatap punggung Eunhyuk, tatapan itu, gyorin seperti memberikan tatapan berbeda pada Eunhyuk, apa mungkin…..??? asshh, aku berpikiran apasih? “jagi, gwaenchanayo?” kataku. “gwaenchana, ayo kita pergi” katanya lalu menggandeng tanganku.
~beberapa bulan kemudian~
*gyorin POV*
Yah, tak terasa, aku sudah berpacaran dengan Minho selama beberapa bulan, tepatnya 4 bulan. Dan dari waktu 4 bulan itu, kini aku mengetahui sifat-sifat Minho, dan kami sering menghabiskan waktu bersama.seperti saat ini, aku sedang berada di sebuah kedai kopi. “jagi.. ini Cappuchino mu” kata Minho, yang membawa 2 buah gelas di tangannya. “ne, gomawo” kataku, kami pun mengobrol, sesekali kami tertawa. Sampai mataku menangkap seseorang di sebuah meja. Itu Eunhyuk, keunde, mengapa dengan Yeoja? Siapa itu? Akupun memutuskan bebicara pada Minho. “jagi, itu eunhyuk kan?” kataku sambil menunjuk seseorang. Minho mengangguk, “ne, dia memang Eunhyuk, wae?” katanya. “hmm, ayo kita kesana” kataku. Lalu kamipun membawa gelas masing-masing lalu menghampiri Enhyuk yang sedang asik mengobrol bersama seorang yeoja. “Eunhyuk” kataku, dia menoleh. “gyorin” katanya.
*Eunhyuk POV*
Saat sedang mengobrol bersama Sun Kyu, aku mendengar suara gyorin. “Eunhyuk” akupun menoleh, ternyata dia bersama Minho. “gyorin” lalu dia duduk di hadapan ku, (posisinya : Eunhyuk sebelahan sama Sun kyu, dan di depannya ada gyorin dan Minho) “sudahlama tidak bermain bersama” kata gyorin. “hahaha, ne, aku juga merasa” kataku. “ohya, ini sunkyu” kataku memperkenalkan yeoja di sebelahku. “dia ini…” aku belom sempat melanjutkan kata-kataku, “eoh, neo yeoja chingu? Howaahh, annyeong Sunkyu, Choi Minho imnida” kata Minho, uh, Minho itu salah besar, Sunkyu adalah Sepupuku yang tinggal di Singapore, kulihat raut wajah gyorin berubah, seperti ada rasa… cemburu? Asshhh masa? “a..aku ke toilet dulu ya?” kata gyorin lalu pergi ke toilet. Ash dia pasti salah faham.
*Minho POv*
“Minho, dia bukan Yeoja-chinguku, dia sepupuku dari Singapore” Eunhyuk menjelaskan padaku. “ah, ne, arra, miyan” kataku. “Minho, bolehkah aku meminta satu permintaan padamu?” kata Eunhyuk aku bingung apa yang akan dia katakan? Sampai raut wajahnya serius eperti itu? “jebbal, kau jaga gyorin. Jangan pernah kau membuatnya menangis, apalagi membuatnya sakit hati” katanya. “tentu saja itu semua tidak akan terjadi” kataku, tanpa disuruh pun aku tidak akan melakukan hal-hal yang disebutkan Eunhyuk tadi. “Minggu depan aku akan pindah ke Singapore. Jadi aku mohon cintailah gyorin sepenuh hatimu, aku meminta semua ini karena..” dia menggantungkan kata-katanya. “karena kau mencintai gyorin?” kataku ragu. Dia mengangguk “keunde, kau tidak perlu khawatir, dia hanya mencintaimu. Dan aku akan pergi selamat tinggal, aku harus mengantar Sunkyu dulu ya, annyeong” kata Eunhyuk lalu pergi, aku masih tidak percaya dengan semua yang aku dengar tadi.
*gyorin POV*
Aku menyeka air mataku di toilet. Hiks..hiks.. aku tidak tau, mengapa aku menangis, apa aku.. cemburu? Untuk alasan apa aku cemburu? Toh Eunhyuk hanya sahabatku saja? Aku pun mencuci mukaku, dan mengeringkannya dengan Tissue. Lalu kembali ke meja tadi. saat kembali aku tidak melihat Eunhyuk dan yeoja itu. “eunhyuk kemana?” tanyaku pada Minho. “hmm, tadi dia bilang dia harus mengantar Sunkyu ke toko buku.” Kata Minho. “jagi? Kau menangis?” katanya sambil meneliti wajahku. Apakah terlalu keliatan aku habis menangis? “a..aniyo, aku tidak menangis, tadi aku hanya .. hanya mencuci wajahku” kataku.
*Minho POV*
Sekembalinya gyorin dari Toilet, aku melihat wajahnya seperti habis menangis? Apa jangan-jangan dugaanku selama ini benar?? “gyorin, apa kau…” aku mengurungkan niatku untuk menanyakan perasaanya pada Eunhyuk . “apa?” katanya. “ah , ani lupakan, apa kau sakit, kita pulang ya?” aku pun mengantar gyorin pulang.
~seminggu kemudian~
“gyorin, irreona, Minho sudah ada di ruang tamu” terdengar suara umma. “eoh? Minho?” kataku sambil merapatkan selimutku. “ne, aishh, anak ini, kenapa tidur lagi? Ppali irreona, mandi sana” kata Ummaku, akupun mandi. Setelah siap, aku menemui Minho. “minho, miyan lama menunggu” kataku. “ah, gwaenchana, kajja. Ajhumma, kami pergi dulu yaa” kata Minho. Aku dan Minho lalu pergi ke sebuah Pantai. Sesampainya disana kami mulai berjalan-jalan menyusuri pantai, aku memakai topi yang mengembang (?) dan rambutku di kepang, aku memakai short dress berwarna pastel. Aku melepas highheels ku dan kutetenteng di tangan kiriku, sedangkan tangan kanan ku menggandeng tangan Minho. “Minho, apa yang kita lakukan disini?” kata ku, lalu Minho menatap ku. Aku tidak bisa mengartikan tatapannya
*Minho POV*
Aku mengajaknya kesini, mungkin ini terakhir kalinya aku akan berada disini bersamanya sebagai sepasang kekasih. “gyorin, kali ini, aku mohon jawablah dengan jujur pertanyaanku” kataku sambil memegang kedua tangannya. “apa kau mencintaiku?” kataku sambil menatapnya. “aku.. aku… aku mencintaimu Minho, Saranghaeyo” katanya, namun aku tau dari matanya. Walau ia bilang ‘saranghaeyo’ namun matanya tidak bisa berbohong “gyorin, jawab dengan kejujuran, dengan hatimu” kataku. Dan kulihat airmatanya mulai menggenangi pelupuk matanya. “joha, aku masih belum yakin Minho, aku sudah mencoba untuk mencintaimu, aku mungkin menyukaimu, tapi untuk soal cinta aku ragu” katanya menangis dipelukanku. “sudahlah uljima” kataku mengusap air matanya dengan jariku. “itu baru jawaban yang sebenarnya” kataku. “darimana kau bisa tau?” tanyanya. “dari matamu, matamu tidak akan bisa berbohong” kataku. “lalu jawab lagi pertanyaan ini dengan jujur, dengan hatimu.” Dia hanya mengangguk. “apa kau mencintai Eunhyuk?” tanyaku.
*gyorin POV*
“apa kau mencintai Eunhyuk?” DEG! Jantungku berdegup mendengar pertanyaan nya. “kurasa iya, jujur, saat bersamamu rasanya tidak sama saat aku berada bersama Eunhyuk” kataku jujur. Dia hanya tersenyum. “hmm, aku tau itu. Kalau begitu kau harus pergi sekarang.” Minho melepas pelukannya. “eoh? Odi?” kataku bingung. “tentusaja ke Incheon Airport.” Katanya, eh? Untuk apa aku ke sana? “untuk apa aku kesana?” kataku, “jadi kau belum tau? Eunhyuk akan Pindah ke Singapore” kata Minho sambil menatapku. “asshh kenapa tidak bilang dari tadi” aku segera berlari, sebelum sempat berlari, tangan Minho menahanku. “biar ku antar” katanya lalu kami pun pergi ke Incheon Airport.kini wajahku cemas. Aku takut kalau aku tidak bisa bertemu Eunhyuk lagi, aku harus menyatakan perasaanku padanya.
*Eunhyuk POV*
15 menit lagi aku akan berangkat ke Singapore, hh, andai aku bisa bertemu dengan gyorin dulu, dan aku akan menyatakan perasaanku ini, tapi… mana mungkin? Gyorin kan sudah punya Namja-chingu. Mungkin ini memang takdirku. Aku mengetik pesan untuk gyorin.
To : gyorin
Gyorin, hmm, aku akan pergi ke Singapore, miyanhe aku baru memberitahumu. Semoga kau dan Minho tetap bersama ya. Dan aku ingin kau tau, aku mencintaimu gyorin, Saranghe. Semoga di suatu saat nanti kita bisa bertemu. Annyeong
Aku mengetik pesan itu, setelah kutekan tombol Send, aku mematikan handphone ku karena aku akan naik kedalam pesawat. ‘Saranghe gyorin’ hanya itu yang ada dipikiran ku.
*Gyorin POV*
Aku sedang cemas, yah, memang jaraknya hampir dekat dengan Incheon airport. Tapi aku tetap saja cemas.tiba-tiba Ada satu pesan masuk di handphoneku, ternyata dari Eunhyuk.
From : Eunhyuk
Gyorin, hmm, aku akan pergi ke Singapore, miyanhe aku baru memberitahumu. Semoga kau dan Minho tetap bersama ya. Dan aku ingin kau tau, aku mencintaimu gyorin, Saranghe. Semoga di suatu saat nanti kita bisa bertemu. Annyeong.
Mwo?! Ternyata Eunhyuk mencintaiku? Benarkah? Aku masih tidak percaya dengan ini semua aku memutuskan untuk menelponnya, tapi gagal. Apa Eunhyuk sudah di pesawat? Kyaaaaaa. Andwaeeee
Akhirnya kami sampai di Incheon Airport. Aku memandang sekita bandara ditemani Minho dibelakangku, aku sudah mencari namun, aku tidak menemukan Eunhyuk dan suara Pesawat yang lepas landas terdengar. dari sebuah Monitor telah tertulis : pesawat Singapore air (pura-puranya ada ya?? Hahaha) tujuan Singapore telah lepas landas. Seketika kakiku lemas, dan langsung memeluk Minho. Aku tidak bisa menahan air mataku. “menangislah, kau boleh menangis sesuka hatimu.” Kata Minho. “percayalah suatu saat nanti kau akan bertemu dengannya lagi.” Kata Minho.dan inilah takdirku, aku baru menyadari mencintai Eunhyuk, disaat aku menyadarinya. Dia telah pergi, kini aku hanya bisa menyesali kebodohanku, dalam hati aku terus menjerit ‘Eunhyuk! Kajima!’ namun tak mungkin di dengar olehnya. Semua terlambat.

END
A/N : selesai deh ni FF, gimana? Bagus gak? *reader : gak!!!*, yah, aku Cuma bisa ngucapin makasih karena udah sempet baca FF abal-abal ini. Ohya, aku lagi rencanain bikin sequel, tapi belum yakin, hehehe Koment please.