FF Call me Oppa! (Oneshoot)

Call me oppa!

Tittle : Call me Oppa!

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성은 경)

Cast  :                Kim Heechul (SJ) as Kim Heechul

Kim Hyuna (4Minute) as  Cho Hyuna

Support Cast :  Lee Chaerin aka CL (2Ne1)

Kim jongin aka Kai (EXO)

Lee Donghae aka donghae (SJ)

Genre : (masih tetep -_-) romance, comedy (gaje)

Rating : PG

A/N : Annyeonghaseyo! Kim Okta back! Maap ya banyak ff yg gantung -_- *dicekek reader* untuk permintaan maaf author karena lama banget gak publish serta ff nya pada gantung di tali jemuran *abaikan* author ganti dengan FF baru ini ._. sebenernya masih gaje, tapi yaudah yg rela baca aja (?) dan juga diharap coment nya ya ‘.’)/ gak coment? Ntar gak ketemu bias loh *angguk2 bareng choco* oke, happy reading^^

*Hyuna POV*

“aigoo~ kenapa kau berjalan sangat lambat?”namja itu berdiri di sampingku lalu megambil alih tas ku yg penuh dengan buku-buku pelajaran. “bukan aku yg lambat, tapi kau yg terlalu cepat berjalan babo” umpatku, aish dia selalu saja mengejekku. “huh itu kan hanya alasan mu, ppali sepertinya 3 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup” dia menggandeng tangan ku dan berlari ke arah sekolah yg berjarak 2 km. tepat saat kami melewati gerbang bel berbunyi. Kami berhenti sejenak, “yak! Kau gila berlari secepat itu dan menggandeng tanganku sembarangan?!” tanyaku pada namja babo disebelahku. “harusnya kau berterimakasih padaku, pertama aku sudah berbaik hati membawakan tas mu yg sangat berat ini, kedua mengajak mu berlari dan hasilnya kita tidak terlambat” semua yg dia katakan benar. Dia melempar tas ku ke arah ku. “ambil ini dan cepat pergi ke kelasmu” ucapnya lalu berjalan santai kea rah kelas 12. Baca lebih lanjut

Because Of Yoogeun

Because Of Yoogeun

BYP

Author : Kim Okta (Kimokta06)

Cast :
Lee Taemin
Jung Yoonhee (OC’s)
Jung Yoogeun
Other SHINee member
Super Junior Member
Sistar Member + Kyumin
SNSD member + Kyungsan
MBLAQ member + leo, Lauren and Dayoung
Genre : Romance
Length : Oneshot
Warning : pastinya masih ada typos, dan gaje 😀
Rating : General
Disclaimer : Semua Cast yang ada disini hanya Milik Tuhan, sementara OC’s punya aku. FF ini dibuat hanya untuk menghibur, tidak menghasilkan uang dari FF ini. This just FF
A/N : annyeong, Kim Okta back (again????) hahahaha, jangan bosen ya baca FF ku *kaya ada yang baca*, meskipun udah FF ke 4, tapi masih butuh banget Koment dari para reader. FF ini, murni hasil imajinasi otak aku, ide ini muncul pas akulagi liat-liat foto Yoogeun (kalo yang ga tau Yoogeun, Yoogeun adalah anak yang diasuh oleh SHINee di variety show SHINee ‘Hello Baby’), terus aku mendadak kangen sama Yoogeun *peluk Yoogeun*,FF ini udah aku publish dimana-mana. jadi kalo ada kesamaan alur, tokoh, atau apa aja sama FF lain, mohon maklum, hanya kebetulan. Ok, just Happy Reading.

*Lee Taemin POV*
Hari ini Yoogeun menginap di Dorm kami, dia terlihat riang sekalibermain bersama Minho hyung dan Key hyung, ya, aku memang tidak terlalu dekat dengan Yoogeun. Entahlah, mungkin Yoogeun lebih suka bermain dengan yang lain.”Taem,besok pagi kau saja ya, yang mengantar Yoogeun ke TK nya” kata Onew hyung menghampiriku. “eoh? Wae Hyung? Besok aku kan libur aku ingin santai” kataku merengek, mungkin karena aku magnae aku jadi punya sifat manja seperti ini. “ne aku tau, justru karena kau libur, kau yang harus mengantarnya. kami semua punya jadwal taem” Onew hyung menjelaskan. Dan akhirnya aku hanya mengangguk. Dan disambut senyuman oleh Onew Hyung. Saat Yoogeun mau tidur, tidak biasanya dia minta ditemaniku. Dan akupun berbaring disebelahnya. “appa, aku punya noona, dia cantik sekali dia juga baik” kata Yoogeun. “eoh? Jinjja? Bolehkah appa berkenalan dengan noona mu?” kataku, namun aku tidak serius. “tentu saja boleh, besok kan Taemin appa yang mengantarku, jadi appa bisa bertemu dengan noona ku,” kata Yoogeun. Aku hanya mengangguk, dan beberapa lama kemudian dia tertidur. Dan akupun ikut tertidur.

~morning~
“yoogeunie, kajja berangkat.” Kataku pada yoogeun. “taem hati-hati ya” pesan Key hyung padaku. “ne tenang saja.” Aku membusungkan dadaku. “bagaimana kami bisa tenang? Kami menitipkan seorang anak kecil dengan seorang bocah ingusan sepertimu.” Kata Minho Hyung. Hh mereka selalu begitu, menganggap ku anak kecil, padahal aku sudah berumur 19 tahun. “aku bukan bocah ingusan hyung” kataku pada Minho. “sudahlah Taemin cepat antar Yoogeun.” Kata Jonghyun hyung. “baiklah, kami berangkat dulu, annyeong” kataku “annyeong appa” Yoogeun ikut melambaikan tangan nya. dan kami pun berangkat ke sekolah Yoogeun dengan Mobil. Sesampainya di gerbang TK, Yoogeun berlari.”eh, yoogeun kau mau kemana?” kataku sambil mengejar Yoogeun, tapi Yoogeun terus menghampiri seorang yeoja, siapa dia? “annyeong Sonsaengnim noona” kata Yoogeun pada yeoja itu, mwo? Sonsaengnim noona? Apa dia gurunya yoogeun? Tapi mengapa yoogeun menambahakan dengan kata noona? Hh, aku jadi bingung sendiri. Akupun menghampiri Yoogeun. “annyeong” kataku sambil tersenyum pada Yeoja itu. “annyeong” jawab Yeoja itu sambil tersenyum, “appa, dia noona yang kubicarakan padamu” kata Yoogeun menjelaskan. Oh dia noona nya, tapi kenapa memanggil sonsaengnim? “kau Taemin SHINee kan? Gomawo sudah mengantar Dongsaeng ku, aku Noona nya Yoogeun. Tapi aku bekerja di TK ini, jadi aku juga dipanggil Sonsaengnim oleh Yoogeun” katanya sambil mengelus rambut Yoogeun. Oh, jadi itu alas an nya dia dipanggil Sonsaengnim noona. “oh, Yoogeun sebentar lagi kau masuk, nanti appa jemput ya.kau jangan nakal ya, Annyeong Yoogeun” kata ku lalu beranjak pergi, Yoogeun dan noona nya pun pergi ke kelas.
~waktunya Yoogeun pulang~
Omo! Sudah jam berapa ini? Aku terlambat 30 menit, ashhh jinjja. Habisnya tadi aku ketiduran sih, langsung saja ku kemudikan mobil lebih cepat. Sesampainya di TK, aku melihat Yoogen bersama noona nya. “miyan Yoogeunie, appa terlambat menjemputmu” kataku pada Yoogeun sambil berjongkok, di sebelahnya ada noonanya. “ah, annyeong,”kataku padanya. “annyeong” katanya. “appa, noona adalah salah satu flamers, dia adalah fans Minho appa, bolehkah noonaku ikut?” Yoogeun membisikkan di telingaku. Aku mengangguk “baiklah ajak saja noona mu ke Dorm.” Kataku membalas membisikinya.

*Jung Yoonhee POV*
Apa yang mereka bicarakan ya? Pakai bisik-bisik segala. Ckckck. Lalu Yoogeun menarik tanganku. “yoogeun kita mau kemana? Kau kan sudah dijemput appa mu, noona mau pulang dulu” kataku. “aniyo, hari ini aku mau mengajak noona ke suatu tempat, noona pasti suka.” Kata yoogeun. Taemin hanya tersenyum, akhirnya aku menuruti permintaan Yoogeun. Saat aku membuka pintu belakang mobil Yoogeun menarik tangan ku lagi. “apa lagi Yoogeun?” kataku. “noona di depan saja. Yoogeun maunya di belakang” kata nya, aisshhh anak ini. Aku hanya pasrah, dan kini aku duduk di sebelah taemin yang mengemudi.”taemin-shi tak apakah aku duduk disini?” tanyaku ragu. “ah, gwaenchana,” “hmm siapa namamu?” Tanya Taemin, aku lupa belum berkenalan. “joneun Jung Yoonhee imnida” kataku. “ah, Yoonhee, sepertinya umur kita sama, kita tidak perlu memakai bahasa Formal” katanya sambil tertawa. “dan panggil aku Taemin saja ya” tambahnya. Selama di perjalanan aku berbincang-bincang dengannya. Dan tak terasa mobil ini sudah berhenti di tempat tujuan, loh? Bukankah ini… dorm SHINee? Aku memperhatikan bangunan ini, ya, ini memang DormSHINee, howaahhhh Dorm SHINee? Itu artinya aku akan bertemu Minho oppa? Kyaaa aku sangat senang, gomawo Yoogeuni…..

*author POV*
Setelah mereka bertiga masuk, mereka di sambut oleh Key. “oso oseyo, Yoogeuni, kau sudah pulang” kata Key berjongkok mencubit pipi Yoogeun dan mengambil tas nya. “eh? Kita kedatangan tamu, Nugu?” Tanya Key pada Yoonhee. “ah, hyung dia noona nya Yoogeun” kata Taemin. “annyeonghaseyo Kibum-shi, Jung Yoonhee imnida” kata Yoonhee sambil mebungkuk memberi hormat. “ah, noona nya Yoogeun.” Key melipat kedua tangannya di dada lalu memperhatikan Yoonhee dari bawah sampai atas. Dia mendekat. “ahh, kau imut sekali, kau juga mempunyai mata yang besar seperti Yoogeun, oso oseyo” kata Key, sambil mencubit-cubit pipi Yoonhee, Yoonhee pun agak heran dengan tingkah Key. “baiklah, sudah berkenalannya, dia capek hyung” kata Taemin. “ah, benar pasti kalian cape, silahkan duduk, anggap saja rumah sendiri” kata Key ramah.”appa aku lapar” kata Yoogeun pada Key. “uhhh, kasian, kajja kita makan, Yoonhee, mau ikut makan kah?” kata Key pada Yoonhee yang sedang duduk. “ah, baik aku akan menyusul, gomawo” kata Yoonhee, sambil tersenyum, lalu Key dan Yoogeun pergi ke ruang makan. “yoonhee, miyan yah, key hyung memang begitu, dia cerewet” kata Taemin sambil terkekeh. “ah, gwaenchana, dia sangat ramah kok.” .tiba-tiba ada seorang namja yang lewat sambil memainkan PSP nya. “Min, darimana saja kau?” Tanya Minho lalu mendekati Taemin, seketika dia bingung denganYeoja di samping Taem. “Taem, yeoja chingu mu kah?” kata Minho sambil menunjuk Yoonhee, reflex mereka berdua menggeleng. “aniyo” jawab mereka – Yoonhee dan Taemin- berbarengan. “Jung Yoonhee imnida, aku noona nya Yoogeun” Yoonhee menjelaskan, dengan nada sedikit gugup, bagaimana tidak? Ia bertemu dengan biasnya.

*Jung Yoonhee POV*
‘benar-benar tampan’ itu isi hatiku. Tapi apa ini? Dia mengira aku Yeoja chingunya Taemin. Akupun memperkenalkan diriku. “Jung Yoonhee imnida, aku noona nya Yoogeun.” Jawabku sedikit gugup, aku senang sekali. “oh, annyeong Choi Minho imnida” katanya. hh, matanya, hidungnya, wajahnya, mengapa begitu sempurna? Lama-lama memandangnya, bisa membuatku pingsan. “hey, Yoonhee, kau kenapa?” dia menyadarkan ku dari lamunanku. “ ah? Aniyo” jawabku, lalu dia pun pergi. “eh dimana Onew oppa?” tanyaku pada Taemin. “molla, mungkin sedang tidur di suatu tempat.” Kata Taemin, Taemin pun mengajakku makan, di ruang makan sudah ada Key oppa, Jonghyun oppa, Minho oppa, dan tentu saja Yoogeun. “noona, duduk di sini” kata Yoogeun padaku, akupun tersenyum. Lalu duduk di kursi yang kosong, bersebelahan dengan Taemin. “ah, jadi kau noona nya Yoogeun, kau cantik sekali.” Kata Jonghyun oppa, tentu saja aku jadi malu. TUK! Satu jitakan tepat di atas kepala Jonghyun oppa dari minho oppa. “hyung, ingat yeoja chingumu, semua yeoja kau bilang cantik” kata Minho menggeleng, aku pun tertawa melihat tingkah mereka. Dan datanglah namja bermata sipit,Onew oppa. Dan Yoogeun langsung menghampiri Onew appanya. “appa!!!” kata Yoogeun berlari lalu memeluk Onew oppa. “annyeong Yoogeun, ah kita kedatangan seorang tamu, siapa dia Yoogeun.” Tanya Onew oppa pada Yoogeun. “dia noona ku,, Yoonhee Noona” kata Yoogeun. “annyeong Yoonhee” kata Onew oppa, lalu duduk di kursi paling ujung. Dan kamipun makan siang bersama sambil berbincang-bincang. “Yoonhee, berapa umurmu?” Tanya Onew oppa. “19 tahun oppa” kataku, “wah, kau seumuran dengan Taemin.” Kata Minho. “hahha, kau benar, tapi kau jangan mau sama Taemin, soalnya walau umurnya 19 tahun, tapi dia seperti bocah bermur 9 tahun.” Kekeh Key oppa, semua tertawa. “yak! Sudahlah hyung, jangan mempermalukan ku di depan Yeoja.” Rengek Taemin ku akui, saat dia merengek seperti itu, dia terlihat imut, ash berpikir apa aku ini?! “Yoogeun sudah selesai makannya?” Tanya Key oppa, pada Yoogeun. “ne appa.” Dan selanjtnya giliran Minho oppa yang menjaga Yoogeun. “nah, Yoogeun, sekarang buka bukumu, tadi di sekolah belajar apa?” kata Minho sambil berjalan menuju kamarnya, sambil menggandeng Yoogeun. Hh, rasanya melihat semua ini, aku senang, karena banyak yang menyayangi Yoogeun . dan Yoogen terlihat Gembira di sini, hh, baiklah. Ini waktunya pulang. “Yoohee, kau mau kemana?’ Tanya Taemin. “aku mau pulang” kataku, “lalu dia mendekat padaku. “benar mau langsung pulang?, kau tidak mau meminta tanda tangan Minho hyung?” Tanya Taemin. “ommo! tau darimana kau, aku flamer? “ tanyaku penasaran. “dari dongsaengmu tentunya.” Katanya sambil terkekeh kecil,aku menjitak kecil kepala Taemin. Ia meringis sambil memegang kepalanya. “yak! Apphayo” katanya. Aku hanya mehrong. “awas kau ya!” terjadilah kejar-kejaran antara aku dan Taemin. Aku melihat kebelakang ternyata dia masih mengejarku, saat aku membalikkan kepalaku, aku melihat Yoogeun sedang berlari kearahku, aku terpaksa berhenti berlari, tapi sialnya dari belakang Taemin tidak sempat berhenti berlari “kyaaaaaaa!” Brukkk! Jadilah dia terjatuh tepat diatas ku. Mata kami saling berpandangan. DEG! Perasaan apa ini, 5 detik kemudian kami di kejutkan suara Yoogeun. “appa, kasian noona, appa kan berat” segera kami berdiri, dengan wajah malu. Dan datanglah Minho oppa. “hey kalian kenapa?” katanya. “ah aniyo hyung” kata Taemin.

*Author POV*
“ah, a..aku pulang dulu ya, semuanya terimakasih sudah mengijinkan ku main kesini annyeong” kata Yoonhee lalu beranjak pergi. “noona pulang sendiri?” Tanya Yoogeun. Yoonhee berjongkok. “ne Yoogeun, wae? Kau mau ikut noona pulang?” tanyaku. “aniyo, Yoogeun ga mau pulang.” “Taemin appa, bisakah kau antar noona ku pulang?” kata Yoogeun menyuruh appa nya. “Yoogeun kau tidak sopan, kau tidak boleh begitu pada appamu, sudah noona pulang dulu annyeong.” Kataku. Lalu Taemin menggandeng tanganku, “aku akan mengantarmu” katanya lalu berjalan keluar. Lalu aku melambaikan tanganku pada Yoogeun dan Minho oppa, sambil mensejajarkan langkah Taemin. “ck, bocah susu pisang itu” kata Minho sambil menggeleng. “appa, aku mau susu pisang.” Kata Yoogeun. “johayo, kita ambil saja susu pisang Taemin.” Kata Minho sambil tersenyum evil, Yoogeun hanya mengikuti appanya.
*Taemin POV*
“nah sudah sampai” kataku sambil mengerem mobilku di depan rumahnya. Ia pun keluar dari mobil lalu muncul kembali di dekat jendela. “Taemin, gomawo, juga miyanhe atas kejadian tadi” dan pipinya pun bersemu merah, lalu aku mencubit pipinya “aww, aphayo” katanya. “hahaha sudahlah, aku pulang dulu ya, annyeong Yoonhee” kataku, lalu melajukan mobilku, dan kembali ke Dorm.
~Morning~
“appaaaa!!!!!” terdengar suara Yoogeun menmbangunkan ku. *bayangin Yooguen pas lagi bangunin appanya di ‘SHINee Hello Baby* aku masih mengantuk. “apppaaaaaa!!! Irreona!!” katanya lagi lebih keras, lalu Yoogeun menciumku, aku tersenyum lalu memeluknya dia tertawa kecil. “wae Yoogeun? “ kataku. “appa, ayo kita jalan-jalan” katanya memohon. “mwo? Apa kau tidak sekolah?” kataku. “appa hari ini kan hari minggu” kata Yoogeun, omo, aku lupa hari ini hari minggu. “ayolah appa, sekalian ajak Yoonhee Noona” katanya sambil menarik-narik selimutku, seketika mataku terbuka ‘Yoonhee?’ aku pun tersenyum. “baik kita jalan-jalan ‘ keunde appa mandi dulu ya” kataku Yoogeun mengangguk dan pergi meninggalkan kamarku, akupun bergegas mandi.
~10 am~
Tiiin~ aku menklakson mobilku, dan Yoogeun keluar dari mobilku, dia juga menggandengku untuk masuk ke rumah nya. “umma” katanya saat memasuki rumahnya. “annyeong ajhumma” kataku pada wanita yang dimaksud ummanya. “ah annyeong” kata ajhumma itu ramah. Lalu Yoogeun memanggil seseorang “noona!!” katanya lalu keluar lah noonanya dari sebuah ruangan. “yoogeun kau sudah pulang.” Kata Yoonhee dia sangat cantik, dia memakai dress terusan berwarna kuning sangat cantik. “noona ayo kita jalan-jalan” kata Yoogeun menarik-narik tangan Yoonhee. “mwo? Kenapa tidak bersama appamu saja?” Tanya Yoonhee. “aku kan bersama Taemin appa, tapi aku juga ingin jalan-jalan sama Noona” kata Yoogeun mulai merengek. “baiklah, baiklah. Chamkamman, noona ambil tas dulu.” Kata Yoonhee. ‘horeeeee’ aku bersorak dalam hati. “Taemin, kau mau minum apa?” Tanya umma nya Yoogeun. “eoh? Terimakasih ajhumma, tidak perlu, kami akan pergi sebentar lagi.” Kata ku sambil tersenyum. Beberapa menit kemudian Yoonhee keluar dengan sebuah tas. “umma aku pergi dulu” kata Yoonhee, lalu pergi “annyeong” kataku sedikit membungkuk dan menggandeng tangan Yoogeun.

@Park
Kini kami hanya duduk-duduk di sebuah taman, yang ada taman bermain untuk anak-anak, Yoogeun kini sedang bermain dengan riangnya, sedangkan aku dan Yoonhee hanya terduduk di bangku taman. Aku memandang Yoonhee yang sedang melihat kea rah Yoogeun. Lalu dia menoleh kea rah ku “wae? Tidak usah menatapku seperti itu, aku tau aku cantik” katanya sambil terkekeh. “ne, kau memang cantik” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku, dan kulihat wajahnya sedang merah merona. “hey, wae? Kenapa wajahmu memerah? “ kataku menggodanya.
*Jung Yoonhee POV*
“hey, wae? Kenapa wajahmu memerah? “ kata taemin, uhh dia menyebalkan sekali, kenapa dia harus menggodaku? “a..a..aniyo” kataku sambil mehrong. Lalu kembali menatap Yoogeun. “ohya, gomawo ya, atas kasih sayang kalian pada Yoogeun. “ kataku. “oh, cheonmaneyo, kami memang sangat menyayangi Yoogeun.” Kata Taemin, kalau sedang begini dia lebih dewasa. “appa, noona, kita makan es krim yuk” Yoogeun merengek pada kami. Dan kami pun menurutinya, sepanjang jalan kami bertiga bergandengan dan Yoogeun di tengah, tentu saja Taemin memakai penyamaran. Saat kami melihat tukang eskrim akupun memesan. “ajhumma, eskrim strawberry 1, es krim coklat 1, dan es krim pisang 1” kata ku, lalu duduk di tempat yang disediakan, kami bertiga mengobrol diselingi canda tawa, aku senang dengan suasana seperti ini, lalu datanglah seorang ajhumma yang membawa 3 buah es krim dan sebuah cake coklat berukuran sedang. “miyan ajhumma, tapi kami tidak memesan cake ini” kata Taemin. “ah, aniyo, ini bonus untuk sebuah keluarga yang dating di hari minggu” kata ajhumma itu lalu pergi. Aku dan Taemin saling berpandangan heran, sedangkan Yoogeun sudah asik memakan es krim strawberry nya. jadi aku dikira suami istri dengan Taemin?, hahaha lucu sekali. Lalu aku dan Taemin pun makan es krim itu. Sesudah selesai, aku memandang Yoogeun dan Taemin, kalau Yoogeun aku maklumi, dia masih kecil jadi makannya berantakan, sedangkan Taemin? Huhh dia ini, masa sudah besar masih berantakan begitu? Akupun mengelap sisa eskrim di sekitar mulut Yoogeun. “nah, sudah bersih” kataku sambil tersenyum. “yoonhee, aku juga berantakan, lapin (?) juga dong??” rengek Taemin manja,huh, kalau begini aku seperti mengurus dua anak kecil, tapi anehnya aku malah menuruti permintaan Taemin, aku mengelap sisa es krim yang ada di sekitar mulutnya. DEG! Perasaan ini muncul lagi, kami kembali saling bertatapan. Beberapa detik kemudian terdengar suara Yoogeun. “appa, noona, ayo jalan-jalan lagi.” Akupun melepas tanganku dari wajah Taemin. Aku dan Taemin tersipu malu. Lalu kami pun berjalan-jalan ke sebuah danau, pemandangannya sangat indah kami berfoto ria di sana. “appa, kemari kan kameranya,”kata Yoogeun pada Taemin yang sedang memegang kamera itu. Lalu memberikan kamera itu pada Yoogeun.”sekarang, aku yang memfoto appa, dan noona.” Kata Yoogeun polos. Kami pun berfoto ria, berbagai pose sudah kami lakukan, mulai dari membentuk ‘love’, membentuk v, dan ini yang terakhir. “appa noona, kimchi..” kata Yoogeun. “appa, bisakah kau lebih dekat lagi dengan noona?” kata Yoogen mengatur. Taemin pun mengikuti perintah Yoogeun, namun Yoogeun malah beranjak ke sebelah Taemin. “appa, kurang geser” katanya sambil mendorong Taemin, dan…

Chu~
Taemin mengecup pipiku. “omo!” kataku kaget lalu memberikan death glareku kepada namja ini. “Yak! Beraninya kau!” kataku lalu mengejar Taemin. “yak! Bukan aku, Yoogeun yang melakukannya.” Elak Taemin. Ya, tapi tetap saja dia yang menciumku, asshhh Jinjja! Akupun lelah mengejarnya. “miyanhe Yoonhee” kata Taemin mengajak berdamai. “baiklah, aku memaafkanmu” kata Taemin. “appa pulang yuk” kata Yoogeun. “ne, kajja, appa lelah” kata Taemin, lalu menggandeng tangan Yoogeun. Aku ditinggal deh. “yak! Aku tertinggal disini” kataku. Mereka berdua berbalik arah, lalu Taemin menggandeng tanganku.”kajja. kau jalannya lama sih.” Kata Taemin, sambil tersenyum. Kamipun pulang ke Dorm.

@Dorm
Ternyata di Dorm sedang kedatangan tamu, yaitu beberapa member Super Junior. “annyeong” kata kami bertiga. “howah, uri Taemin sudah besar ya? Dia sudah punya Yeoja chingu” kata Leeteuk oppa, mwo? Ini kedua kalinya kami dikira berpacaran, setelah kuselidiki, ternyata kami masih bergandengan tangan. Hh pantas saja, aku dan Taemin menggeleng. ‘aniyo hyung, dia noona nya Yoogeun.” Jelas Taemin.”tapi kalian serasi loh” kata Eunhyuk oppa sambil menyenggol lengan Taemin, dan berhasil membuat pipi kami bersemu merah. “hey, sudahlah, hyung. Lihat wajahnya sudah memerah” kata Sungmin oppa, dan disambut tawa dari semuanya Yoogeun langsung menghampiri eunhyuk oppa. “ajhussi” kata Yoogeun. “mwo? Ajhussi? Jangan panggil aku ajhussi Yoogeun, lebih baik kau panggil aku hyung saja, atau appa juga bagus.” Kata Eunhyuk oppa. “hyung tadi Taemin appa, mencium noona ku loh” cerita Yoogeun. Mwo?! Ommo Yoogeun terlalu jujur. Kami –aku dan Taemin- saling bertatapan, dengan arti tatapan otthohke? “mwo?!” semua terbelalak kaget. “jinjja Yoogeun?” kata eeteuk oppa tidak percaya. “jinjja,” kata Yoogeun sambil mengangguk. “aigo” kata Key oppa ikut-ikut, ottohke? Kami dalam situasi terjepit. “begini oppadeul, tadi itu Taemin bukan menciumku, tapi Yoogeun mendorong Taemin yang ada di sampingku, sehingga tidak sengaja ia mencium pipiku” jelasku. “wah Yoogeun kau pintar sekali” kata Jonghyun oppa. Ckckck mereka ini, kenapa malah memuji Yoogeun. “tapi tak apa Taem, aku mengijinkanmu kok” kata Onew oppa. “yak! Aniyo hyung” kata Taemin, setelah itu kami hanya mengobrol seperti biasa. Perbincangan kami mulai berganti topic, ternyata member SJ memang ramah-ramah. Mereka selalu bisa membuat suasana menjadi mengasyikkan. Dan tak terasa ini sudah malam. “baiklah Yoogeun, kita harus pulang, besok pasti appa mu ada jadwal, dan kau juga harus sekolah besok, kajja.” Kataku, Yoogeun hanya cemberut. “khamsamnida oppadeul. Annyeong” kataku, lalu menggandeng Taemin, kami menumpang di mobil Leeteuk oppa.

@Yoogeun home
Kini Yoogeun sedang tidur-tiduran di sampingku, kami sedang melihat-lihat foto-foto kami di danau tadi. “noona, taemin appa tampan ya?” kata yoogeun, huft dia masih polos, dia memang tidak berbohong, Taemin memang tampan, hey! Apa yang aku pikirkan?! “noona, iyakan?” Kata Yoogeun memaksaku untuk menjawab. “ne.” jawabku, lalu kami melihat foto-fotoku bersama Taemin, hasil dari Fotografer Yoogeun, hehehe. “noona, kau dan Taemin appa, terlihat seperti umma dan appa ya?” kata Yoogeun lagi, aisshhh anak ini, apa yang dia bicarakan?! “aniyo , kau ini, sudahlah, kau tidur sekarang.” Kataku pada Yoogeun, dan beberapa menit kemudian dia sudah tertidur pulas, aku pun pergi ke kamarku dan tidur.

~esoknya di siang hari~
Saat ini aku baru pulang dari TK bersama Yoogeun. “noona, buku ku ketinggalan di dorm appa” kata Yoogeun, haish “jadi mau bagaimana sekarang?” kataku mencoba bersabar. “kita ke Dorm appa saja” kata Yoogeun, akhirnya aku dan Yoogeun pergi ke Dorm SHINee dengan menggunakan taksi. Sesampainya di sana Onew oppa yang membuka pintu. “annyeong oppa” kataku. “a, annyeong, ayo masuk” kata Onew oppa ramah. “kami kesini ingin mengambil buku Yoogeun, dia meninggalkannya di sini.” Aku menjelaskan maksud kedatangan kami. Sdangkan Yoogeun berlari ke kamar Minho hyung “miyan oppa kalau mengganggu” kataku menambahkan. “ah gwaenchana, tidak usah sungkan kalau mau kesini, kami akan selalu menerima kalian kok. “ kata Onew oppa tersenyum dan membuat matanya semakin sipit, tiba-tiba lewatlah Taemin. “howah, hyung kenapa tidak bilang ada Yoonhee dan Yoogeun disini?” protes Taemin lalu bergabung dengan kami-aku dan Onew oppa-. “untuk apa aku bilang padamu?” Tanya Onew oppa innocent. Taemin tidak menjawab. “Yoonhee, apa benar lusa Yoogeun ulang tahun??” Tanya Taemin, ah aku lupa, lusa memang hari ulangtahun Yoogeun, aku saja lupa. “ne, kau benar.” Kataku. “ayo kita adakan pesta kecil-kecilan di Dorm ini” kata Taemin, hmm ide nya bagus juga, kini Key oppa dan Jonghyun oppa ikut rapat di ruang tengah ini, sedangkan Yoogeun sedang main sama Minho oppa. “jadi begini, nanti kita bikin acara, bla..bla..bla” Onew oppa membuat rencana, dan ada beberapa usul dari masing-masing. Dan akhirnya diputuskan, semua appa akan memakai kostum power rangers, tokoh kartun kesukaan Yoogeun. Kami pun menyusun rencana, mulai dari dekorasi, tamu yang akan diundang, dll. Tak terasa hari sudah malam. “baiklah besok kerjakan tugas masing-masing ya” kata Onew oppa. “nanti Minho akan kuberitahu” kata Taemin, ya, karena Minho oppa adalah couple Taemin. “Yoogeunie.. ayo pulang” aku memanggil Yoogeun, lalu datanglah Yoogeun bersama Minho oppa. “sudah kau temukan bukunya?” tanyaku. “ne, tadi ketinggalan di kamar Minho appa.” Kata Yoogeun. “minho oppa, gomawo sudah menemani Yoogeun, maaf kami merepotkan.” Kataku sambil tersenyum. “mwo? Merepotkan? Sama sekali tidak kok.” Kata Taemin sambil nyengir. “hey, ini sudah malam, lebih baik aku antar pulang ya?” kata Minho oppa. ‘diantar Minho oppa??? Kyaaa, aku mau oppaaaa’ seruku dalam hati. “hyung tidak usah repot biar aku saja yang mengantar, kajja” tiba-tiba Taemin merusak kebahagiaan ku.

*Taemin POV*
“hey, ini sudah malam, lebih baik aku antar pulang ya?” kata Minho hyung. Andwae! Aku yang akan mengantarnya pulang. “hyung tidak usah repot biar aku saja yang mengantar, kajja” kataku sambil menggandeng tangan Yoonhee dan Yoogeun. “e..eh? hmm, baiklah, biar dia saja, gomawo oppadeul, annyeong” kata Yoonhee, setelah berbalik menghadapku, dia memberikan death glarenya padaku. Sambil memberikan tatapan dengan arti ‘awas kau Taemin!’ aku hanya nyengir. Lalu akupun mengantar nya pulang.
~keesokan harinya~
Hari ini aku menjemput Yoonhee dan Yoogeun di rumahnya. Kami kebagian tugas untuk membeli semua perlengkapan dekorasi untuk ultah Yoogeun. Hh, gomawo onew hyung yang telah memberiku tugas menyenangkan seperti ini.
Tiin~
Aku mengklakson mobil ku, lalu keluar dari mobil, dan muncullah Yoogeun dan Yoonhee. “taemin appa” kata Taemin sambil tersenyum dan memelukku. “Taemin appa kita mau kemana?” Tanya Yoogeun. “Yoogen akan bermain bersama Jonghyun appa” kata ku. Yoogeun mengangguk. Lalu mobilku sudah sampai di Dorm, sesudah menyerahkan Yoogeun pada Jonghyun hyung, aku dan Yoonhee bergegas ke sebuah supermarket. Tidak lupa aku memakai perlengkapan penyamaran ku, aku tidak mau membuat keramaian di supermarket nanti. Sampailah kami di supermarket“taem menurutmu, lebih bagus ini, atau ini?” Tanya Yoonhee padaku, sambil menunjukan sebuah banner, yang satu bertuliskan ‘Happy birthday’, dan satu lagi bertuliskan ‘Saenghilchuka hamnida (pake hangul pura-puranya)’ “yang itu saja” jawabku sambil mengambil banner yang bertuliskan hangul. Dia mengangguk lalu memegang banner yang kupilih itu. “oke kajja” katanya lalu mengambil beberapa benda, kemudian membayar di kasir. Saat sudah selesai berbelanja kami kembali ke Dorm.

*Author POV*
@dorm.
Onew, Minho, dan Key sedang mebersihkan dorm mereka, “hyung, kenapa harus Taemin yang shopping?” kata minho. “ho’oh, kenapa tidak aku saja?” omel Key. “yahh sudahlah, kerjakan saja tugas kita dengan benar.” Kata Onew. Dan 2 dongsaeng itu hanya mengikuti perintah hyungnya. ‘hehehe, karena aku punya maksud tertentu’ kata Onew dalam hati sambil tersenyum. Sementara Jonghyun dan Yoogeun, sedang menyebarkan undangan kepada para tamu, yang diundang antara lain, member Super Junior, sistar dan Kyumin (anak asuh mereka di ‘Sistar & teuk Hello baby’), SNSD member dan Kyungsan (Kyungsan juga anak asuh SNSD di ‘SNSD Hello baby’), MBLAQ member dan 3 anak asuhnya yaitu Leo, Lauren dan Dayoung, dan juga T-ara member dengan anak asuhnya juga yang bernama Mason. Alasan Jonghyun mengundang para k-pops tar itu beserta anak-asuhnya adalah, agar Yoogeun ada anak-anak sebayanya yang ikut memeriahkan ulang tahunnya. Setelah selesai menyebar undangan Yoogeun dan Jonghyun kembali ke Dorm. Sesampainya di dorm Jonghyun ikutan ‘kerja bakti’ sama member lainnya, tak lama kemudian datanglah Yoonhee dan Taemin. “annyeong” kata mereka berdua.lalu seperti yang Jonghyun lakukan, Yoonhee dan Taemin ikut serta dalam ‘kerja bakti’ di dorm. Pada sore hari acara ‘kerja bakti’ itupun selesai. “nah, semua sudah bekerja keras, khamsamnida” kata Onew sang leader. Dan semua tersenyummelihat hasil kerja mereka yang bisa dibilang memuaskan. Lalu Yoonhee dan Yoogeun pulang namun kali ini mereka diantar Minho, karena Taemin sedang ada di Toilet.

*Taemin POV*
‘fuhh segar seklai habis mandi’ aku mengedarkan pandangan ku ke sekitar dorm, dan tak kulihat Yoogeun dan Yoonhee. “hyuung, kemana Yoogeun dan Yoonhee?” aku berta nya pada Onew hyung. “mereka sudah pulang.” Kata Onew hyung enteng. “eoh? Pulang? Mereka pulang sendiri?” tanyaku lagi. “aniyo, mereka diantar Minho” kata Onew hyung.’mwo!’ harusnya aku yang mengantrar mereka, oops! Aku ini kenapa? Aku tidak suka melihat Yoonhee dengan namja lain. Apa aku… aku… jatuh cinta pada Yoonhee? Aarggh aniyo! “taem, jujur saja padaku, aku hyungmu, aku tau kau menyukai Yoonhee kan?” kata onew hyung, membuatku kaget. “molla hyung” kataku sambil tertunduk. “aku lihat dari matamu, kau menyukainya Taem, tapi kau hanya malu saja mengakuinya” kata Onew hyung lagi. “kau harus cepat menyatakan perasaanmu sebelum ada yang lain” kata Onew hyung lalu dia berdiri dan beranjak ke kamarnya. Aku memikirkan kata-kata Onew hyung. Benar apa yang Onew hyung katakana, aku mencintainya, aku tidak akan membiarkan dia diambil yang lain.

*Yoonhee POV*
Aku tidak bisa tidur, aneh! Pikiranku selalu terbayang Taemin, apa aku mulai.. mulai.. ah?! Masa iya aku jatuh cinta pada bocah ingusan berumur 19 tahun yang bernama Taemin itu?! Sangat konyol. Akupun memutuskan untuk tidur.
~sore hari di hari Ulang tahun Yoogeun~
Ya, acara ulangtahun Yoogeun memang diadakan sore hari. Kini aku dan yoogeun sudah siap. Yoogeun memakai baju bergaya foxhunt dan sipadukan dengan jeans ketat, sangat imut. seangkan aku memakai mini dress tanpa lengan, bagian atas berwarna putih, sedangkan rok mengembangnya berwarna hitam, dibagian pinngang ada pita abu-abu dan dibagian samping ada bunganya untuk sepatu aku memakai highheels berwarna hitam. sedangkan rambutku hanya kusanggul keatas. Kamipun berangkat kesana dengan taxi. Kami tidak ingin merepotkan member SHINee.

*Taemin POV*
Aku dan Hyung-hyung ku sudah siap dengankostum kami. Kostum Power ranger, aku memakai kostum berwarna kuning, Minho hyung memakai warna hijau, Key Hyung memakai warna merah, Jonghyun hyung warna hitam, sedangkan Onew hyung warna putih. Dan para tamu juga sudah datang ada member super junior, sistar dan Kyumin, ada member SNSD dan Kyungsan, ada member MBLAQ dan 3 anak asuhnya, juga member T-ara dan Mason. Sudah kumpul semua, tinggal menunggu Yoogeun, beberapa menit kemudian datanglah Yoogeun dan Yoonhee, huwah, Yoonhee terlihat sangat cantik. terlihat raut kesenangan di wajah Yoogeun, dia mulai berkenalan dengan Leo, lauren dan Dayoung, mereka tertawa bersama sedangkan Yoonhee sedang berbincang-bincang dengan beberapa member SNSD dan Sistar. “oke, karena yang berulangtahun sudah datang, saatnya memulai acara” kata Onew hyung dan Leeteuk hyung selaku pembawa acara. Lalu acara pun dimulai. Saat acara tiup lilin “Yoogeun, ucapkan permintaanmu.”aku ingin Taemin appa jadi namja chingu nya Yoonhee noona” kata Yoogeun lalu meniup lilinnya, ‘Mwo!’ permintaanya Yoogeun aneh sekali, dan kata-kata Yoogeun membuat wajahku memerah. Semua terbahak. “hahaha lihat dongsaengmu sudah menyetujuimu, bersama Taemin” kata Hyorin ‘sistar’ pada Yoonhee yang berada di sebelahnya, dan membuat wajah Yoonhee semakin memerah.kurasa inilah saatnya, aku menyatakan perasaanku padanya. Aku akan menuruti saran yang diberikan Onew hyung. Saat acara sudah beranjak kea rah potong kue, Yoogeun memberikan kue pertamanya pada Yoonhee. Saat Yoonhee hendak memakan kue,”noona, suapi (?) kue ke Taemin appa ya??” pinta Yoogeun.

*Yoonhee POV*
Issshh, anak ini ada-ada saja. , kenapa dia harus menyruhku menyuapi kue ini ke Taemin. Aku kan malu >< , dan akupun mulai menyuapi Taemin, semua bersorak. Tiba-tiba Taemin memegang tanganku, kyaaa, apa ini??? “Yoonhee, kau tau? Aku sudah punya perasaan ini, semenjak aku melihatmu. tadinya aku tidak tau apa arti perasaan ini, setelah kuteliti, ternyata.. ini perasaan cinta. Saranghaeyo Yoonhee” katanya,aku hanya terpaku mendengar nya. semua yang ada disana juga terlihat kaget dengan kata-kata taemin. “nae do molla, aku tidak mengerti kenapa aku selalu memikirkanmu.” Kataku jujur. “dan kurasa, itu karena cinta. Na do saranghaeyo Taemin” kataku tersenyum dan memeluknya. Semua tamu bersorak. “hiks..hiks.. Uri Taemin sudah besar” kata Key oppa, terharu. “hey Taemin, kami tunggu traktirannya ya” kata eunhyuk dan Lee Joon MBLAQ. “kalian harus berterimakasih pada Yoogeun” kata Onew hyung. “iya, kan karena Yoogeun kalian bisa kenal, dan juga jadi saling mencintai seperti sekarang” kata Jonghyun hyung. Kami pun tertawa dan memeluk Yoogeun. “gomawo Yoogeun, na do saranghaeyo” kataku dan Taemin. “wah kalian sudah seperti keluarga ya?” kata Taeyon leader SNSD dan di sambut tawa oleh yang lain. Ya, semua ini karena Yoogeun.Yoogeun yang membuat aku dan Taemin bertemu. Gomawo Yoogeunie..

^^ END ^^
Gomawo buat yang udah baca FF abal-abal ini, maap kalo banyak Typos dan kata-kata yang gak dimengerti.

FF the princess is my girlfriend

The princess is my girlfriend (Part 1)

Cast :

Lee Hye Eun (OC’s)

Lee Hyuk Jae/ Eunhyuk (Super Junior)

Choi Siwon (Super Junior)

And other super junior member

Genre : Romance, humor

Length : Twoshoot

Warning : typos, gaje

Rating : General

Disclaimer : Lee hyuk jae dan Member SJ lainnya, hanya milik Tuhan, super junior, SM ent, keluarganya, dan ELF. Sedangkan OC milik aku. FF ini hasil dari imajinasi otak aku, jadi kalo ada kesamaan alur, tokoh atau apa aja, tolong di maklumkan, hanya kebetulan semata. Aku gak menghasilkan uang dari ff ini, This just FF.

A/N : annyeong *bow*, Kim Okta back.. this my 3rd ff, dan tentunya masih perlu komen dan masukan dari para Sunbae dan reader skalian. Ok, happy reading..

*Author POV*

Lee Hye Eun adalah seorang anak dari pemilik SM ent, yaitu Lee soo man. Dan siapa yang tidak tau SM ent? SM ent adalah label tempat bernaungnya BB dan GB yang terpopuler di Asia, bahkan mancanegara, misalnya, Super Junior, SNSD, SHINee, f(x) dan lainnya. Lee Hye Eun dari kecil sudah terbiasa diperlakukan seperti Princess. Ya, Dia bisa mendapatkan apa saja yang dia mau. Kalau soal bertemu dengan artis-artis dibawah naungan SM ent. Sangat mudah bagi Hye Eun, ia tinggal datang sesuka hati nya. Hye Eun kuliah di Inha University, dia satu universitas dengan super junior’s Siwon. Dia Hoobae nya Siwon di Inha University.  Hye Eun mencintai Siwon, namun Siwon hanya menganggapnya sebagai dongsaeng saja. Yah bisa dibilang cinta Hye Eun bertepuk sebelah tangan. Tapi Hye Eun tidak menyerah, dia sering datang ke Dorm Super Junior untuk dekat dengan Siwon, namun tetap saja Siwon tidak menggubrisnya. Seperti saat ini.

*Lee Hye Eun POV*

Aku sedang menuju dorm super junior saat ini. Aku tahu hari ini mereka sedang tidak ada jadwal, maka aku berencana kesana dan membawa makanan yang cukup banyak. Setelah sampai di depan dorm suju, akupun memencet bel. Tak lama kemudian Siwon oppa membukakan pintu untukku. “oppa” kataku langsung memeluknya, diapun membalas pelukan ku. “ayo Hye Eun masuk ke dalam, eh? Kau membawa apa?” Tanya Siwon oppa, sambil menunjuk beberapa kantong yang dibawa asisten ku. “ah, itu hanya beberapa makanan untuk kalian “  kataku lalu masuk ke dalam dorm suju, aku sudah biasa ke sini. “annyeong oppadeul” kataku menyapa member suju, ya, di depan tv sedang ada Eunhyuk oppa, Donghae Oppa, dan Leeteuk oppa. “Hye Eun-ah. Annyeong” sapa mereka ketika menyadari kehadiran ku. “ kemana yang lain?” tanyaku sambil mencari keberadaan member lain “ah, Ryeowook sedang jalan-jalan bersama Yesung. Sungmin sedang di kamar mandi, Kyuhyun pastinya sedang berpacaran dengan PSP nya” jawab Donghae ringan, tiba-tiba Shindong oppa datang. “howah, Hye Eun kau membawa spaghetti ya?” kata Shindong oppa to the point. “ne” jawabku, “wah, gomawo Hye Eun, aku juga sedang lapar, karena wookie lagi jalan-jalan jadi ga ada yang masak deh, wah jeongmal gomawo” kata Shindong oppa girang, lalu membawa plastik-plastik itu ke meja makan. Akupun duduk di sofa, sambil menonton tv bersama yang lain. Disampingku ada Eunhyuk oppa. “Hye Eun aku pergi dulu ya, aku ada jadwal sebentar. Annyeong” kata Siwon oppa lalu pergi dari dorm ini. Hh, padahal tujuanku kesini ingin bersama Siwon oppa, tapi kalau aku pulang, aku bosan, lebih baik disini ber sama oppadeul.

*Siwon POV*

Aku malas kalau ada Hye Eun, pasti dia akan bermanja-manja dengan ku, aku tidak nyaman dengan kelakuannya itu. Lebih baik aku keluar saja, berpura-pura ada jadwal. “Hye Eun, aku pergi dulu ya, aku ada jadwal sebentar, annyeong” kataku sambil beranjak pergi dari Dorm.

*Lee Hye Eun POV*

Tiba-tiba handphone Leeteuk oppa bordering “yoboseyo?,……..” “ah, arra, tunggu ya” kata Leeteuk oppa sambil menutup pembicaraan di handphone. “ Ryeowook dan Yesung minta dijemput di kedai Handel and Greetels, aku pergi dulu ya” kata Leeteuk oppa. “ne hati-hati oppa” kataku, kulihat dibawah, Donghae oppa sudah tertidur, kami –aku dan Eunhyuk oppa-  saling bertatapan geli melihat Donghae oppa tertidur pulas, akhirnya Eunhyuk oppa beranjak dari duduk nya, dan menhampiri Donghae oppa. “yak Donghae, irreona, kalau mau tidur, di kamar saja, kau ini, lihat liurmu tesebar dimana-mana” kata Enhyuk oppa sambil menggoyang-goyangkan lengan donghae, dan berhasil,”ne aku pindah,” Dongahe oppa pindah ke kamarnya. Dan sekarang tinggalah aku dan Eunhyuk oppa. Setelah 10 menit menonton tv dalam diam seperti ini aku merasa bosan, eh? Kenapa EunHyuk oppa melihatku ? “kau bosan ya?” tanya Eunhyuk oppa, “ Ne, oppa. “ jawabku sambil cemberut. “Hye Eun jangan cemberut. Nanti cantiknya hilang loh?” kata Eunhyuk oppa sambil menjawil daguku. “hahahaha jinjja?”  kataku tertawa  “ jinjja. Kalau begitu ayo kita jalan-jalan. Kau mau kemana?” Eunhyuk oppa menawariku jalan-jalan. “ hmm, baiklah, kita ke mall ya, aku mau shopping.” Jawabku semangat. “ ok, khalkayo” kata Eunhyuk oppa.

*Lee Hyukjae POV*

Akhirnya aku bisa jalan-jalan dengan Hye Eun, ya, aku menyukai nya, bahkan aku menyayanginya. Bukan karena dia anak pemilik SM ent, tapi memang aku menyukainya. Meskipun aku tau dia menyukai Siwon, tapi aku tidak akan menyerah. Dan disinilah aku dan Hye Eun sekarang, di sebuah Mall di Seoul. Aku sudah memakai berbagai penyamaran seperti kacamata, dan syal yang menutupi mulutku. Yah memang harus kuakui, aku agak menyesal untuk mengajaknya jalan-jalan ke mall, kau tau? Dia seperti terhipnotis oleh barang-barang disini. Entah sudah berapa banyak barang yang sudah ia beli.”oppa, kau cape?”  tiba-tiba Hye Eun ada di depan ku. “eoh? Sebenarnya iya”  jawabku jujur. “hmm sudah kuduga, baiklah ayo kita balik ke dorm oppa, asisten Oh, taruh belanjaanku di mobil ya” katanya memerintah asistennya lalu menggandengku. Aku senang sekali “hmm,bagaimana kalau kita ke taman saja. Di Dorm kita pasti bosan” usulku, yah, kalo balik ke dorm, aku tidak bisa berduaan dengan nya lagi. “ hmm bukan ide yang buruk, kajja” katanya seraya berjalan. Hahaha dia benar-benar manis. Tak terasa aku tersenyum.

 # at Park #

“oppa, bolehkah aku bercerita padamu?” Tanya Hye Eun padaku, kini dia sedang menyenderkan kepalanya di bahuku. “ne, tentu saja, kau mau cerita apa?” tanyaku lembut. “kau tau oppa? Aku menyukai Siwon oppa, ah, ani, aku mencintai Siwon oppa, tapi sepertinya dia tidak.” Katanya sambil menunjukan wajah kecewa. “hmm, ne aku tau kau mencintainya. Siwon itu bukan tidak mencintaimu. Dia mencintaimu kok, tapi mungkin mencintai seperti oppa pada dongsaeng” kataku menjelsakan, lalu dia mengerutkan keningnya dan mengangkat kepalanya dari bahuku, dia duduk seperti biasa. “keunde oppa, aku mencintainya seperti yeoja pada namja” katanya menatapku. “ Hye Eun apa kau tau apa itu cinta?” dan ia tidak menjawab, dia malah termenung.

*Lee Hye Eun POV*

“ Hye Eun apa kau tau apa itu cinta?” Tanya Eunhyuk oppa padaku. Aku baru menyadarinya, aku tidak tau apa yang dimaksud cinta?  Dan yang aku pikirkan sekarang apa aku mencintai Siwon oppa? Diriku menjawab ‘ya’ tapi hatiku tidak yakin, entahlah,selama ini aku menyukai Siwon oppa karena dia tampan, tinggi, pintar, dan dia dari keluarga terpandang. Apa itu cinta? “ Hye Eun? Kenapa melamun?” Tanya Eunhyuk sambil mengibaskan tangannya di depan wajahku, “eoh? Gwaenchana oppa, aku baru menyadari betapa bodohnya aku, bahkan aku tidak tau apa itu cinta?” kataku jujur, lalu kembali menyenderkan kepalaku di bahu Eunhyuk oppa. “cinta adalah ketika kau menerima semua sifat yang ada pada diri seseorang, entah itu kebaikannya maupun keburukannya.” Kata Eunhyuk oppa, sambil menghela napas, dan melanjutkan perkataannya “ cinta bukan hanya melihat dari fisik atau status sosialnya, tapi semua yang ada pada dirinya, dirinya yang apa adanya” katanya lalu tersenyum padaku. Berarti perasaanku pada Siwon oppa bukan cinta? Lagi-lagi aku bertanya, ingin aku menanyakan jawaban dari semua ini, tapi hanya aku yang bisa menjawab pertanyaan ini. Tapi hatiku ingin sekali mendapatkan Siwon oppa. Akhirnya sebuah ide muncul di otaku. “oppa maukah kau membantuku?” tanyaku pada Eunhyuk oppa. “tentu, everything for you” katanya, akupun tersenyum. “ oppa, maukah kau menjadi namja-chinguku?” sudah kukira reaksinya akan seperti itu.

*Lee Hyuk Jae POV*

“ oppa, maukah kau menjadi namja-chinguku?” Tanya Hye Eun dengan wajah Innocent, ini seperti mimpi, tak terasa mataku membulat, dan mulutku menganga, aku shock sekaligus gembira. “iya, namja chiingu ku, tapi hanya namja-chingu bohongan, kita bersandiwara menjadi sepasang kekasih, aku ingin melihat apakah Siwon oppa akan cemburu padaku?” lanjutnya dengan wajah Innocent lagi. Setelah terbang ke langit  lalu terjun ke bumi dan masuk ke neraka. Itulah yang kurasakan, dan kurasa mataku memanas, oh andwae, jangan menangis di depannya pabo! Aku berteriak dalam hati, aku harus tegar, toh ini akan membuatnya senang. “n..ne, aku akan membantumu Hye Eun”. Dan dia langsung memelukku. “ gomawo oppa, saranghe” katanya padaku, ya aku tau kata ‘saranghe’ itu, seperti ucapan dari dongsaeng kepada oppa. aku rasa dia bahagia sekarang, meskimembantunya sama seperti mebunuh diriku sendiri secara perlahan, tapi, demi Hye Eun, aku akan melakukan nya.

# night at Dorm #

Aku sudah mengantar Hye Eun ke rumahnya, dan kini aku baru memasuki dorm dan langsung menuju kamarku dan Donghae. Namun kuurungkan ketika mencium bau makanan dari dapur “wookie, kau masak apa?” tanyaku dan wookie langsung menoleh padaku. “ah, hyung, kau sudah pulang? Aku sedang memasak Ramyeon”  kata wookie sambil melanjutkan masak nya. “aku mau juga dong wookie” kata Eunhyuk dan langsung duduk di meja makan. “ne chamkamman” kata wookie.

*Author POV*

 5 menit kemudian ramyeon ala Chef Wookie, sudah tersedia di meja makan “ jal makgetsemnida”. Eunhyuk langsung menyantap ramyeon itu tanpa ampun (?) , tidak sampai 5 menit ramyeon itu sudah habis  *buset dah,Hyukkie oppa, laper apa doyan?* sementara wookie, makan dengan tenang. “wookie, boleh aku bertanya?” Tanya Eunhyuk. Wookie hanya mengangguk. “ jika kau menyukai seorang yeoja, tapi yeoja itu menyukai orang lain, lalu dia meminta mu untuk membantunya mendekati namja yang ia suka, lalu kau membantunya, menurutmu bagaimana?” Tanya Eunhyuk bercerita panjang lebar. “hmm, jadi maksudmu cinta segitiga? Ah, kalau aku namja itu, aku tidak akan membantunya, tapi aku akan membuatnya mencintaiku, dan menyingkirkan namja itu.” Kata wookie santai. Lalu Eunhyuk menjitak wookie. “yak! Appo hyung! Aku kan menjawab pertanyaanmu” protes wookie. “ne kau memang menjawab tapi jawabanmu tidak bermutu, itu namanya egois kau tau?” Eunhyuk mulai menasihati wookie. “yang penting kan aku menjawabmu hyung” kata wookie lalu melanjutkan makannya, Eunhyuk pun menggelengkan kepalanya, dan memilih untukpergi ke kamarnya dan donghae. Ternyata di kamar, Donghae sedang membaca komik onepiece milik Eunhyuk. “hyukkie, selamat datang” kata Donghae menoleh pada Eunhyuk. “ne” kata Eunhyuk lalu langsung tiduran di ranjangnya, melihat ekspresi Eunhyuk yang agak murung donghae pun bertanya. “hyukkie? Waeyo? Ada masalahkah? Ceritakan saja padaku” kata donghae lalu duduk di sebelah ranjang Eunhyuk “aniyo, gwaenchana” kata Hyukkie, seperti biasa dia menolak untuk curhat pada couplenya ini. “hyukkie, kau selalu begitu, ayolah, akukan couplemu.” Kata Donghae menyenggol-nyenggol lengan Eunhyuk, dan akhirnya Eunhyuk pun menceritakan semuanya pada Donghae, termasuk tentang dia menyukai Hye Eun. “kau benar mencintainya hyuk?” Tanya Donghae tak percaya. “ ne, “ kata hyukkie sambil meanghela napas. “ ottohke?” katanya, “baiklah, ambil sisi positif nya hyuk, meskipun kau hanya menjadi namja-chingu bohongannya, kau bisa lebih dekat dengannya, anggaplah bahwa dia yeoja-chingu nyata mu. Dan berilah dia perilaku yang baik, hingga akhirnya dia akan luluh padamu, tunjukan kau lebih pantas dari Siwon.”jelas donghae, dan Eunhyuk megangguk setuju.

*Lee Hyuk Jae POV*

Donghae benar, semua yang dikatakan Donghae memang benar. “ kau benar hae,oh gomawo hae, kau memang couple ku” kataku kegirangan sambil memeluknya.

# Esoknya #

“jagiya, irreona, ini sudah siang.” aku mendengar suara Hye Eun, apa aku masih bermimpi? Akupun membuka mataku. Aku membelalakkan mataku, kenapa Hye Eun ada disini? “ Hye Eun apa yang kau lakukan disini?” tanyaku sambil duduk. “ untuk membangunkan mu tentunya” katanya sambil tersenyum. “sudahlah,oppa  mandi sana. Semua sudah di ruang makan, aku akan menunggumu di meja makan ya, ppali” katanya lalu pergi. Akupun pergi mandi, tetapi masih memikirkan kejadian tadi, mwo? Hye Eun memanggilku jagiya? Mungkin otakku sudah rusak pikirku, setelah mandi, aku bergegas ke meja makan, dan aku duduk bersebelahan dengan Hye Eun, di depan ku ada Siwon yang sedang makan dengan santai. Tiba-tiba Hye Eun berdiri. “oppadeul, aku ingin memberi pengumuman.” Kata Hye Eun, aku tak mengerti apa yang akan dia lakukan lalu dia menolehku dan mengedipkan 1 matanya. “mulai hari ini, aku dan Eunhyuk oppa adalah sepasang kekasih. “ katanya. Aku hanya melongo mendengar perkataannya. Hyungdeul dan dongsaengku langsung bersorak, dan satu-persatu mengucapkan selamat pada Hye Eun dan aku.

*Lee Hye eun POV*

. “mulai hari ini, aku dan Eunhyuk oppa adalah sepasang kekasih. “ kataku, dan oppadel bersorak, kulihat Eunhyuk oppa melongo, dan yang kulihat sekarang adalah Siwon oppa, dia terlihat teang-tenang saja, malah tampak tersenyum, aku kecewa, tidak ada raut cemburu di wajahnya, namun aku tidak menyerah sampai sini. “chukkae, hyuk. Wahhh, kau harus menjaga dongsaeng ku dengan baik ya” kata Siwon oppa pada Eunhyuk oppa, Eunhyuk oppa masih terlihat shock. Lalu setelah itu kami pun melanjutkan makan nya. aku pun masih penasaran dengan Siwon oppa. “oppa, aaaaa” kataku sambil menyuapkan bubur ke mulut Eunhyuk oppa, Eunhyuk oppa pun hanya menurut. “yaa, oppa, berantakan tuh” kataku sambil mengelap mulut nya dengan tisu. Dan aku kembali menoleh ke Siwon oppa. Tapi tetap saja, tidak terlihat raut cemburu di wajahnya, ia malah tertawa melihat tingkahku.setelah selesai makan akupun pergi ke sebuah taman dekat dorm suju. Saat sedang duduk sendiri, kata-kata Eunhyuk oppa kembali terngiang di telingaku. “Siwon itu bukan tidak mencintaimu. Dia mencintaimu kok, tapi mungkin mencintai seperti oppa pada dongsaeng”, hhh, aku menghela nafas, untuk menghilangkan rasa yang aku tidak tau ini. Tiba-tiba di depan ku berdiri seorang namja, akupun menolehkan kepalaku. “oppa” itu Eunhyuk oppa, ya, oppa yang selalu ada memang hanya Eunhyuk oppa. Lalu dia duduk di sebelahku. “apa yang kau lakukan?” Tanya Eunhyuk oppa. “aniyo, hanya mencari udara segar” kataku bohong. “ah, jadi menurutmu udara di dalam Dorm suju itu tercemar?” katanya sambil hamper terkekeh. “akan kuadukan ini pada Leeteuk hyung” kata Eunhyuk oppa. “hahaha aniyo, aku tidak bilang  begitu kau yang bilang oppa” kataku membela diri, yah, dekat dengan Eunhyuk oppa, bisa membuatku melupakan sejenak beban dipikiran ku. “ohya, yang tadi pagi itu hanya sandiwara ya?” Tanya Eunhyukoppa.”ne” kataku, lalu Eunhyuk oppa pun hanya ber oh ria sambil mengangguk.

*Lee Hyukjae POV*

sudah kuduga, ia hanya sandiwara. Daripada berada di taman seperti ini, membosankan. Lebih baik, jalan-jalan, tapi bukan shopping tentunya. “hei, kau mau es krim?.” Kataku. “eoh? Es Krim?? Aku mau.”  katanya, dan dia tersenyum. “ok, kajja” kataku, lalu dia menggandeng tanganku. Sebelumnya seperti biasa aku memakai alat penyamaranku, setelah selesai akupun memasuki kedai es krim itu, aku memesan rasa strawberry dan Hye Eun memesan rasa Coklat. Setelah mendapat es krim kami pun duduk di sebuah kursi dan menikmati es krim masing-masing. Setelah selesai memakan es krim. “hmm, jeongmal mashida” kata Hye Eun, haha lucu sekali dia, dia meninggalkan bekas es Krim di bibirnya. “hahahahahhahaa” tawaku memecah. “wae oppa?” Tanya Hye Eun Innocent. Akupun mengambil tisu dan mengelap bibirnya “kau meninggalkan sisa es krim di bibirmu jagi” kataku. Kulihat wajahnya sedang memerah. Eoh? Memerah? Kenapa?

*Lee Hye Eun POV*

Kenapa Eunhyuk oppa tertawa? Apa yang lucu? Lalu ia mengambil tisu dan tangannya yang sedang memegang tisu menyentuh bibirku.   “kau meninggalkan sisa es krim di bibirmu jagi”  ternyata ada sisa es krim di bibirku, eh? Kenapa perasaanku ini? Kurasa wajahku memerah sekarang. “bagaimana bisa seorang princess, meninggalkan sisa es krim di bibirnya?, dan mengapa wajahmu memerah? hahahahaha” seperti nya Eunhyuk oppa berhasil menggodaku habis-habisan, kenapa dia ini? Apa dia tertular virus Evil Kyu oppa? Ck, menyebalkan. Aku pun pura-pura ngambek, “sudahlah oppa, hentikanlah tawamu itu, gusimu sudah kering tuh” kataku. “hahaha jinjja? Biar saja, hahaha aku berhasil menggoda seorang princess, aku memang hebat” katanya melanjutkan tawanya. “ne, ne , miyan jagi” kata nya setelah tawanya reda. “ne, aku memaafkan mu oppa” kataku, bagaimana pun juga, aku tidak bisa marah padanya. Dan anehnya aku tidak risih dipanggil dengan embel-embel ‘jagi’, aku kenapa? Na do molla. “oppa kita mau kemana lagi?” tanyaku. “bagaimana kalau ke Sungai Han, di sore hari pemandangan nya indah” kata Eunhyuk oppa. “baiklah.” Dan kamipun pergi  ke sungai Han. Sesampainya disana, benar saja apa yang dikatakan Eunhyuk oppa. Pemandangannya sangat indah, aku suka tempat ini, dan seperti biasa, setelah duduk, aku menyenderkan kepalaku di bahu Eunhyuk oppa, posisi ini membuatku nyaman. “oppa, penyamaran mu payah, kau pasti bisa langsung dikenali oleh para ELF, terutama Jewels.” Komentarku. “jinjja? Habis, tadinya kan tidak berniat jalan-jalan.” Katanya. “ oh ia” katanya mengambil beberapa akar, dan bunga cantik di sekitar sungai Han, lalu ia membuatnya menjadi sebuah gelang, cantik sekali gelang itu. Lalu diapunmemegang tangan ku, dan memasang nya di tanganku. “cantik sekali” katanya sambil tersenyum. Pipiku pun kembali bersemu merah. “yang cantik itu gelangnya” lanjut Eunhyuk oppa, dan membuatku memanyunkan bibirku, “hahaha iya, gelangnya dan Hye Eun cantik, dan kau lebih cantik dari semuanya” katanya sambil mengacak pelan rambutku. Akupun tersenyum, “ohya, mau kopi? Aku membeli kopi dulu ya di kedai itu” katanya sambil menunjuk sebuah kedai kopi kecil di dekat sini. “ok”  kataku.”tunggu disitu ya, jangan kemana-mana” kata Eunhyuk oppa lagi sambil berjalan mundur dan kemudian berjalan lurus ke arah kedai kopi itu. Akupun menikmati pemandangan disni, angin nya sejuk. Lalu datanglah 2 orang yeoja. “hey kau, kami tau yang tadi itu Eunhyuk oppa. Kau siapanya?” Kata mereka sambil melipat tangan di dada. “aniyo, itu bukan Eunhyuk,  dasar pabo” kataku berbohong sambil mengalihkan pandangan ke sungai. “ ya! Apa kau bilang ? pabo?” kata salah satu yeoja itu tak terima. “ne, kalian pabo, tadi itu bukan Eunhyuk.” Jawabku bersandiwara. “hey, dengar ya, kami adalah Jewels, jadi kami tau benar Eunhyuk oppa.” Kata mereka. “terserahlah” kataku lalu beranjak pergi dan, ada yang memegang tangan ku “dengar ya! Tidak ada yang boleh merebut Eunhyuk oppa dari kami!” katanya. Lalu aku pun menoleh, salah satu dari yeoja itupun menamparku, PLAK! “jangan pernah mendekati Eunhyuk oppa lagi” sebelum aku menjawab aku di dorong dan tercebur ke Sungai, oh tidak, aku tidak bisa berenang. Aku mencoba untuk bergerak ke permukaan, sambil sesekali berteriak “tolong!”.. ‘apa aku akan mati???’

~To Be Continued ~

FF dream come true

Dreams come true

Tittle : Dreams come true

Cast:

Moon seung hye (OC’s)

Cho Kyuhyun (as himself)

Shin Cae Hyun (OC’s)

Lee Hyuk jae (as himself)

Seohyun (as Herself)

Author : Kim Okta

Genre : romance, humor

Rating : General

Disclaimer : semua Cast disini hanya milik tuhan dan dirinya sendiri kecuali OC’s its mine. Tidak mendapat keuntungan dari FF ini, its just FF.

Length : Oneshoot

Summary : dari khayalan menjadi nyata, dreams come true memang benar-benar terjadi!

Warning : Typos bertebaran diamana-mana, gaje mungkin (?), judul ga nyambung.

A/N : annyeong semua, Kim Okta imnida, ini ff pertama ku, jadi masih banyak banget kekurangan nya. mohon koment nya ya para readers and Sunbae, oh ia ini udah aku post juga di fb aku ‘Kim Okta Yesungclouds’dan juga di blog-blog lain,  buat admin please publish ya, khamsamnida. ok Happy reading

*Moon Seung Hye POV*

Hari ini, kulangkahkan kakiku menuju sekolah dengan lesu. Bukan karena sakit, tapi karena hari ini ada pelajaran yang aku benci. Yaitu Olahraga. “hey seung hye-ah, gwaenchanayo?” Tanya Cae Hyun sahabatku. “gwaenchana” jawabku malas. Aku mulai kesal pada sahabatku ini, padahal dia jelas-jelas tau kalau ada pelajaran yang aku benci aku begini, tidak dalam mood yang baik. Tiba-tiba di depanku lewatlah Cho Kyuhyun namja impianku eh? Anio, pangeran menurutku.  Mood ku langsung berubah jadi baik. “yak!! Seung hye, kau kenapa sih? Tadi cemberut sekarang tersenyum tak karuan, kau gila ya?” Tanya Cae Hyun “aniyo” kataku lagi sambil masih tersenyum menatap pangeran itu dari kejauhan. Kudengar Cae hyun mendesah menyerah bertanya padaku. Huh, biarkan saja aku tidak peduli, sebenarnya akhir-akhir ini aku mulai jatuh cinta sama dia. Tapi aku malu untuk menyatakan perasaanku padanya, jadi aku hanya bisa memendam perasaan ini sendiri. Dan..

teng..Teng..

suara bel pun terdengar. Hufftt saatnya pelajaran yang aku benci, aku bergegas mengganti pakaianku. Dan berlari ke lapangan. Saat sampai di Lapangan, aku melihat pangeranku. Dia sedang berlatih basket dengan teman-teman 1 tim nya. Yah agak aneh,berlatih basket saat jam pelajaran,  mungkin karena dia dan timnya akan lomba minggu depan makanya mereka diperbolehkan  Latihan di jam pelajaran seperti ini. Wah enak nya kalau setiap pelajaran olahraga begini, biarpun lelah tapi bisa melihat wajah kyuhyun, aku rela hehehe.namun tiba-tiba terdenghar suara “ ya Seung Hye !! Awas!!”, aku menoleh, namun seketika sesuatu menabrak wajahku BUUGKHHH!! . “Kyaaaaaa” aku menjerit, lalu semua gelap.

~Moon seung Hye POV End~

*Cho Kyuhyun POV*

Aku sedang men dribble bola menuju ring, yeah sedikit lagi aku akan meraih point, saat aku akan melempar bolanya pada Hyuk Jae, bola itu meleset, dan .. BUUGKHHH!!  Bola itu melesat ke wajah seorang yeoja. “kyaaaaaaa” dia menjerit, ommo.. sial sekali aku. Aku langsung berlari kea rah yeoja itu.dia pingsan lalu aku menggendongnya dengan gaya bridal style, menuju ruang UKS. Aku akan menunggu nya sampai ia siuman.sambil menunggunya aku duduk di samping ranjang tempat yeoja itu berbaring. Ku pandangi wajah yeoja ini, manis juga, lalu aku tersenyum sendiri.  1 jam kemudian, akhirnya dia Siuman. Fiuhhh aku lega sekali.

~Cho Kyuhyun POV End~

*Moon seung hye POV*

Aku membuka mataku, dimana aku? Aku melihat seorang namja duduk di samping ranjang ini. “aku dimana?” tanyaku masih agak pusing. “kau ada di UKS sekarang.” Kata namja itu, setelah benar-benar sadar, aku memperhatikan wajah namja itu, omona.! Itu Cho Kyuhyun, pangeranku. “ch..Cho Kyuhyun” kataku tak percaya. Ia terlihat agak kaget “huh? Kenapa kau bisa tau namaku, hahaha mungkin karena aku namja mempesona di sekolah ini, siapa yang tidak tau aku” katanya sambil membanggakan dirinya, ck, ternyata dia itu narsis sekali. “ hm, miyanhe, tadi bola yang kulempar mengenai wajahmu” katanya lagi. “ne gwaenchana” kataku. “oh iya siapa nama mu?” tanyanya. DEG! Dia bertanya namaku.. hahh benar-benar sebuah keajaiban. “ joneun Moon Seung hye imnida” jawabku sambil senyum-senyum. Hhh dari dekat dia terlihat lebih tampan. dia memandangku dengan heran. “wae?” katanya padaku. Aku tersadar dari lamunanku, “a..aniyo” jawabku.”baiklah, karena kau sudah sadar, aku pergi dulu ya, annyeong:” katanya lalu pergi. Wah hari ini hari keberuntunganku.

~Moon seung Hye POV End~

*Cho Kyuhyun POV*

Tiba-tiba aku ingat, aku ada janji dengan teman-temanku untuk latihan basket lagi. jadi aku memutuskan pamit untuk pergi padanya, tapi sekarang dia sedang melamun “wae?” kataku. “a..aniyo” katanya gugup, hahaha aku ingin tertawa melihat ekspresinya, lucu sekali. “baiklah, karena kau sudah sadar, aku pergi dulu ya, annyeong.” Kataku lalu pergi ke lapangan basket tempatku berlatih.

~Cho Kyuhyun POV End~

Esoknya..

*Moon Seung Hye POV*

“Seung hye-ah, kau yakin tidak istirahat dulu  hari ini?” Tanya Chae Hyun.”ne, aku yakin, aku kan kuat.” Kataku sambil tersenyum, sebenarnya hari ini aku masih merasa agak pusing, ya, mungkin dampak yang kemarin, tak apalah. Pelajaran pun dimulai, entah mengapa aku tidak konsen pada pelajaran, otakku malah memikirkan kyuhyun, kyaaaa aku ini kenapa. Aku terus menghilangkan pikiranku tentang Kyuhyun. Tapi hasilnya tidak bisa. “aarrgghhh” aku berteriak kesal, tanpa kusadari semua mata tertuju padaku, ‘akkhh neo pabboya seung hye’, rutukku dalam hati, “seung hye-ah, apa yang kau lakukan” bisik Chae Hyun padaku. Aku terdiam ketika Lee sonsaengnim sudah berada di depan mejaku. “Moon Seung Hye!! Pergi ke lapangan! Dan hormat pada bendera sampai jam Pelajaran ku berakhir!” kata Lee sonsaengnim, “ne sonsaengnim” jawabku Lesu, malu, itu yang kurasakan. Aku melangkahkan kaki ku ke depan tiang bendera, setelah sampai di dekat tiang bendera aku melihat seseorang. Namun aku tetap berjalan. Mwo?? “Cho Kyuhyun? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku heran, aku tak menyangka dia disini juga, wahh asik dihukum berdua sama Cho Kyuhyun, bakal betah kayanya hehe.

~Moon seung Hye POV End~

*Cho Kyuhyun POV*

Aku sedang berdiri di depan Bendera, ya, karena selama pelajaran Park Sonsaengnim aku memainkan PSP ku dibawah meja, dan ketahuan, selanjutnya? Pasti kau sudah tau, ya, aku dihukum. ‘asshhh Jinnja’. Lalu ku dengar ada seseorang yang kesini aku kira itu Park sonsaengnim yang sedang memeriksa ku. Tapi tiba-tiba.. “Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan disini?” Tanya seseorang, siapa ya? aku sepertinya pernah melihatnya, hmmm, ah! Dia yang kemarin terkena bola basket. Duh siapa ya lupa namanya. “hmm aku? Aku sedang.. dihukum” kataku. Jujur saja aku malu, masa cowo yang paling mempesona dihukum? Merusak image saja. “hah? Dihukum? Jinjja? Hahahahaha” dia tertawa, cih, senang sekali dia. “ne, wae? Kau sendiri mengapa kesini? Bolos pelajarankah? Ahh aniyo, kau merindukanku ya??” Tanya ku sembari menggodanya.”mwo? merindukanmu? A..a.. aniyo, aku juga dihukum” jawabnya gugup, kali ini aku yang menertawainya. Lalu dia berdiri disampingku, sambil hormat ke bendera juga. Kami mempunyai nasib yang sama, ya, sama-sama dihukum. Setelah beberapa menit terdiam, akupun memulai pembicaraan “bagaimana keadaanmu? Kau tidak apa-apakan? Sehabis dicium bola basket kemarin?” tanyaku sambil sedikit tertawa. “ hmm ya aku baik-baik saja kok, aku kan kuat, hahaha” katanya, lucu juga dia. Saat dia sedang tertawa aku melihat darah keluar dari hidungnya. “yak, hidungmu” kataku padanya. “hah? Ada apa dengan hidungku?” katanya sambil menyeka darah yang keluar dari hidungnya. “ kau harus ke UKS sekarang” kataku. “ah, tidak perlu, aku baik-baik saja kok” katanya tenag. Namun tiba-tiba dia pingsan, sontak aku, menahannya.

~Cho Kyuhyun POV End~

*Moon Seung Hye POV*

Saat kami mebgobrol sambil bercanda, tiba-tiba “yak, Hidungmu” katanya. “hah? Ada apa dengan hidungku?” aku pun mulai menyadari ada darah yang keluar dari hidungku, ommo? Aku mimisan? Aku pun menyeka darah itu dengan tanganku.” Kau harus ke UKS sekarang “ kata Kyuhyun, aku tidak ingin membuatnya khawatir dan, lagipula aku tidak ingin melewati momen beruntung seperti ini, lalu akupun menolak, “ah tidak perlu,aku baik-baik saja kok” kataku mencoba tenang, namun tiba-tiba aku merasa pusing dan.. aku seperti terjatuh.

~Moon seung Hye POV End~

*Cho Kyuhyun POV*

Aku menggendongnya ke UKS, ini sudah keduakalinya aku menggendongnya. Saat itu dia mendapat pertolongan dari beberapa petugas kesehatan di sekolah. Entah mengapa aku merasa bersalah padanya. Jadi aku memutuskan untuk menjaganya disini. Setelah 30 menit kemudian dia sudah sadar. Akupun menghampirinya. “seung hye-ah, gwaenchanayo?” kataku. “gwaenchana” katanya sambil mencoba duduk. “ kau istirahat saja disini ya, kau jangan terlalu cape lagi. ok?” aku menasihatinya seperti seorang umma, hihi lucu juga rasanya. “ne arraseo, hei kau kenapa seperti umma ku? Cerewet sekali.” Komentarnya. “hmm molla, kalau berada di dekatmu aku berubah menjadi cerewet hahaha” kataku .”cih, enak saja.” Katanya pura-pura ngambek. “hmm mungkinkah kau mimisan  gara-gara terkena bola basket kemarin?” tanyaku, jujur saja aku khawatir dia begini karena kejadian kemarin. “molla, aku belum pergi ke dokter. Tapi aku merasa baik-baik saja kok” katanya menjelaskan padaku. Fiuuh sukurlah, kukira dia akan memburuk setelah kejadian kemarin.

  ~Cho Kyuhyun POV End~

*moon seung hye POV*

Dia bagaikan pangeran, dia baik sekali, perhatian juga, wah rasanya hatiku mau meledak karena dia peduli padaku. “ hey hobimu melamun ya? sepertinya aku sering sekali melihatmu melamun, apa yang kau lamunkan?” Tanya Kyuhyun, membuatku kaget.”a..anio, hmm jinjja? Tidak juga kok, mungkin perasaanmu saja” kataku mengelak, dia hanya mengangguk-angguk saja.”rumahmu dimana? Bagaimana kalau kita pulang bersama?” pertanyaan Kyuhyun membuat hatika benar-benar ingin melompat. Pulang bersama Kyuhyun? Wahh hanya orang bodoh yang tidak mau. Kataku dalam hati sambil tersenyum. “ tuhkan benar, aku yakin hobimu melamun, yak! Hentikan hobimu itu, melamun tidak baik loh” kyuhyun kembali menasihatiku. “ne.. ohya ini” kataku menyerahkan selembar kertas berisi alamat rumahku. “ eh, kau tinggal di perumahan ini ?” katanya setelah membaca kertas yang tadi kuberikan. “ne, wae?” tanyaku penasaran. “aku juga tinggal disana, tapi aku di nomer 22” jelasnya. “mwo? Jinjjayo? Kenapa aku tidak menyadari dari dulu ya?” aku pun bingung sendiri, kenapa aku tidak menyadari bahwa dia satu perumahan  dengan ku, huwahh tuhan memang sangat baik padaku. “ok kita pulang bersama nanti ya.” kata kyuhyun “ok, tunggu aku ya” kataku sambil tersenyum “ yasudah aku kembali ke kelas dulu ya, annyeong” kyuhyuun beranjak dari ruang UKS “ gomawo kyuhyun-ah, annyeong” kataku.    

~Seminggu kemudian…~

Aku dan Kyuhyun mengalami kemajuan yang pesat, kini kami sering terlihat bersama, senang sekali, oh ia dari kemarin dia mengajariku cara bermain basket, ya, kalian sudah tau kan? Aku membenci olahraga? Namun saat dekat dengannya aku menurut saja diajak main basket. Aneh bukan? Tapi itulah yang kualami. Saat sedang melamun, hp ku bergetar.

From : Cho Kyuhyun

Seung hye, cepat ke lapangan biasa, kita latihan basket, dan ada sesuatu yang harus kubicarakan. Ok? ppali, arra?

Cih namja ini, seenaknya saja menyuruhku. Mwo? Basket again? Ottohke? Aku tidak ingin bersentuhan dengan bola yang tidak higienis itu, tapi demi Kyuhyun aku rela. Akupun membalas pesannya.

To : Cho Kyuhyun

Ne, chamkamman, aku akan kesana sekita 10 menit ok?

Akupun bergegas ke lapangan tempatku biasa berlatih dengan Kyuhyun.

~Moon Seung Hye POV end~

*Cho Kyuhyun POV*

Sejak kejadian di UKS, aku menjadi dekat dengan Seung hye. Dia yeoja yang baik juga manis. Entah mengapa sejak dekat dengan nya, aku merasa nyaman. Aku merasa aku ikut menjadi ceria jika bersamanya. Beda saat aku bersama yeoja chinguku dulu. Ya namanya Seohyun dia hampir mirip dengan seung hye, tapi   saat bersama Seohyun aku tidak merasa senyaman bersama Seung Hye, jadi hari ini sudah kuputuskan akan menyatakan cintaku pada Seung Hye, aku mengiriminya pesan singkat dan dia akan kesini sekitar 10 menit lagi, sambil menunggu aku hanya bermain basket, tiba – tiba ada seorang yeoja yang memanggil ku, “Cho Kyuhyun” kata yeoja itu, sepertinya dia tidak asing, setelah kuperhatikan dia .. dia Seohyun, dia langsung memelukku, namun aku tidak menggubrisnya. “ Cho Kyuhyun, ayo kita ulang dari awal cinta kita, aku akan berjanji , menjadi yeoja yang kau inginkan” pintanya. “miyanhe seohyun, aku tidak bisa, aku sudah jatuh cinta pada yeoja lain” kataku jujur. Lalu dia menangis “anio, kau tidak akan berpacaran selain denganku,”  dia menangis sambil memelukku, mau tak mau akupun membalas pelukannya, hanya sekedar untuk menenangkan nya saja.

~Cho Kyuhyun POV End~

*Moon Seung Hye POV”

Saat sudah sampai di lapangan basket, tempat biasa aku latihan bersama Kyuhyun. Aku melihat Kyuhyun sedang memeluk seorang yeoja. Apakah yeoja itu yeoja chingunya Kyuhyun? Aku  seperti terjatuh ke dalam jurang, benar-benar sakit menyaksikan pemandangan seperti ini, aku tidak bisa menahan tangisku,  akupun berlari menjauh dari tempat ini, aku berlari sekencang-kecangnya, entah kemana arahku berlari, saat ini aku hanya ingin berlari sejauh-jauhnya dari pemandangan yang membuatku hampir mati itu. Teganya Kyuhyun menyuruhku datang kesana hanya untuk melihat mereka bermesraan seperti itu, jahat sekali dia. Aku terus menangis, namun aku mendengar suara memanggil namaku “Moon Seung Hye, tunggu aku” aku seperti mengenal suara itu, ah, itu suara kyuhyun. Untuk apa dia mengejarku namun, bodohnya aku, kakiku malah berhenti.

~Moon seung Hye POV End~

*Cho Kyuhyun POV*

sepertinya aku melihat seseorang, ommo! Itu Seung hye. Dia berlari, menjauh dari tempat ini. Akupun melepas pelukan Seohyun, aku tak peduli, saat ini fikiranku tertuju pada Seung Hye, pasti tadi dia melihat kami berpelukan, dan dia pasti salah paham.  Aku mengejarnya, sambil berteriak memanggil namanya “ Moon Seung Hye, tunggu aku” kataku, dan berhasil, dia berhenti berlari, akupun menghampirinya. “seung hye, kau jangan salah paham ya. yeoja itu adalah mantan yeoja chinguku, namun tadi tiba-tiba dia datang, dan mengajakku untuk kembali padanya, tapi aku menolak dan dia menangis, jadi aku hanya berusaha menenangkannya”. Kataku menjelaskan semua yang terjadi. “jinjja? Oh, tapi apa hubungannya denganku? Aku kan buka siapa-siapamu” katanya dingin, “ ok, Seung Hye hentikan semua ini, kau tau? aku akan mengatakan yang sebenarnya sekarang, dengarkan aku ya, aku tidak tau kau akan menerimaku atau tidak, tapi satu yang aku sadari.” Kataku, aku menarik napas. Setelah bersiap untuk melanjutkan pembicaraanku, namun kulihat dia sedang dalam posisi tertidur, ommo, apa dia pingsan? Saat kuperiksa napasnya, ternyata dia teridur, mungkin dia terlalu cape berlari sejauh ini. Haha lucu sekali dia, sempat-sempatnya dia tertidur, akupun menggendongnya (lagi?) ke sebuah taman kota dekat sini, sampai disana aku membaringkannya di sebuah bangku panjang sambil menunggunya bangun aku mendengarkan music dari mp3 player ku.

~Cho Kyuhyun POV End~

30 menit kemudian

*Moon Seung Hye  POV*  

Aku terbangun dari tidurku, dan aku melihat pemandangan taman kota? Sedang apa aku disini? Akupun merubah posisiku menjadi duduk, dan kulihat Kyuhyun sedang duduk disampingku. “ oh kau sudah bangun?” tanyanya padaku. Aku hanya menangguk, “eh, bagaimana aku bisa disini?” tanyaku penasaran, “ aku yang menggendong mu, kau ini berat tau, kenapa kau senang sekali pingsan atau tertidur di depanku sih? Kau sudah 3 kali ku gendong tau” katanya panjang lebar sambil pura-pura marah.”jinjja? hehe miyanhe, hah 3 kali? Iya ya aku baru menyadarinya.” Kataku malu.

~Moon seung Hye POV End~

*Cho Kyuhyun POV*

Dia terbangun akhirnya, setelah mengobrol sedikit dengannya, aku berlutut di depannya, dia nampak kaget, tapi aku akan meneruskan rencanaku. “ Moon seung hye, dengarkan aku, aku mohon jangan salah paham tentang aku dan Seohyun,dia hanya mantan yeoja chinguku, dan dia tidak lagi ada di hatiku, dia sudah digantikan oleh seseorang, yaitu kamu, aku tidak tau mengapa ini bisa terjadi tapi..” aku menggantungkan kata-kata ku untuk melihat reaksinya, dia Nampak penasaran “tapi apa Kyu?” tanyanya, lalu dengan mantap aku berucap “saranghe Moon seung Hye, maukah kau menjadi yeoja chingu-ku?” tanyaku. Ia menyembunyikan wajahnya yang kini memerah, lalu dia mengangguk “na do sarangheyo Cho Kyuhyun” katanya, aku meloncat senang,dan aku memeluknya.

~Cho Kyuhyun POV End~

*Moon Seung Hye POV*

  Aku  kaget, dan senang saat dia bilang “saranghe”, benar-benar seperti mimpi, dengan wajah malu memerah akupun menangguk dan menjawab “na do sarangheyo Cho Kyuhyun” dia meloncat senang dan memelukku. Akhirnya mimpiku terwujud. “ gomawo Seung hye” katanya, sebelum aku menjawab dia mencium keningku. “gomawo Kyu” kataku.

E N D

A/N : akhirnya selesai juga ni FF, gaje? Bingung? Tolong maklumin ya semuah., soalnya pertama kali bikin ff nih, komentar sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatt dibutuhkan ok, gomawo ^_^