FF To my Juliette (part 2)

Tittle : To My Juliette (Part 2)

Author : Kim Okta (킴 억타)  aka Sung EunKyung (성 은경) (https://sushinff2.wordpress.com)

Cast : Member Super Junior & SHINee

Genre : Romance

Length : Chaptered

Rating : PG

Warning : typo bertebaran, jalan cerita gaje *readers kabur*jangan lupa komen yeee *tunjuk2 readers bareng sooman*

A/N : Readers miyanhe *bow* lama ngepos, ini ide nya sempet mampet *dikata pipa kali ya mampet* kkk dan author memang lagi sibuk /ngeles/ jadi baru sempet selesai in ini FF abal, hihi walaupun abal tapi tetep wajib komen ne? kasian dong sama author yg panas dingin ujan badai /halah/ berusaha lanjutin ini FF *readers : padahal kaga nunggu kelanjutan* wkwk yaudah happy reading!^^

*Jihyun POV*

Aku membuka mata ku saat cahaya matahari menerobos kea rah kamarku lewat jendela. Ini hari ke-7 setelah sungmin oppa pergi. Aku mengambil ponsel ku, berharap ada pesan yg biasanya membuat senyum ku merekah setiap pagi. Sejak 7 hari yg lalu tidak ada pesan ataupun telpon dari sungmin oppa, seperti biasa pesan yg masuk di ponsel ku ada 2, yaitu dari sungmin oppa dan jonghyun, namun aku selalu mengabaikan pesan dari jonghyun, dan tidak pernah lupa membalas pesan sungmin oppa. Aku mengacak rambutku kenapa namja itu dengan seenak nya masuk ke hatiku, lalu keluar dengan tiba-tiba? Tidak taukah oppa? Kau membuatku tersiksa! Air mataku kembali jatuh. Ah sepertinya air mataku sudah terlalu banyak keluar. Semuanya karena dia, karena dia aku tersenyum, karena dia aku tertawa, karena dia aku menangis, dan karena dia aku tersiksa! Itu semua karena mu lee sungmin!

*jonghyun POV*
From : Sungmin

Jihyun, kuserahkan dia padamu, kau jangan pernah sekalipun menyakitinya, kau harus menjaganya. Jangan pernah lelah membuatnya mencintaimu. Aku mempercayaimu Kim Jonghyun.

Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk (Sequel of ‘Kajima’) Part 5 [END]

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 5)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae. 은혁 (Super Junior)

Shin Gyo Rin  . 신겨린  (OC’s)

Choi Minho. 최민허  (SHINee)

Jung Ji Sun. 정지순 (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

Baca lebih lanjut

Saranghe Eunhyuk! (sequel ‘Kajima’) Part 4

Saranghe Eunhyuk! ( Sequel of Kajima!) (Part 4)

Author : Kim Okta

Cast :

Eunhyuk / Lee Hyuk Jae (Super Junior)

Shin Gyo Rin (OC’s)

Choi Minho (SHINee)

Jung Ji Sun (OC’s)

And other cast

Genre : Romance

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF

Baca lebih lanjut

FF Kajima

Kajima!
Kajima poster
Author : Kim Okta / (fb : azqia Octadini ELF) / (Twitter : @azqiaoktadini)
Cast :
Lee Hyuk Jae / Eunhyuk (super Junior)
shin Gyo Rin (OCs)
Choi Minho (SHINee)
Lee Sun Kyu / Sunny (SNSD) *cameo*
Genre : Romance, sad ending
Length : Oneshoot
Disclaimer : semua cast hanya milik Tuhan, sedangkan Oc’s dan FF ini, milikku. Aku tidak mendapat sesuatu dari FF ini.FF ini udah tersebar di banyak blog *caelah*, dan wp aku tentunya : https://sushinff2.wordpress.com. THIS JUST FF
A/N : hello, hello *nyanyi ala SHINee –hello xD* kali ini aku bawa FF dengan Sad Ending, yah, pengen sesuatu yang baru aja sih.. dan yang selalu aku butuhkan adalah : koment , walau Cuma satu kalimat, udah bener-bener bikin seneng ga karuan gitu…. Hahah oke, happy reading ^^

*Shin gyo rin pov*
“gyo rin!” seseorang memanggil namaku suara yang tak asing bagiku. Dia menutup mataku dengan tangannya, “sudahlah Eunhyuk, aku tau ini kau” kataku, dan si pemilik tangan pun melepasnya. ‘hah, tidak asik” Eunhyuk memanyunkan bibirnya. “hey sudahlah, kau sudah makan belum?” tanyaku sambil merangkulnya. “hah?! Makan? Aku belum makan, kajja.” Katanya lalu semangat, ish anak ini, begit soal makanan dia langsung semangat, ya, Eunhyuk adalah sahabatku dari SD sampai saat ini (SMA), kami sangat akrab, bahkan banyak yang mengira kami adalah sepasang kekasih, padahal bukan, kami hanya bersahabat.”nah, kau mau apa?” Tanya Eunhyuk. “hmm aku ramyeon saja.” Kataku. “Ramyeon dua ya ajhussi” katanya memesan. Dan ia duduk di depan ku. “hey, kau tau, kemarin Minho, bertanya tentangmu padaku.” Katany a memulai pembicaraan. “mwo? Minho?” kataku tak percaya. “ne, pokoknya semua tentangmu dia tanyakan, dan seperti yang orang-orang Tanyakan pada kita, dia bertanya apa aku namja-chingu mu?” seketika aku langsung tertawa terbahak-bahak. “hahahahaha jinjja?” kataku. “jinjja, dan akupun seperti biasa menjawab tidak tentunya. keunde, apa kau menyukai Minho?” mwo? Buat apa dia bertanya seperti itu? “hmm molla, dia tampan, pintar, aku tidak tau” kataku cuek.
*Eunhyuk POV*
Mwo? Sebenarnya dia menyukai Minho ga sih? Aku jadi sebal sendiri, yah tepatnya cemburu. Sebenarnya aku sudah menyukainya sejak dulu, sejak kelas 2 SMP, sampai saat ini. Tapi aku tidak akan memberitaunya, aku takut, kalau ia tidak mau menjadi sahabatku lagi, yah memang cukup sakit saat mendengar curhatannya tentang namja yang ia sukai, tapi mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa berharap suatu hari nanti dia akan menyadari perasaan ku. “Eunhyuk cepat makan ramyeon mu!” kata Gyo r in. aku hanya memakan ramyeon ku. Setelah selesai makan “hey Hyukkie, di bibirmu masih ada sisa kuah nya tuh” kata Gyorin sambil menunjuk bibirku. Dan dia langsung mengelapnya dengan tisu. “kau ini, seperti bocah” kata Gyorin. Terdengar sorakan dari beberapa anak. Yah, memang banyak sekali yang mengira kami sepasang kekasih, aku sih tidak apa-apa dengan anggapan itu, malah senang 😀 . “baiklah, kajja kita masuk ke kelas, sebentar lagi bel akan berbunyi” katanya lalu berdiri, kamipun berjalan berbarengan kea rah kelas, walau elas kami berbeda tapi kami selalu berjalan bersama. Di saat perjalanan ke kelas, kami berpapasan dengan Minho, “annyeong Gyorin” kata namja itu sambil tersenyum. Gyorin pun ikut tersenyum,”annyeong Minho” , “hey, aku juga ada disini” protesku, karena hanya gyorin yang disapa. “ah, ne miyan, annyeong Eunhyuk” kata Minho, lalu langsung menoleh pada gyo rin lagi. “gyo rin-ah, apa besok malam kau ada acara?” Tanya Minho. “aniyo, wae?” kata gyo rin. “hmm, maukah jalan-jalan denganku?” tanyanya sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal, ish, sok imut. Gyo rin terlihat berpikir sebentar “joha,dimana kita akan bertemu?” Tanya gyorin,”baiklah kita bertemu di kedai handel greetel, jam 5 sore, otthe?” Tanya Minho. “baiklah, kalau begitu aku ke kelas dulu, annyeong Minho” kata gyorin. “kajja Hyuk” gyorin mengajakku ke kelas, aku memasang wajah cemberut. “neo waeyo?” Tanya gyorin sambil berjalan. “aniyo, aku hanya merasa dilupakan tadi” kata ku, sebenarnya bukan karena itu, ya, aku cemburu karena Minho yang baru mengenalnya beberapa bulan, sudah bisa mengajak hyorin berkencan,sedangkan aku yang sudah mengenalnya selama bertahun-tahun, belum sama sekali. “ah, miyanhe hyuk” katanya sambil terkekeh.”sudahlah, jangan cemberut terus”. “ne, arasseo” jawabku, yah, aku memang tidak bisa marah padanya terlalu lama. Akhirnya kami masuk ke kelas.
~After School~
Seperti biasa aku akan mengantar Gyor in pulang dengan motorku, “baiklah, kajja” saat Gyorin sudah memakai helm dan bersiap naik ke motor , sebuah mobil berwarna Blue sapphire berhenti tepat di sebelah motorku, dan perlahan kac a mobil itu terbuka, menampakkan sebuah wajah. “Gyorin ayo pulang bersama?” kata si pengemudi mobil yang tak lain dan tak bukan adalah Minho. Asshh menyebalkan! “ah, tidak perlu repot Minho, aku akan pulang bersama Eunhyuk.” Kata Gyorin, bagus gyorin, kataku dalam hati. “ah, jebbal gyorin, selain mengantarmu pulang, aku ingin kau membantuku memilih kado untuk ummaku” kata Minho, kulihat gyorin sedang berpikir, oh andwae! Gyorin andwe.. “hmm joha, Eunhyuk Miyanhe, aku pulang bersama Minho ya?’ kata gyorin. Akupun harus berakting di depannya, “ah, gwaenchana, sudah pergilah, bersenang-senang ya? Jangan lupa oleh-oleh” kataku tersenyum, lebih tepatnya senyum yang dipaksakan. “jinjja kau tidak marah hyuk?? Kyaaa, gomawo, kau memang sahabatku, annyeong Eunhyuk” dia memelukku lalu masuk ke dalam mobil blue sapphire itu. “Minho jaga Gyorin ya?” kataku berbasa-basi, sebenarnya aku muak dengan semua ini. “ne, tenang saja, annyeong Eunhyuk” kata Minho. Dan Mobil itupun berlalu. Akupun pulang dengan perasaan tidak karuan.
*Minho POV*
Finally, aku bisa jalan-jalan dengan gyorin, hahaha sebenanya aku tidak membeli hadiah untuk ummaku, ini hanya akal-akalanku saja agar gyorin mau jalan bersamaku. Sebenarnya aku bingung pada hubungan Eunhyuk dan gyorin, aku ragu mereka hanya sahabat, aplagi saat melihat raut wajah Eunhyuk tadi saat aku mengajak gyorin bersamaku. “gyorin, apa kau yakin Eunhyuk hanya sahabatmu?’ tanyaku. Diapun menoleh, lalu terkekeh. “kau orang ke 100 yang menanyakan itu padaku. Aku dan Eunhyuk hanya sahabat” katanya, dan jawabannya tdai cukup membuat hatiku agak tenang.
*GyorinPOV*
“gyorin, apa kau yakin Enhyuk hanya sahabatmu?” mwo? Sebenarnya aku juga tidak yakin, apakah perasan ini hanya sebatas Sahabat? Akupun berusaha mentupi nya aku terkekeh “kau orang ke 100 yang menanyakan itu padaku. Aku dan Eunhyuk hanya sahabat” kataku. Dan dia tersenyum. Huufftt..
~1 week laters~
Seminggu ini aku memang mulai dekat dengan Minho, dia sering mengantar jemput ku, dan di kesempatan-kesempatan lain dia sering bersamaku, hingga suatu hari.. “Gyorin-ah saranghe, jebbal jadilah Yeoja chinguku.” Katanya, aku bingung harus menjawab apa.. namun menurut penilaianku, dia namja yg baik, aku memutuskan untuk mencobanya. “baiklah,aku mau, tapi kau tau.. aku masih kurang yakin..” kataku tidak enak. “jinjja kau mau?? Gomawo Gyorin..gwaenchana jika kau kurang yakin, mungkin setelah menjalaninya, kau akan mencintaiku.” Dia tersenyum, dan aku membalas pelukannya.
*Eunhyuk POV*
Saat ini aku sedang duduk di belakang pohon di taman belakang sekolahku, ya, disini memang sepi, aku hanya menonton video dance dari laptop yang kubawa. Sejak seminggu lalu hubunganku dan gyorin semakin renggang, dia lebih nayak mengahabiskan waktu dengan Minho, dan sejak saat itu aku sering menyendiri di sini. Sebenarnya aku takut, takut kalau ia dan Minho akan menjadi sepasang kekasih, dan Gyorin akan mengacuhkan ku. Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara. “Gyorin-ah saranghe, jebbal jadilah Yeoja chinguku.” Mwo? Itukan suara Minho, aku berbalik ke belakang ku (ada pohon yg menutupi ku, sehingga aku bisa bersembunyi.) “baiklah,aku mau, tapi kau tau.. aku masih kurang yakin..” dan terdengar suara gyorin, mwo??! Dia menerima Minho?! Ketakutan ku pun terjadi, mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih, air mataku pun jatuh saat melihat mereka berpelukan, namun segera aku mengelapnya dengan tanganku, dan aku segera pergi ke kelas.
Saat di kelas, handphoneku bergetar, ada pesan masuk
From : Gyorin
Eunhyuk, kau tau? Aku dan Minho sekarang sepasang kekasih ^^
Gyorin kau tau? Itu membuatku serasa mati gyorin, tapi tidak mungkin aku melarangnya. Akupun berpura-pura menyambut jalinan cinta mereka
To : Gyorin
Jinjja? Howah chukkae chingu, semoga kalian langgeng ya..
Akupun membalas pesan itu, lalu masuk satu pesan lagi.
From : Gyorin
Haha ne gomawo, Eunhyuk akhir-akhir ini, aku tidak melihatmu? Neo odiga? Bogoshippoyo
Benarkah dia merindukanku? Kenapa tidak mencariku?
To : Gyorin.
Jinjja? Na do bogoshippoyo.
Setelah menekan tombol send ternyata bell sudah berbunyi, akupun memasukkan hanphone ku ke dalam saku ku, dan pelajaran segera dimulai.
*Gyorin POV*
Minggu ini aku jarang bersama Eunhyuk, sat dia tidak ada, seperti ada yang kurang. Mungkin itu karena aku sudah terbiasa denganny . ah, sudahlah aku kan sudah bersama minho. “dorr!!” seseorang mengagetkanku. “yak! Minho, kaget tau” kataku. lalu Minho duduk di sebelahku lalu mencubit pipiku. “apphayo” kataku sambil tersenyum. “itu hukuman,” kata Minho. “aku kant idak melakukan kesalahan” protesku. “itu hukuman karena kau masih memanggilku ‘Minho’ , harusnya kau panggil aku Jagiya” katanya, isshh menggemaskan, aku pun mengacak rambutnya. “hey, jangan acak rambutku, awas ya kau” katanya, akupun segera berlari. Dia mengejarku, hahaha sungguh menyenangkan. Saat sedang berlari aku melihat Eunhyuk, nae chingu. Akupun menghentikan langkahku. “Eunhyuk!!” kataku. Lalu aku menghampirinya. “Eunhyuk bogoshippoyo” kataku. Dia tersenyum. “jinjja? Na do gyorin” katanya. “keunde, kenapa kau tidak pernah ke kelas ku lagi?” kataku sambil melipat tangan di dada “hmm, tak apa, sekarang kan kondisi nya berbeda gyorin.” Katanya, kulihat raut wajahnya berubah menjadi… sedih. “berbeda apanya?” kataku. “iya, sekarang kau kan sudah punya Namja-chingu, jadi posisiku sudah diganti oleh Minho” katanya sambil tersenyum. Aku hanya terdiam.”annyeong Eunhyuk” terdengar suara minho. “annyeong, gyorin, aku ada urusan oke? Annyeong” katanya lalu beranjak pergi, aku hanya bisa menatap punggungnya.
*Minho POV*
Saat sedang bermain bersama gyorin, tiba-tiba gyorin berjalan kearah Eunhyuk, dan mereka mengobrol. Aku sendiri tidak tau apa yang mereka bicarakan. Aku lalu mendekati mereka. “annyeong Eunhyuk” dan kedua orang itu menoleh kepadaku. “annyeong, gyorin, aku ada urusan ok? Annyeong” kata Eunhyuk lalu pergi. Kulihat gyorin menatap punggung Eunhyuk, tatapan itu, gyorin seperti memberikan tatapan berbeda pada Eunhyuk, apa mungkin…..??? asshh, aku berpikiran apasih? “jagi, gwaenchanayo?” kataku. “gwaenchana, ayo kita pergi” katanya lalu menggandeng tanganku.
~beberapa bulan kemudian~
*gyorin POV*
Yah, tak terasa, aku sudah berpacaran dengan Minho selama beberapa bulan, tepatnya 4 bulan. Dan dari waktu 4 bulan itu, kini aku mengetahui sifat-sifat Minho, dan kami sering menghabiskan waktu bersama.seperti saat ini, aku sedang berada di sebuah kedai kopi. “jagi.. ini Cappuchino mu” kata Minho, yang membawa 2 buah gelas di tangannya. “ne, gomawo” kataku, kami pun mengobrol, sesekali kami tertawa. Sampai mataku menangkap seseorang di sebuah meja. Itu Eunhyuk, keunde, mengapa dengan Yeoja? Siapa itu? Akupun memutuskan bebicara pada Minho. “jagi, itu eunhyuk kan?” kataku sambil menunjuk seseorang. Minho mengangguk, “ne, dia memang Eunhyuk, wae?” katanya. “hmm, ayo kita kesana” kataku. Lalu kamipun membawa gelas masing-masing lalu menghampiri Enhyuk yang sedang asik mengobrol bersama seorang yeoja. “Eunhyuk” kataku, dia menoleh. “gyorin” katanya.
*Eunhyuk POV*
Saat sedang mengobrol bersama Sun Kyu, aku mendengar suara gyorin. “Eunhyuk” akupun menoleh, ternyata dia bersama Minho. “gyorin” lalu dia duduk di hadapan ku, (posisinya : Eunhyuk sebelahan sama Sun kyu, dan di depannya ada gyorin dan Minho) “sudahlama tidak bermain bersama” kata gyorin. “hahaha, ne, aku juga merasa” kataku. “ohya, ini sunkyu” kataku memperkenalkan yeoja di sebelahku. “dia ini…” aku belom sempat melanjutkan kata-kataku, “eoh, neo yeoja chingu? Howaahh, annyeong Sunkyu, Choi Minho imnida” kata Minho, uh, Minho itu salah besar, Sunkyu adalah Sepupuku yang tinggal di Singapore, kulihat raut wajah gyorin berubah, seperti ada rasa… cemburu? Asshhh masa? “a..aku ke toilet dulu ya?” kata gyorin lalu pergi ke toilet. Ash dia pasti salah faham.
*Minho POv*
“Minho, dia bukan Yeoja-chinguku, dia sepupuku dari Singapore” Eunhyuk menjelaskan padaku. “ah, ne, arra, miyan” kataku. “Minho, bolehkah aku meminta satu permintaan padamu?” kata Eunhyuk aku bingung apa yang akan dia katakan? Sampai raut wajahnya serius eperti itu? “jebbal, kau jaga gyorin. Jangan pernah kau membuatnya menangis, apalagi membuatnya sakit hati” katanya. “tentu saja itu semua tidak akan terjadi” kataku, tanpa disuruh pun aku tidak akan melakukan hal-hal yang disebutkan Eunhyuk tadi. “Minggu depan aku akan pindah ke Singapore. Jadi aku mohon cintailah gyorin sepenuh hatimu, aku meminta semua ini karena..” dia menggantungkan kata-katanya. “karena kau mencintai gyorin?” kataku ragu. Dia mengangguk “keunde, kau tidak perlu khawatir, dia hanya mencintaimu. Dan aku akan pergi selamat tinggal, aku harus mengantar Sunkyu dulu ya, annyeong” kata Eunhyuk lalu pergi, aku masih tidak percaya dengan semua yang aku dengar tadi.
*gyorin POV*
Aku menyeka air mataku di toilet. Hiks..hiks.. aku tidak tau, mengapa aku menangis, apa aku.. cemburu? Untuk alasan apa aku cemburu? Toh Eunhyuk hanya sahabatku saja? Aku pun mencuci mukaku, dan mengeringkannya dengan Tissue. Lalu kembali ke meja tadi. saat kembali aku tidak melihat Eunhyuk dan yeoja itu. “eunhyuk kemana?” tanyaku pada Minho. “hmm, tadi dia bilang dia harus mengantar Sunkyu ke toko buku.” Kata Minho. “jagi? Kau menangis?” katanya sambil meneliti wajahku. Apakah terlalu keliatan aku habis menangis? “a..aniyo, aku tidak menangis, tadi aku hanya .. hanya mencuci wajahku” kataku.
*Minho POV*
Sekembalinya gyorin dari Toilet, aku melihat wajahnya seperti habis menangis? Apa jangan-jangan dugaanku selama ini benar?? “gyorin, apa kau…” aku mengurungkan niatku untuk menanyakan perasaanya pada Eunhyuk . “apa?” katanya. “ah , ani lupakan, apa kau sakit, kita pulang ya?” aku pun mengantar gyorin pulang.
~seminggu kemudian~
“gyorin, irreona, Minho sudah ada di ruang tamu” terdengar suara umma. “eoh? Minho?” kataku sambil merapatkan selimutku. “ne, aishh, anak ini, kenapa tidur lagi? Ppali irreona, mandi sana” kata Ummaku, akupun mandi. Setelah siap, aku menemui Minho. “minho, miyan lama menunggu” kataku. “ah, gwaenchana, kajja. Ajhumma, kami pergi dulu yaa” kata Minho. Aku dan Minho lalu pergi ke sebuah Pantai. Sesampainya disana kami mulai berjalan-jalan menyusuri pantai, aku memakai topi yang mengembang (?) dan rambutku di kepang, aku memakai short dress berwarna pastel. Aku melepas highheels ku dan kutetenteng di tangan kiriku, sedangkan tangan kanan ku menggandeng tangan Minho. “Minho, apa yang kita lakukan disini?” kata ku, lalu Minho menatap ku. Aku tidak bisa mengartikan tatapannya
*Minho POV*
Aku mengajaknya kesini, mungkin ini terakhir kalinya aku akan berada disini bersamanya sebagai sepasang kekasih. “gyorin, kali ini, aku mohon jawablah dengan jujur pertanyaanku” kataku sambil memegang kedua tangannya. “apa kau mencintaiku?” kataku sambil menatapnya. “aku.. aku… aku mencintaimu Minho, Saranghaeyo” katanya, namun aku tau dari matanya. Walau ia bilang ‘saranghaeyo’ namun matanya tidak bisa berbohong “gyorin, jawab dengan kejujuran, dengan hatimu” kataku. Dan kulihat airmatanya mulai menggenangi pelupuk matanya. “joha, aku masih belum yakin Minho, aku sudah mencoba untuk mencintaimu, aku mungkin menyukaimu, tapi untuk soal cinta aku ragu” katanya menangis dipelukanku. “sudahlah uljima” kataku mengusap air matanya dengan jariku. “itu baru jawaban yang sebenarnya” kataku. “darimana kau bisa tau?” tanyanya. “dari matamu, matamu tidak akan bisa berbohong” kataku. “lalu jawab lagi pertanyaan ini dengan jujur, dengan hatimu.” Dia hanya mengangguk. “apa kau mencintai Eunhyuk?” tanyaku.
*gyorin POV*
“apa kau mencintai Eunhyuk?” DEG! Jantungku berdegup mendengar pertanyaan nya. “kurasa iya, jujur, saat bersamamu rasanya tidak sama saat aku berada bersama Eunhyuk” kataku jujur. Dia hanya tersenyum. “hmm, aku tau itu. Kalau begitu kau harus pergi sekarang.” Minho melepas pelukannya. “eoh? Odi?” kataku bingung. “tentusaja ke Incheon Airport.” Katanya, eh? Untuk apa aku ke sana? “untuk apa aku kesana?” kataku, “jadi kau belum tau? Eunhyuk akan Pindah ke Singapore” kata Minho sambil menatapku. “asshh kenapa tidak bilang dari tadi” aku segera berlari, sebelum sempat berlari, tangan Minho menahanku. “biar ku antar” katanya lalu kami pun pergi ke Incheon Airport.kini wajahku cemas. Aku takut kalau aku tidak bisa bertemu Eunhyuk lagi, aku harus menyatakan perasaanku padanya.
*Eunhyuk POV*
15 menit lagi aku akan berangkat ke Singapore, hh, andai aku bisa bertemu dengan gyorin dulu, dan aku akan menyatakan perasaanku ini, tapi… mana mungkin? Gyorin kan sudah punya Namja-chingu. Mungkin ini memang takdirku. Aku mengetik pesan untuk gyorin.
To : gyorin
Gyorin, hmm, aku akan pergi ke Singapore, miyanhe aku baru memberitahumu. Semoga kau dan Minho tetap bersama ya. Dan aku ingin kau tau, aku mencintaimu gyorin, Saranghe. Semoga di suatu saat nanti kita bisa bertemu. Annyeong
Aku mengetik pesan itu, setelah kutekan tombol Send, aku mematikan handphone ku karena aku akan naik kedalam pesawat. ‘Saranghe gyorin’ hanya itu yang ada dipikiran ku.
*Gyorin POV*
Aku sedang cemas, yah, memang jaraknya hampir dekat dengan Incheon airport. Tapi aku tetap saja cemas.tiba-tiba Ada satu pesan masuk di handphoneku, ternyata dari Eunhyuk.
From : Eunhyuk
Gyorin, hmm, aku akan pergi ke Singapore, miyanhe aku baru memberitahumu. Semoga kau dan Minho tetap bersama ya. Dan aku ingin kau tau, aku mencintaimu gyorin, Saranghe. Semoga di suatu saat nanti kita bisa bertemu. Annyeong.
Mwo?! Ternyata Eunhyuk mencintaiku? Benarkah? Aku masih tidak percaya dengan ini semua aku memutuskan untuk menelponnya, tapi gagal. Apa Eunhyuk sudah di pesawat? Kyaaaaaa. Andwaeeee
Akhirnya kami sampai di Incheon Airport. Aku memandang sekita bandara ditemani Minho dibelakangku, aku sudah mencari namun, aku tidak menemukan Eunhyuk dan suara Pesawat yang lepas landas terdengar. dari sebuah Monitor telah tertulis : pesawat Singapore air (pura-puranya ada ya?? Hahaha) tujuan Singapore telah lepas landas. Seketika kakiku lemas, dan langsung memeluk Minho. Aku tidak bisa menahan air mataku. “menangislah, kau boleh menangis sesuka hatimu.” Kata Minho. “percayalah suatu saat nanti kau akan bertemu dengannya lagi.” Kata Minho.dan inilah takdirku, aku baru menyadari mencintai Eunhyuk, disaat aku menyadarinya. Dia telah pergi, kini aku hanya bisa menyesali kebodohanku, dalam hati aku terus menjerit ‘Eunhyuk! Kajima!’ namun tak mungkin di dengar olehnya. Semua terlambat.

END
A/N : selesai deh ni FF, gimana? Bagus gak? *reader : gak!!!*, yah, aku Cuma bisa ngucapin makasih karena udah sempet baca FF abal-abal ini. Ohya, aku lagi rencanain bikin sequel, tapi belum yakin, hehehe Koment please.

Because Of Yoogeun

Because Of Yoogeun

BYP

Author : Kim Okta (Kimokta06)

Cast :
Lee Taemin
Jung Yoonhee (OC’s)
Jung Yoogeun
Other SHINee member
Super Junior Member
Sistar Member + Kyumin
SNSD member + Kyungsan
MBLAQ member + leo, Lauren and Dayoung
Genre : Romance
Length : Oneshot
Warning : pastinya masih ada typos, dan gaje 😀
Rating : General
Disclaimer : Semua Cast yang ada disini hanya Milik Tuhan, sementara OC’s punya aku. FF ini dibuat hanya untuk menghibur, tidak menghasilkan uang dari FF ini. This just FF
A/N : annyeong, Kim Okta back (again????) hahahaha, jangan bosen ya baca FF ku *kaya ada yang baca*, meskipun udah FF ke 4, tapi masih butuh banget Koment dari para reader. FF ini, murni hasil imajinasi otak aku, ide ini muncul pas akulagi liat-liat foto Yoogeun (kalo yang ga tau Yoogeun, Yoogeun adalah anak yang diasuh oleh SHINee di variety show SHINee ‘Hello Baby’), terus aku mendadak kangen sama Yoogeun *peluk Yoogeun*,FF ini udah aku publish dimana-mana. jadi kalo ada kesamaan alur, tokoh, atau apa aja sama FF lain, mohon maklum, hanya kebetulan. Ok, just Happy Reading.

*Lee Taemin POV*
Hari ini Yoogeun menginap di Dorm kami, dia terlihat riang sekalibermain bersama Minho hyung dan Key hyung, ya, aku memang tidak terlalu dekat dengan Yoogeun. Entahlah, mungkin Yoogeun lebih suka bermain dengan yang lain.”Taem,besok pagi kau saja ya, yang mengantar Yoogeun ke TK nya” kata Onew hyung menghampiriku. “eoh? Wae Hyung? Besok aku kan libur aku ingin santai” kataku merengek, mungkin karena aku magnae aku jadi punya sifat manja seperti ini. “ne aku tau, justru karena kau libur, kau yang harus mengantarnya. kami semua punya jadwal taem” Onew hyung menjelaskan. Dan akhirnya aku hanya mengangguk. Dan disambut senyuman oleh Onew Hyung. Saat Yoogeun mau tidur, tidak biasanya dia minta ditemaniku. Dan akupun berbaring disebelahnya. “appa, aku punya noona, dia cantik sekali dia juga baik” kata Yoogeun. “eoh? Jinjja? Bolehkah appa berkenalan dengan noona mu?” kataku, namun aku tidak serius. “tentu saja boleh, besok kan Taemin appa yang mengantarku, jadi appa bisa bertemu dengan noona ku,” kata Yoogeun. Aku hanya mengangguk, dan beberapa lama kemudian dia tertidur. Dan akupun ikut tertidur.

~morning~
“yoogeunie, kajja berangkat.” Kataku pada yoogeun. “taem hati-hati ya” pesan Key hyung padaku. “ne tenang saja.” Aku membusungkan dadaku. “bagaimana kami bisa tenang? Kami menitipkan seorang anak kecil dengan seorang bocah ingusan sepertimu.” Kata Minho Hyung. Hh mereka selalu begitu, menganggap ku anak kecil, padahal aku sudah berumur 19 tahun. “aku bukan bocah ingusan hyung” kataku pada Minho. “sudahlah Taemin cepat antar Yoogeun.” Kata Jonghyun hyung. “baiklah, kami berangkat dulu, annyeong” kataku “annyeong appa” Yoogeun ikut melambaikan tangan nya. dan kami pun berangkat ke sekolah Yoogeun dengan Mobil. Sesampainya di gerbang TK, Yoogeun berlari.”eh, yoogeun kau mau kemana?” kataku sambil mengejar Yoogeun, tapi Yoogeun terus menghampiri seorang yeoja, siapa dia? “annyeong Sonsaengnim noona” kata Yoogeun pada yeoja itu, mwo? Sonsaengnim noona? Apa dia gurunya yoogeun? Tapi mengapa yoogeun menambahakan dengan kata noona? Hh, aku jadi bingung sendiri. Akupun menghampiri Yoogeun. “annyeong” kataku sambil tersenyum pada Yeoja itu. “annyeong” jawab Yeoja itu sambil tersenyum, “appa, dia noona yang kubicarakan padamu” kata Yoogeun menjelaskan. Oh dia noona nya, tapi kenapa memanggil sonsaengnim? “kau Taemin SHINee kan? Gomawo sudah mengantar Dongsaeng ku, aku Noona nya Yoogeun. Tapi aku bekerja di TK ini, jadi aku juga dipanggil Sonsaengnim oleh Yoogeun” katanya sambil mengelus rambut Yoogeun. Oh, jadi itu alas an nya dia dipanggil Sonsaengnim noona. “oh, Yoogeun sebentar lagi kau masuk, nanti appa jemput ya.kau jangan nakal ya, Annyeong Yoogeun” kata ku lalu beranjak pergi, Yoogeun dan noona nya pun pergi ke kelas.
~waktunya Yoogeun pulang~
Omo! Sudah jam berapa ini? Aku terlambat 30 menit, ashhh jinjja. Habisnya tadi aku ketiduran sih, langsung saja ku kemudikan mobil lebih cepat. Sesampainya di TK, aku melihat Yoogen bersama noona nya. “miyan Yoogeunie, appa terlambat menjemputmu” kataku pada Yoogeun sambil berjongkok, di sebelahnya ada noonanya. “ah, annyeong,”kataku padanya. “annyeong” katanya. “appa, noona adalah salah satu flamers, dia adalah fans Minho appa, bolehkah noonaku ikut?” Yoogeun membisikkan di telingaku. Aku mengangguk “baiklah ajak saja noona mu ke Dorm.” Kataku membalas membisikinya.

*Jung Yoonhee POV*
Apa yang mereka bicarakan ya? Pakai bisik-bisik segala. Ckckck. Lalu Yoogeun menarik tanganku. “yoogeun kita mau kemana? Kau kan sudah dijemput appa mu, noona mau pulang dulu” kataku. “aniyo, hari ini aku mau mengajak noona ke suatu tempat, noona pasti suka.” Kata yoogeun. Taemin hanya tersenyum, akhirnya aku menuruti permintaan Yoogeun. Saat aku membuka pintu belakang mobil Yoogeun menarik tangan ku lagi. “apa lagi Yoogeun?” kataku. “noona di depan saja. Yoogeun maunya di belakang” kata nya, aisshhh anak ini. Aku hanya pasrah, dan kini aku duduk di sebelah taemin yang mengemudi.”taemin-shi tak apakah aku duduk disini?” tanyaku ragu. “ah, gwaenchana,” “hmm siapa namamu?” Tanya Taemin, aku lupa belum berkenalan. “joneun Jung Yoonhee imnida” kataku. “ah, Yoonhee, sepertinya umur kita sama, kita tidak perlu memakai bahasa Formal” katanya sambil tertawa. “dan panggil aku Taemin saja ya” tambahnya. Selama di perjalanan aku berbincang-bincang dengannya. Dan tak terasa mobil ini sudah berhenti di tempat tujuan, loh? Bukankah ini… dorm SHINee? Aku memperhatikan bangunan ini, ya, ini memang DormSHINee, howaahhhh Dorm SHINee? Itu artinya aku akan bertemu Minho oppa? Kyaaa aku sangat senang, gomawo Yoogeuni…..

*author POV*
Setelah mereka bertiga masuk, mereka di sambut oleh Key. “oso oseyo, Yoogeuni, kau sudah pulang” kata Key berjongkok mencubit pipi Yoogeun dan mengambil tas nya. “eh? Kita kedatangan tamu, Nugu?” Tanya Key pada Yoonhee. “ah, hyung dia noona nya Yoogeun” kata Taemin. “annyeonghaseyo Kibum-shi, Jung Yoonhee imnida” kata Yoonhee sambil mebungkuk memberi hormat. “ah, noona nya Yoogeun.” Key melipat kedua tangannya di dada lalu memperhatikan Yoonhee dari bawah sampai atas. Dia mendekat. “ahh, kau imut sekali, kau juga mempunyai mata yang besar seperti Yoogeun, oso oseyo” kata Key, sambil mencubit-cubit pipi Yoonhee, Yoonhee pun agak heran dengan tingkah Key. “baiklah, sudah berkenalannya, dia capek hyung” kata Taemin. “ah, benar pasti kalian cape, silahkan duduk, anggap saja rumah sendiri” kata Key ramah.”appa aku lapar” kata Yoogeun pada Key. “uhhh, kasian, kajja kita makan, Yoonhee, mau ikut makan kah?” kata Key pada Yoonhee yang sedang duduk. “ah, baik aku akan menyusul, gomawo” kata Yoonhee, sambil tersenyum, lalu Key dan Yoogeun pergi ke ruang makan. “yoonhee, miyan yah, key hyung memang begitu, dia cerewet” kata Taemin sambil terkekeh. “ah, gwaenchana, dia sangat ramah kok.” .tiba-tiba ada seorang namja yang lewat sambil memainkan PSP nya. “Min, darimana saja kau?” Tanya Minho lalu mendekati Taemin, seketika dia bingung denganYeoja di samping Taem. “Taem, yeoja chingu mu kah?” kata Minho sambil menunjuk Yoonhee, reflex mereka berdua menggeleng. “aniyo” jawab mereka – Yoonhee dan Taemin- berbarengan. “Jung Yoonhee imnida, aku noona nya Yoogeun” Yoonhee menjelaskan, dengan nada sedikit gugup, bagaimana tidak? Ia bertemu dengan biasnya.

*Jung Yoonhee POV*
‘benar-benar tampan’ itu isi hatiku. Tapi apa ini? Dia mengira aku Yeoja chingunya Taemin. Akupun memperkenalkan diriku. “Jung Yoonhee imnida, aku noona nya Yoogeun.” Jawabku sedikit gugup, aku senang sekali. “oh, annyeong Choi Minho imnida” katanya. hh, matanya, hidungnya, wajahnya, mengapa begitu sempurna? Lama-lama memandangnya, bisa membuatku pingsan. “hey, Yoonhee, kau kenapa?” dia menyadarkan ku dari lamunanku. “ ah? Aniyo” jawabku, lalu dia pun pergi. “eh dimana Onew oppa?” tanyaku pada Taemin. “molla, mungkin sedang tidur di suatu tempat.” Kata Taemin, Taemin pun mengajakku makan, di ruang makan sudah ada Key oppa, Jonghyun oppa, Minho oppa, dan tentu saja Yoogeun. “noona, duduk di sini” kata Yoogeun padaku, akupun tersenyum. Lalu duduk di kursi yang kosong, bersebelahan dengan Taemin. “ah, jadi kau noona nya Yoogeun, kau cantik sekali.” Kata Jonghyun oppa, tentu saja aku jadi malu. TUK! Satu jitakan tepat di atas kepala Jonghyun oppa dari minho oppa. “hyung, ingat yeoja chingumu, semua yeoja kau bilang cantik” kata Minho menggeleng, aku pun tertawa melihat tingkah mereka. Dan datanglah namja bermata sipit,Onew oppa. Dan Yoogeun langsung menghampiri Onew appanya. “appa!!!” kata Yoogeun berlari lalu memeluk Onew oppa. “annyeong Yoogeun, ah kita kedatangan seorang tamu, siapa dia Yoogeun.” Tanya Onew oppa pada Yoogeun. “dia noona ku,, Yoonhee Noona” kata Yoogeun. “annyeong Yoonhee” kata Onew oppa, lalu duduk di kursi paling ujung. Dan kamipun makan siang bersama sambil berbincang-bincang. “Yoonhee, berapa umurmu?” Tanya Onew oppa. “19 tahun oppa” kataku, “wah, kau seumuran dengan Taemin.” Kata Minho. “hahha, kau benar, tapi kau jangan mau sama Taemin, soalnya walau umurnya 19 tahun, tapi dia seperti bocah bermur 9 tahun.” Kekeh Key oppa, semua tertawa. “yak! Sudahlah hyung, jangan mempermalukan ku di depan Yeoja.” Rengek Taemin ku akui, saat dia merengek seperti itu, dia terlihat imut, ash berpikir apa aku ini?! “Yoogeun sudah selesai makannya?” Tanya Key oppa, pada Yoogeun. “ne appa.” Dan selanjtnya giliran Minho oppa yang menjaga Yoogeun. “nah, Yoogeun, sekarang buka bukumu, tadi di sekolah belajar apa?” kata Minho sambil berjalan menuju kamarnya, sambil menggandeng Yoogeun. Hh, rasanya melihat semua ini, aku senang, karena banyak yang menyayangi Yoogeun . dan Yoogen terlihat Gembira di sini, hh, baiklah. Ini waktunya pulang. “Yoohee, kau mau kemana?’ Tanya Taemin. “aku mau pulang” kataku, “lalu dia mendekat padaku. “benar mau langsung pulang?, kau tidak mau meminta tanda tangan Minho hyung?” Tanya Taemin. “ommo! tau darimana kau, aku flamer? “ tanyaku penasaran. “dari dongsaengmu tentunya.” Katanya sambil terkekeh kecil,aku menjitak kecil kepala Taemin. Ia meringis sambil memegang kepalanya. “yak! Apphayo” katanya. Aku hanya mehrong. “awas kau ya!” terjadilah kejar-kejaran antara aku dan Taemin. Aku melihat kebelakang ternyata dia masih mengejarku, saat aku membalikkan kepalaku, aku melihat Yoogeun sedang berlari kearahku, aku terpaksa berhenti berlari, tapi sialnya dari belakang Taemin tidak sempat berhenti berlari “kyaaaaaaa!” Brukkk! Jadilah dia terjatuh tepat diatas ku. Mata kami saling berpandangan. DEG! Perasaan apa ini, 5 detik kemudian kami di kejutkan suara Yoogeun. “appa, kasian noona, appa kan berat” segera kami berdiri, dengan wajah malu. Dan datanglah Minho oppa. “hey kalian kenapa?” katanya. “ah aniyo hyung” kata Taemin.

*Author POV*
“ah, a..aku pulang dulu ya, semuanya terimakasih sudah mengijinkan ku main kesini annyeong” kata Yoonhee lalu beranjak pergi. “noona pulang sendiri?” Tanya Yoogeun. Yoonhee berjongkok. “ne Yoogeun, wae? Kau mau ikut noona pulang?” tanyaku. “aniyo, Yoogeun ga mau pulang.” “Taemin appa, bisakah kau antar noona ku pulang?” kata Yoogeun menyuruh appa nya. “Yoogeun kau tidak sopan, kau tidak boleh begitu pada appamu, sudah noona pulang dulu annyeong.” Kataku. Lalu Taemin menggandeng tanganku, “aku akan mengantarmu” katanya lalu berjalan keluar. Lalu aku melambaikan tanganku pada Yoogeun dan Minho oppa, sambil mensejajarkan langkah Taemin. “ck, bocah susu pisang itu” kata Minho sambil menggeleng. “appa, aku mau susu pisang.” Kata Yoogeun. “johayo, kita ambil saja susu pisang Taemin.” Kata Minho sambil tersenyum evil, Yoogeun hanya mengikuti appanya.
*Taemin POV*
“nah sudah sampai” kataku sambil mengerem mobilku di depan rumahnya. Ia pun keluar dari mobil lalu muncul kembali di dekat jendela. “Taemin, gomawo, juga miyanhe atas kejadian tadi” dan pipinya pun bersemu merah, lalu aku mencubit pipinya “aww, aphayo” katanya. “hahaha sudahlah, aku pulang dulu ya, annyeong Yoonhee” kataku, lalu melajukan mobilku, dan kembali ke Dorm.
~Morning~
“appaaaa!!!!!” terdengar suara Yoogeun menmbangunkan ku. *bayangin Yooguen pas lagi bangunin appanya di ‘SHINee Hello Baby* aku masih mengantuk. “apppaaaaaa!!! Irreona!!” katanya lagi lebih keras, lalu Yoogeun menciumku, aku tersenyum lalu memeluknya dia tertawa kecil. “wae Yoogeun? “ kataku. “appa, ayo kita jalan-jalan” katanya memohon. “mwo? Apa kau tidak sekolah?” kataku. “appa hari ini kan hari minggu” kata Yoogeun, omo, aku lupa hari ini hari minggu. “ayolah appa, sekalian ajak Yoonhee Noona” katanya sambil menarik-narik selimutku, seketika mataku terbuka ‘Yoonhee?’ aku pun tersenyum. “baik kita jalan-jalan ‘ keunde appa mandi dulu ya” kataku Yoogeun mengangguk dan pergi meninggalkan kamarku, akupun bergegas mandi.
~10 am~
Tiiin~ aku menklakson mobilku, dan Yoogeun keluar dari mobilku, dia juga menggandengku untuk masuk ke rumah nya. “umma” katanya saat memasuki rumahnya. “annyeong ajhumma” kataku pada wanita yang dimaksud ummanya. “ah annyeong” kata ajhumma itu ramah. Lalu Yoogeun memanggil seseorang “noona!!” katanya lalu keluar lah noonanya dari sebuah ruangan. “yoogeun kau sudah pulang.” Kata Yoonhee dia sangat cantik, dia memakai dress terusan berwarna kuning sangat cantik. “noona ayo kita jalan-jalan” kata Yoogeun menarik-narik tangan Yoonhee. “mwo? Kenapa tidak bersama appamu saja?” Tanya Yoonhee. “aku kan bersama Taemin appa, tapi aku juga ingin jalan-jalan sama Noona” kata Yoogeun mulai merengek. “baiklah, baiklah. Chamkamman, noona ambil tas dulu.” Kata Yoonhee. ‘horeeeee’ aku bersorak dalam hati. “Taemin, kau mau minum apa?” Tanya umma nya Yoogeun. “eoh? Terimakasih ajhumma, tidak perlu, kami akan pergi sebentar lagi.” Kata ku sambil tersenyum. Beberapa menit kemudian Yoonhee keluar dengan sebuah tas. “umma aku pergi dulu” kata Yoonhee, lalu pergi “annyeong” kataku sedikit membungkuk dan menggandeng tangan Yoogeun.

@Park
Kini kami hanya duduk-duduk di sebuah taman, yang ada taman bermain untuk anak-anak, Yoogeun kini sedang bermain dengan riangnya, sedangkan aku dan Yoonhee hanya terduduk di bangku taman. Aku memandang Yoonhee yang sedang melihat kea rah Yoogeun. Lalu dia menoleh kea rah ku “wae? Tidak usah menatapku seperti itu, aku tau aku cantik” katanya sambil terkekeh. “ne, kau memang cantik” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku, dan kulihat wajahnya sedang merah merona. “hey, wae? Kenapa wajahmu memerah? “ kataku menggodanya.
*Jung Yoonhee POV*
“hey, wae? Kenapa wajahmu memerah? “ kata taemin, uhh dia menyebalkan sekali, kenapa dia harus menggodaku? “a..a..aniyo” kataku sambil mehrong. Lalu kembali menatap Yoogeun. “ohya, gomawo ya, atas kasih sayang kalian pada Yoogeun. “ kataku. “oh, cheonmaneyo, kami memang sangat menyayangi Yoogeun.” Kata Taemin, kalau sedang begini dia lebih dewasa. “appa, noona, kita makan es krim yuk” Yoogeun merengek pada kami. Dan kami pun menurutinya, sepanjang jalan kami bertiga bergandengan dan Yoogeun di tengah, tentu saja Taemin memakai penyamaran. Saat kami melihat tukang eskrim akupun memesan. “ajhumma, eskrim strawberry 1, es krim coklat 1, dan es krim pisang 1” kata ku, lalu duduk di tempat yang disediakan, kami bertiga mengobrol diselingi canda tawa, aku senang dengan suasana seperti ini, lalu datanglah seorang ajhumma yang membawa 3 buah es krim dan sebuah cake coklat berukuran sedang. “miyan ajhumma, tapi kami tidak memesan cake ini” kata Taemin. “ah, aniyo, ini bonus untuk sebuah keluarga yang dating di hari minggu” kata ajhumma itu lalu pergi. Aku dan Taemin saling berpandangan heran, sedangkan Yoogeun sudah asik memakan es krim strawberry nya. jadi aku dikira suami istri dengan Taemin?, hahaha lucu sekali. Lalu aku dan Taemin pun makan es krim itu. Sesudah selesai, aku memandang Yoogeun dan Taemin, kalau Yoogeun aku maklumi, dia masih kecil jadi makannya berantakan, sedangkan Taemin? Huhh dia ini, masa sudah besar masih berantakan begitu? Akupun mengelap sisa eskrim di sekitar mulut Yoogeun. “nah, sudah bersih” kataku sambil tersenyum. “yoonhee, aku juga berantakan, lapin (?) juga dong??” rengek Taemin manja,huh, kalau begini aku seperti mengurus dua anak kecil, tapi anehnya aku malah menuruti permintaan Taemin, aku mengelap sisa es krim yang ada di sekitar mulutnya. DEG! Perasaan ini muncul lagi, kami kembali saling bertatapan. Beberapa detik kemudian terdengar suara Yoogeun. “appa, noona, ayo jalan-jalan lagi.” Akupun melepas tanganku dari wajah Taemin. Aku dan Taemin tersipu malu. Lalu kami pun berjalan-jalan ke sebuah danau, pemandangannya sangat indah kami berfoto ria di sana. “appa, kemari kan kameranya,”kata Yoogeun pada Taemin yang sedang memegang kamera itu. Lalu memberikan kamera itu pada Yoogeun.”sekarang, aku yang memfoto appa, dan noona.” Kata Yoogeun polos. Kami pun berfoto ria, berbagai pose sudah kami lakukan, mulai dari membentuk ‘love’, membentuk v, dan ini yang terakhir. “appa noona, kimchi..” kata Yoogeun. “appa, bisakah kau lebih dekat lagi dengan noona?” kata Yoogen mengatur. Taemin pun mengikuti perintah Yoogeun, namun Yoogeun malah beranjak ke sebelah Taemin. “appa, kurang geser” katanya sambil mendorong Taemin, dan…

Chu~
Taemin mengecup pipiku. “omo!” kataku kaget lalu memberikan death glareku kepada namja ini. “Yak! Beraninya kau!” kataku lalu mengejar Taemin. “yak! Bukan aku, Yoogeun yang melakukannya.” Elak Taemin. Ya, tapi tetap saja dia yang menciumku, asshhh Jinjja! Akupun lelah mengejarnya. “miyanhe Yoonhee” kata Taemin mengajak berdamai. “baiklah, aku memaafkanmu” kata Taemin. “appa pulang yuk” kata Yoogeun. “ne, kajja, appa lelah” kata Taemin, lalu menggandeng tangan Yoogeun. Aku ditinggal deh. “yak! Aku tertinggal disini” kataku. Mereka berdua berbalik arah, lalu Taemin menggandeng tanganku.”kajja. kau jalannya lama sih.” Kata Taemin, sambil tersenyum. Kamipun pulang ke Dorm.

@Dorm
Ternyata di Dorm sedang kedatangan tamu, yaitu beberapa member Super Junior. “annyeong” kata kami bertiga. “howah, uri Taemin sudah besar ya? Dia sudah punya Yeoja chingu” kata Leeteuk oppa, mwo? Ini kedua kalinya kami dikira berpacaran, setelah kuselidiki, ternyata kami masih bergandengan tangan. Hh pantas saja, aku dan Taemin menggeleng. ‘aniyo hyung, dia noona nya Yoogeun.” Jelas Taemin.”tapi kalian serasi loh” kata Eunhyuk oppa sambil menyenggol lengan Taemin, dan berhasil membuat pipi kami bersemu merah. “hey, sudahlah, hyung. Lihat wajahnya sudah memerah” kata Sungmin oppa, dan disambut tawa dari semuanya Yoogeun langsung menghampiri eunhyuk oppa. “ajhussi” kata Yoogeun. “mwo? Ajhussi? Jangan panggil aku ajhussi Yoogeun, lebih baik kau panggil aku hyung saja, atau appa juga bagus.” Kata Eunhyuk oppa. “hyung tadi Taemin appa, mencium noona ku loh” cerita Yoogeun. Mwo?! Ommo Yoogeun terlalu jujur. Kami –aku dan Taemin- saling bertatapan, dengan arti tatapan otthohke? “mwo?!” semua terbelalak kaget. “jinjja Yoogeun?” kata eeteuk oppa tidak percaya. “jinjja,” kata Yoogeun sambil mengangguk. “aigo” kata Key oppa ikut-ikut, ottohke? Kami dalam situasi terjepit. “begini oppadeul, tadi itu Taemin bukan menciumku, tapi Yoogeun mendorong Taemin yang ada di sampingku, sehingga tidak sengaja ia mencium pipiku” jelasku. “wah Yoogeun kau pintar sekali” kata Jonghyun oppa. Ckckck mereka ini, kenapa malah memuji Yoogeun. “tapi tak apa Taem, aku mengijinkanmu kok” kata Onew oppa. “yak! Aniyo hyung” kata Taemin, setelah itu kami hanya mengobrol seperti biasa. Perbincangan kami mulai berganti topic, ternyata member SJ memang ramah-ramah. Mereka selalu bisa membuat suasana menjadi mengasyikkan. Dan tak terasa ini sudah malam. “baiklah Yoogeun, kita harus pulang, besok pasti appa mu ada jadwal, dan kau juga harus sekolah besok, kajja.” Kataku, Yoogeun hanya cemberut. “khamsamnida oppadeul. Annyeong” kataku, lalu menggandeng Taemin, kami menumpang di mobil Leeteuk oppa.

@Yoogeun home
Kini Yoogeun sedang tidur-tiduran di sampingku, kami sedang melihat-lihat foto-foto kami di danau tadi. “noona, taemin appa tampan ya?” kata yoogeun, huft dia masih polos, dia memang tidak berbohong, Taemin memang tampan, hey! Apa yang aku pikirkan?! “noona, iyakan?” Kata Yoogeun memaksaku untuk menjawab. “ne.” jawabku, lalu kami melihat foto-fotoku bersama Taemin, hasil dari Fotografer Yoogeun, hehehe. “noona, kau dan Taemin appa, terlihat seperti umma dan appa ya?” kata Yoogeun lagi, aisshhh anak ini, apa yang dia bicarakan?! “aniyo , kau ini, sudahlah, kau tidur sekarang.” Kataku pada Yoogeun, dan beberapa menit kemudian dia sudah tertidur pulas, aku pun pergi ke kamarku dan tidur.

~esoknya di siang hari~
Saat ini aku baru pulang dari TK bersama Yoogeun. “noona, buku ku ketinggalan di dorm appa” kata Yoogeun, haish “jadi mau bagaimana sekarang?” kataku mencoba bersabar. “kita ke Dorm appa saja” kata Yoogeun, akhirnya aku dan Yoogeun pergi ke Dorm SHINee dengan menggunakan taksi. Sesampainya di sana Onew oppa yang membuka pintu. “annyeong oppa” kataku. “a, annyeong, ayo masuk” kata Onew oppa ramah. “kami kesini ingin mengambil buku Yoogeun, dia meninggalkannya di sini.” Aku menjelaskan maksud kedatangan kami. Sdangkan Yoogeun berlari ke kamar Minho hyung “miyan oppa kalau mengganggu” kataku menambahkan. “ah gwaenchana, tidak usah sungkan kalau mau kesini, kami akan selalu menerima kalian kok. “ kata Onew oppa tersenyum dan membuat matanya semakin sipit, tiba-tiba lewatlah Taemin. “howah, hyung kenapa tidak bilang ada Yoonhee dan Yoogeun disini?” protes Taemin lalu bergabung dengan kami-aku dan Onew oppa-. “untuk apa aku bilang padamu?” Tanya Onew oppa innocent. Taemin tidak menjawab. “Yoonhee, apa benar lusa Yoogeun ulang tahun??” Tanya Taemin, ah aku lupa, lusa memang hari ulangtahun Yoogeun, aku saja lupa. “ne, kau benar.” Kataku. “ayo kita adakan pesta kecil-kecilan di Dorm ini” kata Taemin, hmm ide nya bagus juga, kini Key oppa dan Jonghyun oppa ikut rapat di ruang tengah ini, sedangkan Yoogeun sedang main sama Minho oppa. “jadi begini, nanti kita bikin acara, bla..bla..bla” Onew oppa membuat rencana, dan ada beberapa usul dari masing-masing. Dan akhirnya diputuskan, semua appa akan memakai kostum power rangers, tokoh kartun kesukaan Yoogeun. Kami pun menyusun rencana, mulai dari dekorasi, tamu yang akan diundang, dll. Tak terasa hari sudah malam. “baiklah besok kerjakan tugas masing-masing ya” kata Onew oppa. “nanti Minho akan kuberitahu” kata Taemin, ya, karena Minho oppa adalah couple Taemin. “Yoogeunie.. ayo pulang” aku memanggil Yoogeun, lalu datanglah Yoogeun bersama Minho oppa. “sudah kau temukan bukunya?” tanyaku. “ne, tadi ketinggalan di kamar Minho appa.” Kata Yoogeun. “minho oppa, gomawo sudah menemani Yoogeun, maaf kami merepotkan.” Kataku sambil tersenyum. “mwo? Merepotkan? Sama sekali tidak kok.” Kata Taemin sambil nyengir. “hey, ini sudah malam, lebih baik aku antar pulang ya?” kata Minho oppa. ‘diantar Minho oppa??? Kyaaa, aku mau oppaaaa’ seruku dalam hati. “hyung tidak usah repot biar aku saja yang mengantar, kajja” tiba-tiba Taemin merusak kebahagiaan ku.

*Taemin POV*
“hey, ini sudah malam, lebih baik aku antar pulang ya?” kata Minho hyung. Andwae! Aku yang akan mengantarnya pulang. “hyung tidak usah repot biar aku saja yang mengantar, kajja” kataku sambil menggandeng tangan Yoonhee dan Yoogeun. “e..eh? hmm, baiklah, biar dia saja, gomawo oppadeul, annyeong” kata Yoonhee, setelah berbalik menghadapku, dia memberikan death glarenya padaku. Sambil memberikan tatapan dengan arti ‘awas kau Taemin!’ aku hanya nyengir. Lalu akupun mengantar nya pulang.
~keesokan harinya~
Hari ini aku menjemput Yoonhee dan Yoogeun di rumahnya. Kami kebagian tugas untuk membeli semua perlengkapan dekorasi untuk ultah Yoogeun. Hh, gomawo onew hyung yang telah memberiku tugas menyenangkan seperti ini.
Tiin~
Aku mengklakson mobil ku, lalu keluar dari mobil, dan muncullah Yoogeun dan Yoonhee. “taemin appa” kata Taemin sambil tersenyum dan memelukku. “Taemin appa kita mau kemana?” Tanya Yoogeun. “Yoogen akan bermain bersama Jonghyun appa” kata ku. Yoogeun mengangguk. Lalu mobilku sudah sampai di Dorm, sesudah menyerahkan Yoogeun pada Jonghyun hyung, aku dan Yoonhee bergegas ke sebuah supermarket. Tidak lupa aku memakai perlengkapan penyamaran ku, aku tidak mau membuat keramaian di supermarket nanti. Sampailah kami di supermarket“taem menurutmu, lebih bagus ini, atau ini?” Tanya Yoonhee padaku, sambil menunjukan sebuah banner, yang satu bertuliskan ‘Happy birthday’, dan satu lagi bertuliskan ‘Saenghilchuka hamnida (pake hangul pura-puranya)’ “yang itu saja” jawabku sambil mengambil banner yang bertuliskan hangul. Dia mengangguk lalu memegang banner yang kupilih itu. “oke kajja” katanya lalu mengambil beberapa benda, kemudian membayar di kasir. Saat sudah selesai berbelanja kami kembali ke Dorm.

*Author POV*
@dorm.
Onew, Minho, dan Key sedang mebersihkan dorm mereka, “hyung, kenapa harus Taemin yang shopping?” kata minho. “ho’oh, kenapa tidak aku saja?” omel Key. “yahh sudahlah, kerjakan saja tugas kita dengan benar.” Kata Onew. Dan 2 dongsaeng itu hanya mengikuti perintah hyungnya. ‘hehehe, karena aku punya maksud tertentu’ kata Onew dalam hati sambil tersenyum. Sementara Jonghyun dan Yoogeun, sedang menyebarkan undangan kepada para tamu, yang diundang antara lain, member Super Junior, sistar dan Kyumin (anak asuh mereka di ‘Sistar & teuk Hello baby’), SNSD member dan Kyungsan (Kyungsan juga anak asuh SNSD di ‘SNSD Hello baby’), MBLAQ member dan 3 anak asuhnya yaitu Leo, Lauren dan Dayoung, dan juga T-ara member dengan anak asuhnya juga yang bernama Mason. Alasan Jonghyun mengundang para k-pops tar itu beserta anak-asuhnya adalah, agar Yoogeun ada anak-anak sebayanya yang ikut memeriahkan ulang tahunnya. Setelah selesai menyebar undangan Yoogeun dan Jonghyun kembali ke Dorm. Sesampainya di dorm Jonghyun ikutan ‘kerja bakti’ sama member lainnya, tak lama kemudian datanglah Yoonhee dan Taemin. “annyeong” kata mereka berdua.lalu seperti yang Jonghyun lakukan, Yoonhee dan Taemin ikut serta dalam ‘kerja bakti’ di dorm. Pada sore hari acara ‘kerja bakti’ itupun selesai. “nah, semua sudah bekerja keras, khamsamnida” kata Onew sang leader. Dan semua tersenyummelihat hasil kerja mereka yang bisa dibilang memuaskan. Lalu Yoonhee dan Yoogeun pulang namun kali ini mereka diantar Minho, karena Taemin sedang ada di Toilet.

*Taemin POV*
‘fuhh segar seklai habis mandi’ aku mengedarkan pandangan ku ke sekitar dorm, dan tak kulihat Yoogeun dan Yoonhee. “hyuung, kemana Yoogeun dan Yoonhee?” aku berta nya pada Onew hyung. “mereka sudah pulang.” Kata Onew hyung enteng. “eoh? Pulang? Mereka pulang sendiri?” tanyaku lagi. “aniyo, mereka diantar Minho” kata Onew hyung.’mwo!’ harusnya aku yang mengantrar mereka, oops! Aku ini kenapa? Aku tidak suka melihat Yoonhee dengan namja lain. Apa aku… aku… jatuh cinta pada Yoonhee? Aarggh aniyo! “taem, jujur saja padaku, aku hyungmu, aku tau kau menyukai Yoonhee kan?” kata onew hyung, membuatku kaget. “molla hyung” kataku sambil tertunduk. “aku lihat dari matamu, kau menyukainya Taem, tapi kau hanya malu saja mengakuinya” kata Onew hyung lagi. “kau harus cepat menyatakan perasaanmu sebelum ada yang lain” kata Onew hyung lalu dia berdiri dan beranjak ke kamarnya. Aku memikirkan kata-kata Onew hyung. Benar apa yang Onew hyung katakana, aku mencintainya, aku tidak akan membiarkan dia diambil yang lain.

*Yoonhee POV*
Aku tidak bisa tidur, aneh! Pikiranku selalu terbayang Taemin, apa aku mulai.. mulai.. ah?! Masa iya aku jatuh cinta pada bocah ingusan berumur 19 tahun yang bernama Taemin itu?! Sangat konyol. Akupun memutuskan untuk tidur.
~sore hari di hari Ulang tahun Yoogeun~
Ya, acara ulangtahun Yoogeun memang diadakan sore hari. Kini aku dan yoogeun sudah siap. Yoogeun memakai baju bergaya foxhunt dan sipadukan dengan jeans ketat, sangat imut. seangkan aku memakai mini dress tanpa lengan, bagian atas berwarna putih, sedangkan rok mengembangnya berwarna hitam, dibagian pinngang ada pita abu-abu dan dibagian samping ada bunganya untuk sepatu aku memakai highheels berwarna hitam. sedangkan rambutku hanya kusanggul keatas. Kamipun berangkat kesana dengan taxi. Kami tidak ingin merepotkan member SHINee.

*Taemin POV*
Aku dan Hyung-hyung ku sudah siap dengankostum kami. Kostum Power ranger, aku memakai kostum berwarna kuning, Minho hyung memakai warna hijau, Key Hyung memakai warna merah, Jonghyun hyung warna hitam, sedangkan Onew hyung warna putih. Dan para tamu juga sudah datang ada member super junior, sistar dan Kyumin, ada member SNSD dan Kyungsan, ada member MBLAQ dan 3 anak asuhnya, juga member T-ara dan Mason. Sudah kumpul semua, tinggal menunggu Yoogeun, beberapa menit kemudian datanglah Yoogeun dan Yoonhee, huwah, Yoonhee terlihat sangat cantik. terlihat raut kesenangan di wajah Yoogeun, dia mulai berkenalan dengan Leo, lauren dan Dayoung, mereka tertawa bersama sedangkan Yoonhee sedang berbincang-bincang dengan beberapa member SNSD dan Sistar. “oke, karena yang berulangtahun sudah datang, saatnya memulai acara” kata Onew hyung dan Leeteuk hyung selaku pembawa acara. Lalu acara pun dimulai. Saat acara tiup lilin “Yoogeun, ucapkan permintaanmu.”aku ingin Taemin appa jadi namja chingu nya Yoonhee noona” kata Yoogeun lalu meniup lilinnya, ‘Mwo!’ permintaanya Yoogeun aneh sekali, dan kata-kata Yoogeun membuat wajahku memerah. Semua terbahak. “hahaha lihat dongsaengmu sudah menyetujuimu, bersama Taemin” kata Hyorin ‘sistar’ pada Yoonhee yang berada di sebelahnya, dan membuat wajah Yoonhee semakin memerah.kurasa inilah saatnya, aku menyatakan perasaanku padanya. Aku akan menuruti saran yang diberikan Onew hyung. Saat acara sudah beranjak kea rah potong kue, Yoogeun memberikan kue pertamanya pada Yoonhee. Saat Yoonhee hendak memakan kue,”noona, suapi (?) kue ke Taemin appa ya??” pinta Yoogeun.

*Yoonhee POV*
Issshh, anak ini ada-ada saja. , kenapa dia harus menyruhku menyuapi kue ini ke Taemin. Aku kan malu >< , dan akupun mulai menyuapi Taemin, semua bersorak. Tiba-tiba Taemin memegang tanganku, kyaaa, apa ini??? “Yoonhee, kau tau? Aku sudah punya perasaan ini, semenjak aku melihatmu. tadinya aku tidak tau apa arti perasaan ini, setelah kuteliti, ternyata.. ini perasaan cinta. Saranghaeyo Yoonhee” katanya,aku hanya terpaku mendengar nya. semua yang ada disana juga terlihat kaget dengan kata-kata taemin. “nae do molla, aku tidak mengerti kenapa aku selalu memikirkanmu.” Kataku jujur. “dan kurasa, itu karena cinta. Na do saranghaeyo Taemin” kataku tersenyum dan memeluknya. Semua tamu bersorak. “hiks..hiks.. Uri Taemin sudah besar” kata Key oppa, terharu. “hey Taemin, kami tunggu traktirannya ya” kata eunhyuk dan Lee Joon MBLAQ. “kalian harus berterimakasih pada Yoogeun” kata Onew hyung. “iya, kan karena Yoogeun kalian bisa kenal, dan juga jadi saling mencintai seperti sekarang” kata Jonghyun hyung. Kami pun tertawa dan memeluk Yoogeun. “gomawo Yoogeun, na do saranghaeyo” kataku dan Taemin. “wah kalian sudah seperti keluarga ya?” kata Taeyon leader SNSD dan di sambut tawa oleh yang lain. Ya, semua ini karena Yoogeun.Yoogeun yang membuat aku dan Taemin bertemu. Gomawo Yoogeunie..

^^ END ^^
Gomawo buat yang udah baca FF abal-abal ini, maap kalo banyak Typos dan kata-kata yang gak dimengerti.